Tampilkan postingan dengan label Zpezial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zpezial. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Agustus 2010

Prestasi logo HKI di bulan Juli


Alhamdulillah setelah sekian lama belum menuai keberuntungan lagi dalam berkompetisi dan kemudian rehat sejenak mengembangkan talenta di group Kata Kata Indah Para Pujangga untuk
"mendesain kata", ternyata di sela-sela keasyikan mengekspresikan diri lewat bahasa, sebuah kejutan pada bulan Juli 2010 kemarin, kompetisi yang ku ikuti di Himpunan Kimia Indonesia, desain jagoanku mendapatkan urutan terbaik ke dua (juara harapan satu), dan lebih membanggakan dan membuat surprise ternyata juara satunya Adiet Firmansyah, yang kebetulan teman maya sekaligus pengunjung aktif zibalbogallery,

Selamat buat Adiet, kamu memang
lebih hebat untuk kompetisi logo HKI kali ini.. selamat juga pada M Fadil Rambe sebagai pemenang ketiganya.. :) salam kompetisi.. !!

kaji dan pahami lebih dalam...

Senin, 23 November 2009

Dua Tahun Sudah

Tak terasa waktu berlalu begitu cepatnya, hari ini tanggal 23 November 2009, blog ini genap 2 tahun usianya. Usia balita bagi manusia, usia bagi aktifitas ngeblog yang kadang timbul tenggelam di tengah prioritas-prioritas dan aktualitas di antara dunia maya dan nyata, antara rasa puas, kreativitas dan rasa malas, namun bagaimanapun aktifitas ngeblog telah memberi pelajaran berharga bagiku... alhamdulillah ya Allah, terima kasih semuanya, terima kasih cinta…

Tengkyu untuk semua Sodara-sodara yang sesekali menengok gallery tempat aku menarsiskan diri, tempat aku berupaya belajar bersikap bijak, tempat aku melampiaskan rasa gelisah, kecewa dan tempat menuangkan rasa bangga dan bahagiaku. Terima kasih untuk semua tanggapan, kritikan, masukan dan sanjungan dari Anda semua.. terima kasih semuanya… I love u all…

Kadang sesekali kalau lagi bengong dan tak ada kegiatan aku sering membuka pengalaman-pengalaman kompetisi yang aku tuliskan dalam diary kompetisiku ini.. argh.. betapa percaya dirinya aku, betapa narsisnya aku.. betapa semangat mengebu-gebunya aku… betapa sombongnya aku.. Astaghfirullah...

... hari ini adalah refleksiku, semoga aku bisa terus koreksi diri, bisa belajar lebih baik dan baik lagi.. amien… Postingan ini sebagai pengingat dan motivasi diri, bahwa aku pernah punya mimpi-mimpi yang ingin kugapai, semoga aku bisa terus membangkitkan semangat optimisme di tengah rasa kurang percaya diri yang sesekali menghampiri..
terakhir... semoga dokumentasi karya-karya di gallery ini tetap bisa memberi inspirasi bagi Joni Balbo pribadi maupun bagi desainer-desainer grafis khususnya para pemula.. semoga..

kaji dan pahami lebih dalam...

Minggu, 13 September 2009

Antara Cinta, Pelampiasan, Kompetisi & Ngeblog


Kadang Allah menunjukkan “jalan yang benar” bagi umatnya dengan cara yang berliku, aneh, gak masuk di akal, dalam pikiranku mungkin terlihat konyol waktu itu, namun ternyata di balik semua itu tersimpan pengalaman proses perjalanan hidup yang bagiku sangat luar biasa… Dan postingan ini sebetulnya sangat personal sekali, yang sudah lama ingin kutuangkan dalam diary kompetisiku ini.. namun Joni baru merasa enjoy dan berani membaginya sekarang, di saat aku merasa jauh lebih baik sebelum aku mengenal blogging…

Banyak orang ngeblog dilatar belakangi berbagai hal dan kepentingan, ada yang ingin terkenal dengan memperluas jejaring, sarana ekspresi diri dan bernarsis ria, membagikan info/ilmu pada orang lain dan untuk personal branding, bahkan banyak juga yang menjadikan nge-blog sebagai aktivitas utama sebagai sarana untuk mencari penghasilan melalui bisnis online. Namun bagi Joni Balbo pribadi alasan utama ngeblog adalah PELAMPIASAN !!! yaah.. pelampiasan… !!!

