Minggu, 09 Mei 2010

Dandelion

liar mencakar di pilar belukar
rapuh tumbuh di savana terbentang
lalu bayu menyapu tanpa ragu
hempas satu lepas seratus

melayang seluas saujana raya
terjun terjatuh di tanah tandus
hausku mengakar kuat,
angan menjulang menantang awan
berharap lebih dari lebatnya dahan
kian semarak dari sang moyang

tersengat bara langit
dihujam badai..

tunggu hujan tumbuh kembangkan
mekar memancar menginspirasi diri
terus berjuang tiada henti...

teriring sesanti..
semoga Ia merestui...
amien..


Jogja, 9 Mei 2010

kaji dan pahami lebih dalam...

Sekejap

masa yang sama, jauh nyata dekat di rasa
seraya erat nirsekat

ini malam merayap pagi
jantung jam mendetak-menggertak telinga
kalender dinding menjejak melupa
botol-botol antik saing pamer raga
di rak buku ilmu berontak tanpa malu

remang dalam dimensi,
meski mati seolah bernyawa
ada apa dengan mereka?

tanpa memendam dendam
meski sesal tak berbohong
lepas coba saling pahami
pada mata angin berbeda
tenggara utara

tapi, pertiga malam akhir ini
terbisik alam bawa pesan

telepatiku-telepatimu
lilit rumit dalam batin
sekelebat pecahkan waktu
himpit lorong tanpa batas
mencipta magnet tersembunyi

sejenak curi waktu,
sebelum larut ke laut
sebelum fajar berpijar
sebelum rasa ini binasa
sebelum terlanjur telanjang

sebelum nafasku bernafsu
bolehku memelukmu?
tuk sekedar lepas belenggu
hanya aku dan kamu
tanpa dia, juga mereka
sekejap saja..

kaji dan pahami lebih dalam...

Rabu, 28 April 2010

Belajar dari Balita

Postingan kali ini gak ada hubungannya dengan luapan emosi, slogan, apalagi desain :)). Tapi pengalaman "Sungguh-Sungguh Terjadi". Dan cerita ini sebenarnya sudah Joni posting di akun FBku 3 hari lalu dan membuat beberapa temanku terpingkal lewat komentarnya, karena lucu makanya Joni teruskan posting di gallery ini.. ok langsung saja..

Beberapa hari lalu, waktu pulang kerja, aku mampir untuk jajan mie ayam di tempat favoritku. Waktu sampai di warung, ada yang lain dari biasanya, ada anak kecil cewek (kira-kira usia balita 3,5 tahunan lah).

Anak kecil itu mulai menyapaku gini; "mau beli apa om?"; "beli mie ayam dek" jawabku. Saat itu juga ibu penjual mie ayam keluar. Setelah aku pesan mie ayam, anak kecil itu mendekatiku, padahal baru ketemu, tapi si anak nampak pemberani sekali, ia mulai mengikuti dan duduk di sampingku.

Dari pertama lihat aku pikir ini anaknya si ibu penjual mie ayam, tapi waktu aku tanya ibu, ternyata ibu bilang kalo anak kecil itu keponakannya dari batam. Ibunya Jawa (adiknya penjual mie ayam) dan bapaknya Padang, tapi tinggalnya di Batam, di Jogja baru tiga hari ini.. cerita si Ibu.

Dalam batinku; "...hemm pantes, ngomong bahasa Indonesianya fasih banget, gak ada logat Jawa maupun Padang, padahal anak kecil itu kalo dilihat kulit & wajahnya,"njawani banget".

Sambil nunggu mie ayam dimasak, aku ngobrol dengan anak kecil itu;


Aku; "adik sekolah belum?"

Balita: "belum om.."

A: "adik dari mana?"

B: "Batam om.."

A: "hmm.." (sembari aku lihat tingkahnya yang aktif mencari perhatian)"

B: "om, ..om, kemarin aku naik pesawat ke Jawa"

A: "asyik donk!, sama siapa aja tu?"

B: "sama bapak..., sama ibu'.., sama kaka'"

A: "hmm..., bapakmu dari mana dek?"

B: "Padang.."

A: "kalau ibu?"

B: "urang Jawa, om.."

A: "adik bisa ngomong jawa?"

B: "jawa.."

A: "adik bisa ngomong jawa?" (*aku ulangi pertanyaan lagi)

B; "jawa.."

A: "adik bisa ngomong bahasa jawa?"

B: (sambil menggeleng dengan polosnya menjawab) "ga bisa om.."


============================
*hahaha.. ini yang bodoh siapa?

kaji dan pahami lebih dalam...

Sabtu, 27 Maret 2010

pagi buta tadi

jam 2 pagi kau datang lagi
apa yang kau cari?
biarkan remuk jadi serbuk
hilang tak perlu dikenang
usah panggil sembunyi aku lagi

duamu jadi satu, apa itu kurang?
konyol..

namaku adalah dinding
saksi bisu bernyawa
terlalu kuat terlalu dekat
ingin kurobohkan, takut tertempa

aku keliru meletuskan mesiu
bertahun lepas, 21 desing peluru tak mampu buka mulutmu
angkuhmu terlalu baja, baja dalam kelam malam

aku lelah, aku kalah, aku salah
mundur teratur dengan segala kemunafikan
memenjara diri dalam peleburan

aku tak mau lagi..
tak mau salah memilih
aku tak lagi memaksa..
sebab tulus bukan dipaksa


Jogja, 27 Maret 2010

kaji dan pahami lebih dalam...