Sejak tahun 2007, ketika aku baru mengenal blogging pertama kalinya, pernah terbesit jika kelak aku telah berhasil melampiaskan dan memperoleh apa yang kuinginkan, aku akan mencoba menarik benang merah dari bunga rampai pengalamanku, hingga orang yang dulu “meremehkah aku, mencibirku, mengacuhkan aku” akan mempercayai terhadap apa yang telah kulakukan ini, demi sebuah pengakuan, demi sebuah proses dan demi pelampiasan cinta…

Cinta, kata para pujangga adalah anugerah dan begitu banyak orang mengartikannya, hingga banyak orang buta karenanya… termasuk aku, bagiku cinta tak pernah bisa kupahami, bahkan membuatku jadi “gila” dan amat menyiksaku waktu itu…

Siapa yang tak pernah jatuh cinta, kuyakin Anda pasti mengalaminya bukan? tp bagaimana jika cinta itu tak pernah terbalas? bagaimana jika cinta itu ternyata direbut oleh teman sendiri, teman yang waktu itu sangat aku percayai, sampai suatu pagi aku memergoki mereka bermesraan di depan mataku.. oh.. ;(( Hingga bagaimana jika cinta itu harus jatuh pada orang yang seharusnya tak mungkin aku miliki.. ;(( sakit, perih, campur aduk… selalu menyakitkan waktu itu…
Besarnya rasa cinta pada orang2 yang kusayangi justru menyiksa dalam jurang batinku waktu itu, “Persetan! Kenapa gadis itu berubah total, begitu aku mengatakan cinta, kenapa kau mengkhianatiku? kenapa aku harus melihatmu bahagia dengannya..? Kenapa aku harus jatuh cinta padanya, pada orang yang berhati beku, kau bisu.., kau angkuh "memutuskanku", kenapa dan kenapa?” Rentetan pertanyaan misteri yang selalu menghinggapi dan tak pernah terjawab di tengah kepolosan hidupku kala itu… Marah! kecewa !! nggak terima !, campur aduk jadi satu... “Cinta-cinta, deritanya tiada pernah berakhir…” kata Patkay dalam legenda China…

“Ikhlas dan terus berupaya berpikir postif” saran dari orang-orang bijak. “Ikhlas” kata yang sejuk, tapi bagiku untuk mengaplikasikan dalam kehidupan nyata butuh proses yang panjang. Menjadi orang yang berlapang dada bagiku tidaklah gampang, bahkan karena cinta, dua tahun yang lalu aku makin menjadi orang introvert, perenung, tak punya gairah dalam hidup.. waktu itu bila aku melihat wajahku di cermin selalu merasa lebih tua dari usiaku… (*kenyataannya sekarang memang juga sudah tua)

Pada sebuah masa, puncak akumulasi dari kekecewaan, kepenatan dan kebosanan hidup yang aku alami, aku pernah hengkang bermodal nekat untuk membunuh kepenatan hidup, dalam waktu seminggu aku melakukan perjalanan dari Jogja – Semarang – Surabaya – Situbondo, tujuan utamanya hanya satu, untuk melampiaskan kepenatan yang waktu itu serasa membebani hidupku.. jika aku mengingat petualangan itu.. “ah.. nekat betul aku ini…” menyusuri kota-kota yang selama ini belum pernah aku singgahi, semua kulakukan sendiri dan hanya dengan bantuan komando sms dari kawan2 terbaikku.
Sekarang kalau aku berpikir ulang, mungkin kalau tidak nekat dan karena “pelampiasan cinta”, aku tak mungkin sampai di kota Semarang – Surabaya - Situbondo dalam waktu yang beruntun, dan tujuan utamanya; pelampiasan, meskipun "kubalut" dengan bahasa silaturahmi mengunjungi kawan2 lama di kota-kota itu…