Kamis, 11 Februari 2010

Desain Logo 200 Tahun Bandung


Rasa penasaran seperti apa kelima desain terbaik logo & tagline 200 tahun kota Bandung akhirnya terjawab sudah, setelah kemarin mendapat bocoran 14 besar via twitter dan beberapa jam lalu Bandung.detik.com memberitakan 5 besar desain logo terpilih yang akan di polling warga untuk merayakan ulang tahun kota Bandung.

Huffh.. kecewa, harapan untuk bisa masuk 5 besar ternyata gagal :(
Logo desain Joni Balbo dengan konsep jadul dengan memadukan trend warna retro 2010; marina blue, ternyata tak cukup memikat para juri yang terhormat. Ho.. ho..
Namun melihat kelima logo pemenang, Joni harus
mengakui Anda semua memang lebih hebat dan berani dengan desain yang semarak penuh warna-warni.

Akhirnya, selamat dan sukses kepada para pemenang.
untuk peserta lainnya yang kurang beruntung, "kita senasib bos :)"

=======================================================
*Dalam hati malaikat kecilku selalu berbisik setiap aku menerima kekalahan;
“semangad Jon..!!! semoga di lain kesempatan bisa lebih hoki lagi :), amien…”

kaji dan pahami lebih dalam...

Jumat, 25 Desember 2009

Desain Logo Indonesia Kreatif


Postingan ini mungkin terlihat sudah agak basi, tapi untuk mengisi diary kompetisi di bulan Desember yang akhir-akhir ini terkalahkan dengan kesibukan di Facebook :-) meskipun “terlambat” Joni tetap memosting dan mengabadikannya di Zibalbogallery.

Satu bulan lalu Joni mengikuti lomba desain logo Indonesia Kreatif di Portal Indonesia Kreatif. Menurut berita pada kompetisi tersebut, desain yang masuk ke panitia tercatat lebih kurang 200 desain logo. Dalam masa penjurian, betapa deg-degan ketika Joni mendapat
sms dari panitia, bahwa logo desainku masuk dalam saringan pertama (dalam hati tinggal beberapa langkah lagi untuk dapat bertengger di Jakarta).

Tapi ketika masa penantian, di group Fbnya Indonesia Kreatif dikabarkan bahwa tipografi adalah faktor penting, membaca kabar tersebut dalam hatiku agak “mengkeret” karena menyadarai tipografi yang Joni Balbo gunakan dalam logo tersebut teramat standar sekali..

Setelah beberapa hari menanti ternyata yang menjadi pemenangnya adalah desainer dari Jakarta. Dan yang membuat surprise; dari 200 desain logo yang disaring menjadi 25 besar, disitu empat desain logo adalah hasil kreasi teman-teman chat yang pada beberapa kompetisi selalu bertengger pada posisi jawara... Weleh-weleh…

Ya.. Meskipun tidak menjadi logo terbaik, tapi setidaknya bisa bangga masuk di saringan pertama. Alhamdulillah…
Semoga pada kesempatan yang lebih beruntung Joni bisa mewujudkan mimpi untuk dapat bertengger di urutan pertama untuk kompetisi yang “berlabel” Jakarta, amien…

kaji dan pahami lebih dalam...

Senin, 23 November 2009

Dua Tahun Sudah

Tak terasa waktu berlalu begitu cepatnya, hari ini tanggal 23 November 2009, blog ini genap 2 tahun usianya. Usia balita bagi manusia, usia bagi aktifitas ngeblog yang kadang timbul tenggelam di tengah prioritas-prioritas dan aktualitas di antara dunia maya dan nyata, antara rasa puas, kreativitas dan rasa malas, namun bagaimanapun aktifitas ngeblog telah memberi pelajaran berharga bagiku... alhamdulillah ya Allah, terima kasih semuanya, terima kasih cinta…

Tengkyu untuk semua Sodara-sodara yang sesekali menengok gallery tempat aku menarsiskan diri, tempat aku berupaya belajar bersikap bijak, tempat aku melampiaskan rasa gelisah, kecewa dan tempat menuangkan rasa bangga dan bahagiaku. Terima kasih untuk semua tanggapan, kritikan, masukan dan sanjungan dari Anda semua.. terima kasih semuanya… I love u all…

Kadang sesekali kalau lagi bengong dan tak ada kegiatan aku sering membuka pengalaman-pengalaman kompetisi yang aku tuliskan dalam diary kompetisiku ini.. argh.. betapa percaya dirinya aku, betapa narsisnya aku.. betapa semangat mengebu-gebunya aku… betapa sombongnya aku.. Astaghfirullah...

... hari ini adalah refleksiku, semoga aku bisa terus koreksi diri, bisa belajar lebih baik dan baik lagi.. amien… Postingan ini sebagai pengingat dan motivasi diri, bahwa aku pernah punya mimpi-mimpi yang ingin kugapai, semoga aku bisa terus membangkitkan semangat optimisme di tengah rasa kurang percaya diri yang sesekali menghampiri..
terakhir... semoga dokumentasi karya-karya di gallery ini tetap bisa memberi inspirasi bagi Joni Balbo pribadi maupun bagi desainer-desainer grafis khususnya para pemula.. semoga..

kaji dan pahami lebih dalam...

Sabtu, 24 Oktober 2009

Penundaan yang Sempurna


Wew.. luar biasa, pengumuman sayembara desain logo di www.esdm.go.id sejak setahun lalu yang menjanjikan hadiah 40 juta kepada seorang pemenang dan masing 10 juta kepada 4 orang nominasi (*mohon diralat jika memang saya keliru), ternyata sejak keputusan penundaan itu dipublikasikan sampai hari ini, ternyata tidak jelas ujung pangkalnya.
Dan hari ini penundaan tersebut merayakan ulang tahunnya yang pertama…

Tertulis dengan jelas:

“Diumumkan kepada seluruh Peserta Sayembara Logo Departemen Energi
dan Sumber Daya Mineral, bahwa sehubungan dengan belum selesainya proses seleksi penilaian Logo, maka pengumuman pemenang sayembara logo yang semula akan diumumkan pada tanggal 27 Oktober 2008 ditunda sampai waktu yang akan ditentukan kemudian.

Demikian pengumuman ini untuk diketahui.

Jakarta, 24 Oktober 2008

Ketua Tim Sayembara Logo
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral

ttd

==============================================================
Luar biasa bukan, menjuri karya logo sampai setahun lamanya…
Saya tak bermaksud menjelekkan panitia, namun sebagai peserta saya juga punya hak untuk menanyakan kelanjutan dari kompetisi tersebut?

kritik untuk panitia, jika memang sayembara itu dibatalkan karena semua logo yang masuk memang tidak layak, kenapa tidak di informasikan secara langsung di web resminya. Tentu untuk menjaga kredibilitas dari panitia sayembara itu sendiri, untuk kawan-kawan yang hobi mengikuti tantangan kompetisi desain seperti saya, mungkin ini hanyalah salah satu contoh realitas "buruk" yang bisa terus menjadi pembelajaran bagi kita bila mengikuti kompetisi desain di dalam negeri...

bagaimana menurut Anda?

kaji dan pahami lebih dalam...

Selasa, 20 Oktober 2009

Sedang Senang :)


Hwe.. he.. he.. narsis ya? Biarin lah… :)
Wah.. kalau status FB dipublikasikan di blog, bisa jadi facebook dan blogging tidak ada bedanya dong? He.. he.. he..
Bay the way, mungkin ada diantara Anda yang bertanya? “kaya gitu aja kok diposting”, namun sekali lagi Joni Balbo mau menjawab “yoben..” :)


Setelah minggu kemarin agak nglokro dalam berkarya, sepertinya suplemen yang hilang itu, kini telah kutemukan kembali di minggu ini.. alhamdulillah, langsung saja kutuliskan di facebook dan kulanjutkan di gallery ini…


Joni punya pengalaman menarik di minggu ini. Hari sabtu sore ketika aku menaiki sepeda motorku melintasi Condongcatur (Jogja bagian utara); ada seekor burung blekok terbang di langit, tak punya sopan santun
secara mendadak menjatuhkan telek-nya tepat di atas kepala dan mengenai mukaku.. “fyiuh…!!!” aromanya menusuk hidung ini.. sekaligus membuat bibir ini nyengir.. “hyiah... sialan ! wo.. manuk kurang ngajar ! bersungut-sungut sembari mengusap telek di wajah dan mengibaskannya yang mengenai lenganku, aku sempat berpikir; “kata wong Jowo kalau ketiban telek akan dapat rejeki kuwi.. ah masak iya seeh? Ah.. tahayul itu? Percaya dan nggak percaya jadinya, hemm.. apa aku mau dapat emas ($) di kontes logo ya? (Padahal minggu ini aku tidak sedang mengikuti kontes), hemm.. apa mau ketemu jodohku ya.. amien.. ya Allah.

Mungkin karena kebiasaan suka mengaitkan sesuatu seperti ketika membuat konsep karya, sepertinya tidak ada salahnya mengaitkan kejadian hari ini dengan hari kemarin.. tentu untuk diambil sisi positifnya, bukan begitu?
ya ternyata benar… atau mungkin hanya sebuah kebetulan, ya.. aku kembali menemukan sesuatu "yang pernah hilang", bukan jodoh ataupun rejeki, namun di hari minggu kemarin aku menyadari, bahwa aku tidaklah sendiri dan kini kutelah menyudahi “dendamku..." tengkyu, tengkyu, tengkyu..