Suatu hari di ujung timur pulau Jawa, aku berkunjung ke rumah teman kuliah semasa di Jogja, aku memintanya mengantarkanku ke bentang alam terindah di Situbondo. Pasir Putih adalah sasaran waktu itu… Di pagi yang cerah mentari menyinari selat Madura, hamparan pasir putih tulang kecoklatan bak beludru di sempadan laut dan daratan, riak-riak air berkilauan memantulkan cahayanya, sementara kapal-kapal bercadik berwarna-warni bertandang di bibir pantai yang berlatar belakang nyiur kelapa melambai dan bukit hijau nan elok. Kulihat di antara kapal-kapal bercadik, ditambatkanlah lusinan kano yang memang disewakan untuk para pengunjung dan "penakluk" pantai. Kulihat juga di selat itu ada anak seusia SMA begitu asyiknya naik kano, hingga aku terbesit untuk menantangnya berlomba... (*Sebelumnya aku gak pernah tahu yang namanya “kano” itu seperti apa? apalagi menaikinya...), dan waktu itu karena sulutan pelampiasan aku memberanikan diri “berkano ria”, yg saat itu tak pernah terbayangkan dalam hidupku… mendayungi selat Madura.
Di tengah asyiknya berselancar temanku lebih memilih menunggu di daratan sambil berteriak-teriak; “Jon… Jon… Jonnn....!!! edan koe.. hey..!!! hooeey...!!! ojo adoh-adoooh… !!!” sementara aku tetap mengayuh dayungku dan tak sedikitpun mempedulikan suaranya... laju dayungku begitu kencang
hingga sampai 2 km lebih dari jarak bibir pantai Pasir Putih tak kusadari... di tengah lautan itu aku mengumpat sepuasku.. "ARRGGGHHHH...........!!!"
Bila mengingatnya, aku sekarang berpikir
Gila', andai aku nggak bisa berenang dan tiba-tiba ombak besar datang, mungkin aku akan tenggelam dalam kedalaman dan dimakan hiu yang mungkin berlalu-lalang di bawahku waktu itu...


Menikmati sunset di selat Madura, bermain istana pasir dengan anak-anak kecil yang masih polos, telah mengurangi kepenatanku waktu itu.. serasa luntur bebanku.. Beberapa hari berikutnya setelah masa hengkangku itu, aku kembali ke Jogja. Rasa memang tak pernah berbohong, rasa sakit campur aduk itu masih terus mengikutiku di kota ini, antara aura negatif dan positif selalu berperang dalam batinku, “persetan kau..!!! tapi buat apa meratapi nasib dan menyesalinya?” mencoba untuk selalu mendekatkan diri padaNYa, ya.. itu saran dari orang2 bijak, bukankan Tuhan telah mengajarkan pada umatnya untuk tidak jadi perenung yang selalu menggerutu dan meratapi nasib? Benar, buat apa aku terus memaki-maki “batu” yang selalu membisu. Salah satu cara yang kupilih untuk merubah haluanku tentang cinta, bagaimana aku bisa melupakan, menaklukkan cinta, membalas dendamku dengan caraku, mengalihkannya, yakni dengan KOMPETISI.. yaah.. kompetisi sebagai bagian dari caraku untuk melampiaskan cinta yang telah menyiksaku…

Kompetisi telah mengalihkan akan masalahku, ia mengajariku untuk lebih banyak belajar menerima kekalahan, belajar menjadi baik dan lebih baik lagi serta untuk tidak pernah menyerah. Jujur harus diakui, berkompetisi di dalam negeri memang lebih banyak kekecewaan yang ditemui, kecewa bukan karena tidak menang, tapi karena panitia jarang yang bisa bersikap konsisten dengan apa yang telah ditentukan, cenderung sak geleme dewe, "curang", tidak adil, dsb. Namun jika aku waktu itu yang kupikirkan semata-mata "hanya untuk menang", mungkin sejak dulu aku berhenti dan tidak akan pernah ikut lagi dengan namanya kompetisi di dalam negeri. Apalagi dilihat dari segi waktu dan biaya, mengirim karya dengan cara konvensional kalau dikaji ulang, mungkin akan banyak ruginya, bisa dibayangkan untuk membuat karya dalam bentuk print out, bahan pendukung sampai dengan jasa pengiriman pos ekspress, bisa merogoh kantongku antara 30 – 50 ribu setiap kali pengiriman. Jika dikalikan dengan puluhan kompetisi yang kuikuti, mungkin sejak dulu aku sudah kapok !!! dan terhenti...