Lewat postingan ini Joni Balbo mau mengucapkan terimakasih, matur tengkyu, hatur nuhun untuk komentator-komentator yang selalu memberi suport di gallery ini… Komentar Anda adalah suplemen dan terapi buatku.. :)

Dan memang tidak seharusnya blog ini memosting hal-hal cengeng, kalau kata seorang teman bernama Kakday; "metal = melancholis total” hehe.. yang justru jadi boomerang bagi Joni Balbo pribadi atau malah menebarkan aura negatif bagi Anda semua...
Hemm… sebaiknya kita memang selalu saling menggelorakan kharisma positif, untuk itu meminjam slogan dari Mba' Fina yang manies; “sendiri atau bersama siapapun tetap jemput mataharimu”, ho..ho.. aku setuju sekali mbak :)

mungkin Anda bingung memahami postinganku ini... dan memang Anda tak seharusnya mengerti.. sebagai batas hubungan sodara maya antara aku dengan Anda; Joni Balbo hanya ingin mengabarkan; “bahwa Joni sedang senang" ;) terima kasih...

kaji dan pahami lebih dalam...

Senin, 12 Oktober 2009

Membangkitkan semangat yang mulai pudar

Entah kenapa minggu-minggu ini ‘semangatku’ dalam berkompetisi sepertinya mulai pudar, padahal sebelumnya aku posting tema yang begitu “semangat membara”, mungkinkah aku sudah bosan?
oohH.. tidak !!!, semoga aku tidak lekas puas karena suatu hal, dan semoga ini hanyalah sebuah dinamika…


==============================================================================

Hari ini aku pulang mengajar lebih pagi karena ulangan mid semester di sekolahan baru saja dimulai. Berhubung pulang lebih awal dari biasanya, tadi siang aku punya ide sederhana untuk mencoba kembali membangkitkan semangatku yang hilang itu, hari ini tidak seperti biasanya, aku pulang tak melewati jalan yang setiap hari kulalui (Kotagede – Janti – Candi Gebang), tapi mencoba refreshing sejenak dari kota lama membelah Kotabaru sampai terhenti di batas kota yakni di Bundaran UGM, tentu aku melewati jalan itu bukan tanpa alasan. Di samping bundaran yang biasa digunakan untuk koar2 para demonstran itu berdiri tegak baliho yang menarik pandanganku, sepeda motorku kuhentikan sejenak, aku sempatkan sejenak untuk mengabadikan baliho tersebut dengan kamera digitalku yang mulai lowbat batterynya, meski matahari tepat di atas kepalaku adalah waktu yang tidak tepat untuk melakukan pemotretan ini.


tampak media outdoor berdiri kokoh di sekitar gapura gadjah mada


Aku bukan bermaksud mempromosikan acara konser itu di gallery ini... bukan pula pamer wajah kusutku yang lagi nampang, tapi ini semata hanya untuk penyemangat diri...
===========================================================================


Ada yang bilang "jika kau sedang kehilangan arah, cobalah tengok tanda-tanda di sekitarmu, agar kau kembali bisa meluruskan jalanmu, lihatlah tanda-tanda yg pernah mengingatkan pada kejayaanmu, coba tengok portopoliomu, coba lihat foto-foto yang terpajang di dinding kamarmu.. ya.. lagi-lagi ini adalah nasehat diri, introspeksi, menata kembali... lagi dan lagi.."
bahkan ketika aku mengetik tulisan ini, aku memilih backsound lagu “sukses” dari saykoji..

Hidupmu rencanakan mau dikemanakan
Agar tak jadi kusut dan berantakan
Dan kau tak pernah akan pusing karena tekanan
Dengarkan lagu ini hidup kan kau menangkan

Coba petakan apa rencana yang kau harapkan
Kerahkan segala sumberdaya dan arahkan
Kenali identifikasi rencanamu
Agar tak hilang arah menjadi bencanamu

....

hemm… liriknya begitu dalam, seprtinya aku memang harus merencanakan lagi tentang “segala sesuatu" seperti apa yang tersirat dalam lirik lagu itu.. semoga..

kaji dan pahami lebih dalam...

Minggu, 13 September 2009

Antara Cinta, Pelampiasan, Kompetisi & Ngeblog


Kadang Allah menunjukkan “jalan yang benar” bagi umatnya dengan cara yang berliku, aneh, gak masuk di akal, dalam pikiranku mungkin terlihat konyol waktu itu, namun ternyata di balik semua itu tersimpan pengalaman proses perjalanan hidup yang bagiku sangat luar biasa… Dan postingan ini sebetulnya sangat personal sekali, yang sudah lama ingin kutuangkan dalam diary kompetisiku ini.. namun Joni baru merasa enjoy dan berani membaginya sekarang, di saat aku merasa jauh lebih baik sebelum aku mengenal blogging…

Banyak orang ngeblog dilatar belakangi berbagai hal dan kepentingan, ada yang ingin terkenal dengan memperluas jejaring, sarana ekspresi diri dan bernarsis ria, membagikan info/ilmu pada orang lain dan untuk personal branding, bahkan banyak juga yang menjadikan nge-blog sebagai aktivitas utama sebagai sarana untuk mencari penghasilan melalui bisnis online. Namun bagi Joni Balbo pribadi alasan utama ngeblog adalah PELAMPIASAN !!! yaah.. pelampiasan… !!!