Menerima puluhan kali penolakan/kekalahan memicuku untuk "balas dendam", ambisi menang telah menjadi nafsu setan dalam tubuhku… membuatku semakin “bernafsu”, juga jadi simbolisasi untuk terus mengibarkan bendera kemenangan, sekaligus makin meleburkan dan melupakan masa lalu..
Dalam batinku kala itu; aku selalu yakin bahwa suatu saat aku akan menaklukkan dan membuktikannya di Zibalbogallery..

suatu hari ada yang berkomentar cukup pedas di galleryku ini,
X; "Buat apa mengikuti kompetisi logo di dalam negeri ?, capek!, mending ikut di luar sana, lebih fair lebih n … …"
XX; "Logo-logo Anda cacat semua.. ngaku-ngakunya baladewa, saatnya buka mata lihat dunia..."
XXX; "Aduh mas, masak logo kayak ekor ikan paus, logomu payah n maksa banget.. jelek, kl gak mau dibilang parah, kaku, n bla… bla…

Belum komentar lain yang tak perlu aku tuliskan di sini, yang mungkin kl dimasukan hati bisa membuatku sedari dulu terhenti dari arena ini…
Mencoba berpikir positif adalah cara untuk terus mengoreksi diri (*meski dalam hati tidaklah gampang menerimanya…)
dan mengikuti kompetisi desain di dalam negeri tak pernahku absen darinya..

Siang itu di kala aku pulang dari tempat kerja, aku langsung masuk kamar buru-buru menghidupkan komputer kesayanganku dan mulai online, rasa penasaran membuatku tak sabar ingin segera melihat pengumuman pemenang kompetisi yang ku ikuti ke-25 kalinya, yakni lomba logo 60 tahun UGM di situs www.ugm.ac.id, yang memang jadwal pengumuman pemenangnya di hari yang menyengat itu...
Betapa kagetnya ketika kulihat di web kampus bergengsi itu terdapat nama yang begitu akrab di telinga dan mataku, dengan jelas tertulis nama dengan headline bombastis pula di sana, pandangan mataku makin kudekatkan di depan layar monitor, mataku kukerutkan, kupelototkan, kukedipkan berulang-ulang dan
kukucek-kucek untuk memastikan aku tidak sedang bermimpi, tangan kananku gemetaran memegangi mouse, jantungku berdetak kencang dan makin kencang... aku terus memastikan ini NYATA, yah ini bukan mimpi.. ini NYATA.. aku melompat sekuat tenaga.. dan berteriak histeris “AKU MENANG… AKU MENAAANG… AKU MENAAANG…!!! Hingga aku tertunduk tersujud syukur.. terpaku.. terharu.. ingin menangis tapi tak mampu... setahun aku menunggu dan ingin mewujudkan mimpiku itu.. yah saat itu aku bagai di puncak bukit mimpi menjadi nyata yang selama ini aku daki… (Allah mungkin sangat kasian padaku, hingga Dia mengabulkan doaku... alhamdulillah...)

Beberapa menit berlalu, kusandarkan punggungku di tembok kamarku, kuselonjorkan kakiku perlahan-lahan, aku mulai menghela nafas... kuambil handphone di atas meja itu, lalu jariku sibuk memainkan keypad-nya untuk memberi kabar bahagia pada orang-orang yang selama ini mensuportku, sms
balasan simpatipun beruntun, juga ucapan selamat dari kawan2 di YM menyerbuku.., aku lihat juga blog kesayanganku mendadak traffic counter-nya naik drastis… dan aku hanya tersenyum..
Kemenangan waktu itu sungguhlah aku maknai teramat dalam; simbol pelampiasanku terhadap sebuah kekecewaan sepertinya terbayar, bukan terbayar dari segi nominal
hadiahnya, tp terbayarnya atas ambisiku yang sejak pertama kali kuputuskan dan kuproklamasikan dalam visi dan misiku di blog ini..

Kekalahan bertubi-tubi telah mengajariku untuk jangan pernah jadi pecundang. Jika dari Anda mengikuti perkembangan blog ini sejak kubangun satu setengah tahun lalu, mungkin akan tahu bagaimana perjalanku untuk dapat berdiri di sebuah puncak kemenangan, hingga orang-orang yang pernah mencibirku, menganggapku orang yang goblog tapi sok tahu, akan mengatakan “hidup Joni.. !!! kau hebat ! kau telah berhasil mewujudkan mimpimu... dalam benakku aku hanya tersenyum, "aku berhasil melampiaskannya... yah aku telah berhasil...!!!"


Waktu kini telah berlalu, kedunguanku akan cinta masa laluku telah
terlampiaskan… dan perlahan mulai terkubur di tengah makin gencarnya persaingan di dunia yang telah aku pilih; dunia kompetisi.. dan aku tak ingin, terhenti...

Blogging & kompetisi mengajariku untuk berupaya berdiri tegak di atas gelombang, menjadi lebih baik dan lebih baik serta lebih dewasa, menggembleng, mendidik dan menghargai akan sebuah proses, bahwa hidup tak boleh menyerah, meskipun luka di kaki teramat sangat. Seperti sebuah kata bijak; tak ada seorang ksatria perang yang tak pernah terluka, tak ada balita yang belajar berjalan, tak pernah terjatuh hingga keseimbangan mengajarinya menjadi orang yang tangguh…

Terima kasih ya.. Allah.. Kau telah menunjukkan makna hidup dengan cinta… Terima kasih untuk orang-orang yang telah membuatku seperti ini dan telah menunjukkan jalanku, serta terima kasih untuk orang-orang yang telah menolongku di saat aku merasa dalam badai keterpurukan, semoga kebaikanmu selalu mendapatkan balasan dariNya… amien.

Cinta, Pelampiasan, Kompetisi & Blogging telah mengajarkan arti cinta, bahwa tiada yang salah dengan cinta, dan ia memang tak selamanya harus memiliki, meski untuk memaknainya membutuhkan proses yang panjang, berliku dan terjal. Kekalahan dan kemenangan telah menginspirasi blogku ini untuk terus bergelora.. sebab hidup bukanlah diam.. melebarkan sayap dan terbang. Walaupun sayap ini tak akan pernah sempurna, aku selalu percaya bahwa kelak aku akan dapat terbang seperti elang bermata tajam... insyaallah

Tulisan ini hanyalah sampah pelampiasan yang kuabadikan dalam sejarahku, mungkin Anda melihatnya serasa lebay, narsis, sadis, romantis, melankolis... atau apapun… namun bagiku; Aku begitu LEGA, yaa.. aku leggaaa... menuliskannya...

Nanti, besok, pekan depan, bulan depan, tahun depan atau kapanpun jika aku masih diberi umur panjang, bila aku kembali membaca diary kompetisiku ini, aku yakin kan menertawakan diri.. sambil bergumam "walah Jon.. Jon.. ngopo e.. koe kui? sampai segitunya? Gila loe ya? WONG EDAANN !!! orang yang aneh! Dan aku kembali tersenyum kemudian tertawa lepas... ha..ha..ha.. ha... :))))
aku telah berhasil melewati masa-masa itu...

====================================================================
*untuk orang-orang yang pernah aku cintai, terima kasih.. semoga kau selalu berbahagia hidup dalam dunia dan keluargamu.. salam untuk anakmu dari Omnya ini…
*untuk orang2 yang pernah aku cintai; maafkan jika aku harus menuliskan ini... maafkan, demikian juga aku telah memaafkan kesalahan2mu… andai aku piawai memainkan gitar akan kunyanyikan tembang “Hanya Ingin Kau Tahu” dari Republik untukmu...
*untuk teman maya/nyata yang telah menolongku di tengah keterpurukanku.. aku kirimkan lagu spesial;
“You Raise Me Up” dari Josh Groban sebagai tanda terima kasihku untukmu semua.. thx for all…

kaji dan pahami lebih dalam...

Rabu, 26 Agustus 2009

Gathering Indonesian Logo Designer di Amplaz

Berawal dari ajakan teman chat; si wawan (OverDozes) untuk gabung di acara copdar Indonesian Logo Designer (ILD) di Tamansari food court Ambarukmo Plaza (25/8/09), hemm.. dalam benakku yang akan datang di acara itu, tentu master2 para pemburu dollar di negeri logo contest, wew… bisa minder aku ini kalo bertemu dengan mereka, apalagi menyadari kurang aktifnya diriku bertempur di 99designs.com dan baru join di Logotournament.com akhir bulan Juli lalu.. tapi rasa penasaran dan ingin berguru dengan mereka membuatku semangat bergabung di acara tadi malam…
Ya.. acara gathering ILD yang dihadiri 5 orang pecinta desain logo dan baru pertama kalinya copdar ini berlangsung seru …