Sejak tahun 2007, ketika aku baru mengenal blogging pertama kalinya, pernah terbesit jika kelak aku telah berhasil melampiaskan dan memperoleh apa yang kuinginkan, aku akan mencoba menarik benang merah dari bunga rampai pengalamanku, hingga orang yang dulu “meremehkah aku, mencibirku, mengacuhkan aku” akan mempercayai terhadap apa yang telah kulakukan ini, demi sebuah pengakuan, demi sebuah proses dan demi pelampiasan cinta…

Cinta, kata para pujangga adalah anugerah dan begitu banyak orang mengartikannya, hingga banyak orang buta karenanya… termasuk aku, bagiku cinta tak pernah bisa kupahami, bahkan membuatku jadi “gila” dan amat menyiksaku waktu itu…

Siapa yang tak pernah jatuh cinta, kuyakin Anda pasti mengalaminya bukan? tp bagaimana jika cinta itu tak pernah terbalas? bagaimana jika cinta itu ternyata direbut oleh teman sendiri, teman yang waktu itu sangat aku percayai, sampai suatu pagi aku memergoki mereka bermesraan di depan mataku.. oh.. ;(( Hingga bagaimana jika cinta itu harus jatuh pada orang yang seharusnya tak mungkin aku miliki.. ;(( sakit, perih, campur aduk… selalu menyakitkan waktu itu…
Besarnya rasa cinta pada orang2 yang kusayangi justru menyiksa dalam jurang batinku waktu itu, “Persetan! Kenapa gadis itu berubah total, begitu aku mengatakan cinta, kenapa kau mengkhianatiku? kenapa aku harus melihatmu bahagia dengannya..? Kenapa aku harus jatuh cinta padanya, pada orang yang berhati beku, kau bisu.., kau angkuh "memutuskanku", kenapa dan kenapa?” Rentetan pertanyaan misteri yang selalu menghinggapi dan tak pernah terjawab di tengah kepolosan hidupku kala itu… Marah! kecewa !! nggak terima !, campur aduk jadi satu... “Cinta-cinta, deritanya tiada pernah berakhir…” kata Patkay dalam legenda China…

“Ikhlas dan terus berupaya berpikir postif” saran dari orang-orang bijak. “Ikhlas” kata yang sejuk, tapi bagiku untuk mengaplikasikan dalam kehidupan nyata butuh proses yang panjang. Menjadi orang yang berlapang dada bagiku tidaklah gampang, bahkan karena cinta, dua tahun yang lalu aku makin menjadi orang introvert, perenung, tak punya gairah dalam hidup.. waktu itu bila aku melihat wajahku di cermin selalu merasa lebih tua dari usiaku… (*kenyataannya sekarang memang juga sudah tua)

Pada sebuah masa, puncak akumulasi dari kekecewaan, kepenatan dan kebosanan hidup yang aku alami, aku pernah hengkang bermodal nekat untuk membunuh kepenatan hidup, dalam waktu seminggu aku melakukan perjalanan dari Jogja – Semarang – Surabaya – Situbondo, tujuan utamanya hanya satu, untuk melampiaskan kepenatan yang waktu itu serasa membebani hidupku.. jika aku mengingat petualangan itu.. “ah.. nekat betul aku ini…” menyusuri kota-kota yang selama ini belum pernah aku singgahi, semua kulakukan sendiri dan hanya dengan bantuan komando sms dari kawan2 terbaikku.
Sekarang kalau aku berpikir ulang, mungkin kalau tidak nekat dan karena “pelampiasan cinta”, aku tak mungkin sampai di kota Semarang – Surabaya - Situbondo dalam waktu yang beruntun, dan tujuan utamanya; pelampiasan, meskipun "kubalut" dengan bahasa silaturahmi mengunjungi kawan2 lama di kota-kota itu…


Suatu hari di ujung timur pulau Jawa, aku berkunjung ke rumah teman kuliah semasa di Jogja, aku memintanya mengantarkanku ke bentang alam terindah di Situbondo. Pasir Putih adalah sasaran waktu itu… Di pagi yang cerah mentari menyinari selat Madura, hamparan pasir putih tulang kecoklatan bak beludru di sempadan laut dan daratan, riak-riak air berkilauan memantulkan cahayanya, sementara kapal-kapal bercadik berwarna-warni bertandang di bibir pantai yang berlatar belakang nyiur kelapa melambai dan bukit hijau nan elok. Kulihat di antara kapal-kapal bercadik, ditambatkanlah lusinan kano yang memang disewakan untuk para pengunjung dan "penakluk" pantai. Kulihat juga di selat itu ada anak seusia SMA begitu asyiknya naik kano, hingga aku terbesit untuk menantangnya berlomba... (*Sebelumnya aku gak pernah tahu yang namanya “kano” itu seperti apa? apalagi menaikinya...), dan waktu itu karena sulutan pelampiasan aku memberanikan diri “berkano ria”, yg saat itu tak pernah terbayangkan dalam hidupku… mendayungi selat Madura.
Di tengah asyiknya berselancar temanku lebih memilih menunggu di daratan sambil berteriak-teriak; “Jon… Jon… Jonnn....!!! edan koe.. hey..!!! hooeey...!!! ojo adoh-adoooh… !!!” sementara aku tetap mengayuh dayungku dan tak sedikitpun mempedulikan suaranya... laju dayungku begitu kencang
hingga sampai 2 km lebih dari jarak bibir pantai Pasir Putih tak kusadari... di tengah lautan itu aku mengumpat sepuasku.. "ARRGGGHHHH...........!!!"
Bila mengingatnya, aku sekarang berpikir
Gila', andai aku nggak bisa berenang dan tiba-tiba ombak besar datang, mungkin aku akan tenggelam dalam kedalaman dan dimakan hiu yang mungkin berlalu-lalang di bawahku waktu itu...