Dalam benakku; “wew… akhirnya aku bertemu langsung dengan jago-jago desain yang selama ini aku belum pernah lihat batang hidungnya…”
Dan kawan yang paling aku kenal disitu awalnya hanya OverDozez (pendiri ILD), yang memang kenal sudah lama lewat YM sejak sebelum dia join di LT, dan kabar terakhir berhasil meraih 18 kali kemenangan… waow..
ketiga jago logo lainnya yang selama ini aku belum pernah mengenalnya dan baru melihat nick di contest logo di LT; Joe Dexter, Ualz & Amrino.
Joe Dexter yang memang keren2 desain logo 3Dnya dan Joni salut akan mimpinya Joe untuk menyatukan desainer logo Indonesia mulai dari wilayah Jogja. Ualz; yang masih berstatus mahasiswa dengan gelar komunitas “autis” dengan lusinan kemenangan di 99 dan LT. Serta satu kawan yang tergolong baru di LT; Amrino dari Ambon. Wah aku ini merasa berada di level jauh di bawah mereka... :P jadi tambah semangat aku bos untuk belajar dengan mereka… tengkyu ya… :D

Perbedaan frame of reference dan jarangnya bergabung di contest dan forum membuatku lebih banyak jadi pendengar di acara copdar itu.. sembari berguru dari pengalaman-pengalaman kemenangan mereka…. (*dalam hati; “wuih.. sangar tenan mereka…”:D
Setelah ngobrol ngalor-ngidul di Amplaz dan berlanjut di pecel lelean, dan berlanjut di markasnya Ualz; dan membuatku surprise; ternyata jagoan-jagoan desainer logo di 99dsgs; TiChuz, Ualz, hoho, dutt, amayadori (meski aku blm mengenalnya). Ternyata sarang para dedengkot komunitas Magelangan di 99, ada di satu kompleks perumahan denganku.. (pikirku… achh.. sempitnya duniaku ini… ternyata jagoan2 di dunia maya itu, di dunia nyata ada di sekitarku... Kl aku gak ikut copdar, mana aku tau di kontrakan diantara gang-gang itu ternyata saranganya para penambang $ di negeri contest logo… ho..ho.. ho...

Setelah ngangsu kawruh dengan mereka, copdar dilanjutkan mampir di rumahku, untuk sekedar silaturahmi dan copas dokumentasi copdar td..
kebetulan jarak kedua rumah hanya beberapa ratus meter, dengan melewati jalan & beberapa tikungan di kompleks perumahan di kawasan Candi Gebang... Tengkyu sodara2 dah mau mampir.. sorry kl tak ada jamuan makan malam yang membuat perut kenyang :D


Hemm… bener juga kata si Joe.. bagaimana kalo desainer2 logo Indonesia berkumpul jd satu, di mulai gathering dari Jogja untuk Indonesia… meski baru dihadiri lima orang, semoga dengan postingan ini akan semakin memperbanyak desainer-desainer logo Indonesia untuk join di Indonesian Logo Designer, join bukan hanya untuk mempertebal kantong pribadi dengan dollar, tapi saling guyup rukun untuk sama2 berkarya hingga dampak akhirrnya akan membanggakan Indonesia lewat ajang kontes desain logo di mata dunia (*sepertinya tidak berlebihan to? :))

kaji dan pahami lebih dalam...

Jumat, 31 Juli 2009

JONI di JUNI & JULI

Tag judul postingan ini mungkin kedengaran agak maksa :) He..he.. dan postingan kali ini sekedar berbagi pengalaman dalam berkompetisi dari Joni di bulan Juni dan Juli..

Kadang dalam hidup ini kita sering mengandai, merencanakan hal yang muluk-muluk, bermimpi tingkat tinggi dan untuk mewujudkan keinginan itu kita telah berusaha keras, tapi kalau Allah belum merestui, semua keinginan itu hanya akan menjadi khayalan belaka...
Meskipun hasil akhir dari sebuah khayalan adalah kekalahan, tapi sudah berusaha mewujudkan mimpi sesungguhnya merupakan sebuah "proses kemenangan sejati..."
Ini seperti Joni Balbo alami;
sudah lamaa.. sekali.. hati ini berambisi ingin "bertengger" di Jakarta lewat ajang kompetisi desain, namun sampai saat ini belum tercapai dan baru sampai di level juara harapan 2 di Kemenpera. (*tapi bagaimanapun tetap harus disyukuri… Alhamdulillah)

Bulan Juni – Juli, Joni mengikuti deretan kompetisi desain bergengsi di antaranya Sayembara Logo dan Maskot Iman dan Ines di DEPKOMINFO, Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dan lomba poster IPDA (Indonesia Printer Design Award 2009); yang ketiganya “berlabel” Jakarta serta satu kompetisi lomba logo TATV di Solo (*). Namun keempatnya berakhir dengan khabar ketidak beruntungan. Ho.. ho.. Ya.. Allah semoga kelak aku dapat menaklukkan ! Jakarta… Amien..