Menikmati sunset di selat Madura, bermain istana pasir dengan anak-anak kecil yang masih polos, telah mengurangi kepenatanku waktu itu.. serasa luntur bebanku.. Beberapa hari berikutnya setelah masa hengkangku itu, aku kembali ke Jogja. Rasa memang tak pernah berbohong, rasa sakit campur aduk itu masih terus mengikutiku di kota ini, antara aura negatif dan positif selalu berperang dalam batinku, “persetan kau..!!! tapi buat apa meratapi nasib dan menyesalinya?” mencoba untuk selalu mendekatkan diri padaNYa, ya.. itu saran dari orang2 bijak, bukankan Tuhan telah mengajarkan pada umatnya untuk tidak jadi perenung yang selalu menggerutu dan meratapi nasib? Benar, buat apa aku terus memaki-maki “batu” yang selalu membisu. Salah satu cara yang kupilih untuk merubah haluanku tentang cinta, bagaimana aku bisa melupakan, menaklukkan cinta, membalas dendamku dengan caraku, mengalihkannya, yakni dengan KOMPETISI.. yaah.. kompetisi sebagai bagian dari caraku untuk melampiaskan cinta yang telah menyiksaku…

Kompetisi telah mengalihkan akan masalahku, ia mengajariku untuk lebih banyak belajar menerima kekalahan, belajar menjadi baik dan lebih baik lagi serta untuk tidak pernah menyerah. Jujur harus diakui, berkompetisi di dalam negeri memang lebih banyak kekecewaan yang ditemui, kecewa bukan karena tidak menang, tapi karena panitia jarang yang bisa bersikap konsisten dengan apa yang telah ditentukan, cenderung sak geleme dewe, "curang", tidak adil, dsb. Namun jika aku waktu itu yang kupikirkan semata-mata "hanya untuk menang", mungkin sejak dulu aku berhenti dan tidak akan pernah ikut lagi dengan namanya kompetisi di dalam negeri. Apalagi dilihat dari segi waktu dan biaya, mengirim karya dengan cara konvensional kalau dikaji ulang, mungkin akan banyak ruginya, bisa dibayangkan untuk membuat karya dalam bentuk print out, bahan pendukung sampai dengan jasa pengiriman pos ekspress, bisa merogoh kantongku antara 30 – 50 ribu setiap kali pengiriman. Jika dikalikan dengan puluhan kompetisi yang kuikuti, mungkin sejak dulu aku sudah kapok !!! dan terhenti...

Menerima puluhan kali penolakan/kekalahan memicuku untuk "balas dendam", ambisi menang telah menjadi nafsu setan dalam tubuhku… membuatku semakin “bernafsu”, juga jadi simbolisasi untuk terus mengibarkan bendera kemenangan, sekaligus makin meleburkan dan melupakan masa lalu..
Dalam batinku kala itu; aku selalu yakin bahwa suatu saat aku akan menaklukkan dan membuktikannya di Zibalbogallery..

suatu hari ada yang berkomentar cukup pedas di galleryku ini,
X; "Buat apa mengikuti kompetisi logo di dalam negeri ?, capek!, mending ikut di luar sana, lebih fair lebih n … …"
XX; "Logo-logo Anda cacat semua.. ngaku-ngakunya baladewa, saatnya buka mata lihat dunia..."
XXX; "Aduh mas, masak logo kayak ekor ikan paus, logomu payah n maksa banget.. jelek, kl gak mau dibilang parah, kaku, n bla… bla…

Belum komentar lain yang tak perlu aku tuliskan di sini, yang mungkin kl dimasukan hati bisa membuatku sedari dulu terhenti dari arena ini…
Mencoba berpikir positif adalah cara untuk terus mengoreksi diri (*meski dalam hati tidaklah gampang menerimanya…)
dan mengikuti kompetisi desain di dalam negeri tak pernahku absen darinya..