Logo di bawah ini adalah logo yang diikutkan dalam sayembara logo MRT Jakarta, namun logo ini tenggelam bersama 700 desain logo dari kompetitor lainnya... Dan jika dari Anda penasaran logo pemenangnya, bisa dilihat di web penyelanggara dan bisa membandingkan dengan logo yang kurang beruntung ini...


Berkompetisi sama halnya mengadu nasib, diiringi usaha dan doa mengharap rejeki juga prestise. Keinginan menang itu pasti, tapi kemenangan tak akan bisa ditebak, dan kadang apa yang tidak diperkirakan dalam berkompetisi, justru berakhir dengan kabar cemerlang. Pengalaman ini seperti Joni Balbo alami dalam lomba logo Perhimpunan Biologi Indonesia (PBI) di Bogor. Desain logo yang Joni buat dalam waktu singkat, justru dalam pandangan juri merupakan logo terbaik ke-dua di antara desain logo lainnya.. Alhamdulillah...
Semoga kemenangan lomba logo di UGM Jogja kemudian PBI Bogor, adalah grafik terbaik sebelum bertengger di Jakarta.. amien.
Adapun logo rancangan Joni yang berhasil meduduki jawara ke-dua ini mengambil
konsep DNA dan Biologi.


Ketika liburan akhir tahun pelajaran di awal bulan Juli, Joni Balbo juga sempat mencoba mengadu nasib dengan mengikuti kompetisi dan bermaksud menyusul kawan-kawan desainer logo Indonesia yang sudah go international dan meroket dengan hebatnya.

Maksud hati ingin mengejar kereta yang jauh meluncur, tapi ternyata "mesin ini" memang harus diasah dan diasah lagi..
Setelah mengikuti 9 kali kontes di logotuornament.com, alhamdulillah kemenangan pertama dapat kuraih untuk logo BestAgentTV.com dengan Contest Holder dari negeri Canada. Kemenangan contest pertama di luar negeri ini mungkin bagi Anda tak berarti, tapi bagi Joni Balbo adalah pengalaman yang sangat berarti..

ya.. begitulah rejeki, sampai kapanpun tak akan pernah bisa ditebak, tapi dengan doa dan usaha sungguh-sungguh, maka keberuntungan pasti akan kita temui, bukan begitu?
jika bukan "rejeki" uang, pengalaman dan wawasan merupakan imbalan bagi kita yang mau terus berusaha.. semoga…

=========================================================================
(*logo & maskot Iman & Ines, Poster IPDA, & logo TATV sengaja tidak dipublish. harap maklum, thx)

kaji dan pahami lebih dalam...

Rabu, 10 Juni 2009

“KUNTUM”, Keberuntunganku Beruntun


Menebak rejeki memang seperti menebak buah manggis, susah-susah gampang dibuatnya.. Setelah "menggebu-gebu" dan optimis untuk dapat bersaing di beberapa kompetisi nasional di antaranya; sayembara logo & brand image pariwisata kota Pagar Alam (logo tidak dipublikasikan), BIA 2009 dengan jagoan “BESANS”, dan slogan Suramadu, namun berakhir dengan kabar "biasa saja" alias “kusudah kebal mendengarnya” :-).

Tak disangka, tak diduga rejeki itu rupanya datang dari penjuru yang lain, dari kompetisi yang lebih didasari "semangat berpartisipasi dan mencoba peluang"; yakni lomba logo majalah “Kuntum” Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
Alhamdulillah… Ya Allah…

Di atas info pemenang lomba logo kuntum diambil dari majalah Kuntum edisi Juni 2009. Tertulis dengan jelas Juara satu tidak ada. Menurut panitia; pemenang pertama tidak ada, dikarenakan desain yang masuk ke meja juri gak ada yang layak untuk menjadi juara pertama (*mungkin jurinya memang benar-benar sangat selektif).
Dan alhamdulillah kolaborasi nama barat dan timurku berada di urutan ke dua dan di posisi ke tiga, Bima Surya Pamila.