Siang itu di kala aku pulang dari tempat kerja, aku langsung masuk kamar buru-buru menghidupkan komputer kesayanganku dan mulai online, rasa penasaran membuatku tak sabar ingin segera melihat pengumuman pemenang kompetisi yang ku ikuti ke-25 kalinya, yakni lomba logo 60 tahun UGM di situs www.ugm.ac.id, yang memang jadwal pengumuman pemenangnya di hari yang menyengat itu...
Betapa kagetnya ketika kulihat di web kampus bergengsi itu terdapat nama yang begitu akrab di telinga dan mataku, dengan jelas tertulis nama dengan headline bombastis pula di sana, pandangan mataku makin kudekatkan di depan layar monitor, mataku kukerutkan, kupelototkan, kukedipkan berulang-ulang dan
kukucek-kucek untuk memastikan aku tidak sedang bermimpi, tangan kananku gemetaran memegangi mouse, jantungku berdetak kencang dan makin kencang... aku terus memastikan ini NYATA, yah ini bukan mimpi.. ini NYATA.. aku melompat sekuat tenaga.. dan berteriak histeris “AKU MENANG… AKU MENAAANG… AKU MENAAANG…!!! Hingga aku tertunduk tersujud syukur.. terpaku.. terharu.. ingin menangis tapi tak mampu... setahun aku menunggu dan ingin mewujudkan mimpiku itu.. yah saat itu aku bagai di puncak bukit mimpi menjadi nyata yang selama ini aku daki… (Allah mungkin sangat kasian padaku, hingga Dia mengabulkan doaku... alhamdulillah...)

Beberapa menit berlalu, kusandarkan punggungku di tembok kamarku, kuselonjorkan kakiku perlahan-lahan, aku mulai menghela nafas... kuambil handphone di atas meja itu, lalu jariku sibuk memainkan keypad-nya untuk memberi kabar bahagia pada orang-orang yang selama ini mensuportku, sms
balasan simpatipun beruntun, juga ucapan selamat dari kawan2 di YM menyerbuku.., aku lihat juga blog kesayanganku mendadak traffic counter-nya naik drastis… dan aku hanya tersenyum..
Kemenangan waktu itu sungguhlah aku maknai teramat dalam; simbol pelampiasanku terhadap sebuah kekecewaan sepertinya terbayar, bukan terbayar dari segi nominal
hadiahnya, tp terbayarnya atas ambisiku yang sejak pertama kali kuputuskan dan kuproklamasikan dalam visi dan misiku di blog ini..

Kekalahan bertubi-tubi telah mengajariku untuk jangan pernah jadi pecundang. Jika dari Anda mengikuti perkembangan blog ini sejak kubangun satu setengah tahun lalu, mungkin akan tahu bagaimana perjalanku untuk dapat berdiri di sebuah puncak kemenangan, hingga orang-orang yang pernah mencibirku, menganggapku orang yang goblog tapi sok tahu, akan mengatakan “hidup Joni.. !!! kau hebat ! kau telah berhasil mewujudkan mimpimu... dalam benakku aku hanya tersenyum, "aku berhasil melampiaskannya... yah aku telah berhasil...!!!"


Waktu kini telah berlalu, kedunguanku akan cinta masa laluku telah
terlampiaskan… dan perlahan mulai terkubur di tengah makin gencarnya persaingan di dunia yang telah aku pilih; dunia kompetisi.. dan aku tak ingin, terhenti...

Blogging & kompetisi mengajariku untuk berupaya berdiri tegak di atas gelombang, menjadi lebih baik dan lebih baik serta lebih dewasa, menggembleng, mendidik dan menghargai akan sebuah proses, bahwa hidup tak boleh menyerah, meskipun luka di kaki teramat sangat. Seperti sebuah kata bijak; tak ada seorang ksatria perang yang tak pernah terluka, tak ada balita yang belajar berjalan, tak pernah terjatuh hingga keseimbangan mengajarinya menjadi orang yang tangguh…

Terima kasih ya.. Allah.. Kau telah menunjukkan makna hidup dengan cinta… Terima kasih untuk orang-orang yang telah membuatku seperti ini dan telah menunjukkan jalanku, serta terima kasih untuk orang-orang yang telah menolongku di saat aku merasa dalam badai keterpurukan, semoga kebaikanmu selalu mendapatkan balasan dariNya… amien.

Cinta, Pelampiasan, Kompetisi & Blogging telah mengajarkan arti cinta, bahwa tiada yang salah dengan cinta, dan ia memang tak selamanya harus memiliki, meski untuk memaknainya membutuhkan proses yang panjang, berliku dan terjal. Kekalahan dan kemenangan telah menginspirasi blogku ini untuk terus bergelora.. sebab hidup bukanlah diam.. melebarkan sayap dan terbang. Walaupun sayap ini tak akan pernah sempurna, aku selalu percaya bahwa kelak aku akan dapat terbang seperti elang bermata tajam... insyaallah

Tulisan ini hanyalah sampah pelampiasan yang kuabadikan dalam sejarahku, mungkin Anda melihatnya serasa lebay, narsis, sadis, romantis, melankolis... atau apapun… namun bagiku; Aku begitu LEGA, yaa.. aku leggaaa... menuliskannya...

Nanti, besok, pekan depan, bulan depan, tahun depan atau kapanpun jika aku masih diberi umur panjang, bila aku kembali membaca diary kompetisiku ini, aku yakin kan menertawakan diri.. sambil bergumam "walah Jon.. Jon.. ngopo e.. koe kui? sampai segitunya? Gila loe ya? WONG EDAANN !!! orang yang aneh! Dan aku kembali tersenyum kemudian tertawa lepas... ha..ha..ha.. ha... :))))
aku telah berhasil melewati masa-masa itu...

====================================================================
*untuk orang-orang yang pernah aku cintai, terima kasih.. semoga kau selalu berbahagia hidup dalam dunia dan keluargamu.. salam untuk anakmu dari Omnya ini…
*untuk orang2 yang pernah aku cintai; maafkan jika aku harus menuliskan ini... maafkan, demikian juga aku telah memaafkan kesalahan2mu… andai aku piawai memainkan gitar akan kunyanyikan tembang “Hanya Ingin Kau Tahu” dari Republik untukmu...
*untuk teman maya/nyata yang telah menolongku di tengah keterpurukanku.. aku kirimkan lagu spesial;
“You Raise Me Up” dari Josh Groban sebagai tanda terima kasihku untukmu semua.. thx for all…

kaji dan pahami lebih dalam...

Rabu, 26 Agustus 2009

Gathering Indonesian Logo Designer di Amplaz

Berawal dari ajakan teman chat; si wawan (OverDozes) untuk gabung di acara copdar Indonesian Logo Designer (ILD) di Tamansari food court Ambarukmo Plaza (25/8/09), hemm.. dalam benakku yang akan datang di acara itu, tentu master2 para pemburu dollar di negeri logo contest, wew… bisa minder aku ini kalo bertemu dengan mereka, apalagi menyadari kurang aktifnya diriku bertempur di 99designs.com dan baru join di Logotournament.com akhir bulan Juli lalu.. tapi rasa penasaran dan ingin berguru dengan mereka membuatku semangat bergabung di acara tadi malam…
Ya.. acara gathering ILD yang dihadiri 5 orang pecinta desain logo dan baru pertama kalinya copdar ini berlangsung seru …

Dalam benakku; “wew… akhirnya aku bertemu langsung dengan jago-jago desain yang selama ini aku belum pernah lihat batang hidungnya…”
Dan kawan yang paling aku kenal disitu awalnya hanya OverDozez (pendiri ILD), yang memang kenal sudah lama lewat YM sejak sebelum dia join di LT, dan kabar terakhir berhasil meraih 18 kali kemenangan… waow..
ketiga jago logo lainnya yang selama ini aku belum pernah mengenalnya dan baru melihat nick di contest logo di LT; Joe Dexter, Ualz & Amrino.
Joe Dexter yang memang keren2 desain logo 3Dnya dan Joni salut akan mimpinya Joe untuk menyatukan desainer logo Indonesia mulai dari wilayah Jogja. Ualz; yang masih berstatus mahasiswa dengan gelar komunitas “autis” dengan lusinan kemenangan di 99 dan LT. Serta satu kawan yang tergolong baru di LT; Amrino dari Ambon. Wah aku ini merasa berada di level jauh di bawah mereka... :P jadi tambah semangat aku bos untuk belajar dengan mereka… tengkyu ya… :D

Perbedaan frame of reference dan jarangnya bergabung di contest dan forum membuatku lebih banyak jadi pendengar di acara copdar itu.. sembari berguru dari pengalaman-pengalaman kemenangan mereka…. (*dalam hati; “wuih.. sangar tenan mereka…”:D
Setelah ngobrol ngalor-ngidul di Amplaz dan berlanjut di pecel lelean, dan berlanjut di markasnya Ualz; dan membuatku surprise; ternyata jagoan-jagoan desainer logo di 99dsgs; TiChuz, Ualz, hoho, dutt, amayadori (meski aku blm mengenalnya). Ternyata sarang para dedengkot komunitas Magelangan di 99, ada di satu kompleks perumahan denganku.. (pikirku… achh.. sempitnya duniaku ini… ternyata jagoan2 di dunia maya itu, di dunia nyata ada di sekitarku... Kl aku gak ikut copdar, mana aku tau di kontrakan diantara gang-gang itu ternyata saranganya para penambang $ di negeri contest logo… ho..ho.. ho...

Setelah ngangsu kawruh dengan mereka, copdar dilanjutkan mampir di rumahku, untuk sekedar silaturahmi dan copas dokumentasi copdar td..
kebetulan jarak kedua rumah hanya beberapa ratus meter, dengan melewati jalan & beberapa tikungan di kompleks perumahan di kawasan Candi Gebang... Tengkyu sodara2 dah mau mampir.. sorry kl tak ada jamuan makan malam yang membuat perut kenyang :D


Hemm… bener juga kata si Joe.. bagaimana kalo desainer2 logo Indonesia berkumpul jd satu, di mulai gathering dari Jogja untuk Indonesia… meski baru dihadiri lima orang, semoga dengan postingan ini akan semakin memperbanyak desainer-desainer logo Indonesia untuk join di Indonesian Logo Designer, join bukan hanya untuk mempertebal kantong pribadi dengan dollar, tapi saling guyup rukun untuk sama2 berkarya hingga dampak akhirrnya akan membanggakan Indonesia lewat ajang kontes desain logo di mata dunia (*sepertinya tidak berlebihan to? :))

kaji dan pahami lebih dalam...