“Kuntum” benar-benar keberuntungan beruntun, setelah berjaya di Gadjah Mada dan kenal dengan pemenang kedua lomba logo 60 tahun UGM bernama Bima, kemudian berlanjut di chatingan YM dan sempat terucap kata bernada harapan, rodo nantang, guyon sekaligus basa-basi antara Joni dan Bima; “semoga kita bisa bertemu lagi di Kuntum Bim”, rupanya hal itu benar-benar menjadi kenyataan, dan alhamdulillah... sejarah kamipun terulang…

Bima Surya Pamila adalah designer grafis dari Petakumpet yang bergelar “Desainer Manual Langitan” wew… gelar yang Mantaps!
Ayo Bim, terus berkompetisi lagi…! dan semoga, kita selalu bertemu pada kompetisi-kompetisi berikutnya, harapannya semoga selalu pada posisi jawara :-) Amien…

Logo di atas adalah logo majalah Kuntum hasil ramuan Joni Balbo dalam versi warna, dengan konsep bulan sabit dan “kuntum”, benar-benar membawa keberuntungan yang beruntun.

Semoga keberuntunganku ini selalu keberuntungan yang terus beruntun, bagi Joni pribadi dan bagi Anda semua; tamu-tamu terhormat di Zibalbogallery…
amien…

kaji dan pahami lebih dalam...

Minggu, 07 Juni 2009

Seni Instalasi di Spelanta

Hidup adalah proses pembelajaran dan perjuangan yang tak kenal lelah dan menyerah…

Dengan agama hidup menjadi terarah, dengan ilmu hidup menjadi lebih maju dan mudah, serta dengan seni; hidup akan menjadi lebih indah.

Lalu bagaimanakah mengajarkan seni dengan cara yang terarah, mudah dan indah? Ya.., pada postingan istimewa kali ini, Joni Balbo akan berbagi sedikit pengalaman tentang bagaimana mencoba mengupayakan dan menerapkan itu semua dengan cara yang "menyenangkan".

Sekedar untuk dimengerti pengunjung Zibalbogallery; bahwa blog ini dibangun salah satunya dilatar belakangi “konsep Zi”; yaitu semangat belajar dan mencoba mengajarkan pada diri sendiri tentang “bagaimana belajar menjadi baik dan lebih baik lagi?”.

Bukan bermaksud untuk menggurui, namun karena di dunia nyata, Joni berprofesi sebagai pengajar (meski bukanlah guru terfavorit, tapi saya berupaya menyenangkan di tengah-tengah murid-muridku :) jadi mohon dimaklumi bila “suasana kelas” terbawa pada postingan kali ini… :)

Jika beberapa bulan lalu Joni Balbo memosting karya poster kelas 8 (Parade Poster Karya Siswa Spelanta), maka pada edisi “mendidik dan mengajar” kali ini, Joni akan berbagi pengalaman tentang bagaimana cara mengajarkan proses berkesenian (khususnya seni instalasi) untuk para ABG di sekolahan..?

Berikut laporannya…

Jika di antara Anda ada yang berprofesi sebagai pengajar, maka memberi contoh konkrit dan mendemonstrasikan di depan kelas, saat proses pembelajaran berlangsung, adalah cara yang “mengagumkan” dan menyenangkan dalam pandangan murid-murid.
Mendemonstrasikan karya seni instalasi pribadi, memberi contoh yang bersumber dari internet dan menampilkannya lewat media LCD, atau dengan memberikan contoh foto-foto seni instalasi terkini, hingga sampai bagian pokok pelajaran yaitu memberi penjelasan tentang pengertian dan manfaat mempelajari pelajaran yang dimaksud, akan memberikan cakrawala yang luas, bahwa belajar seni “yang baik” adalah yang mampu menyentuh semua lini kehidupan.

Metode selanjutnya yang saya terapkan di kelas adalah dengan membagi tiap kelas menjadi beberapa kelompok (1 kelompok terdiri dari 6 siswa), pertemuan demi pertemuan diupayakan efektif, karena jumlah jam pelajaran seni di sekolah hanya 1 jam / 40 menit untuk tiap minggunya (menyedihkan memang).

Biasanya sebelum pelajaran serius dimulai, saya kadang berbagi pengalaman pribadi, serta berbagi info dan cerita lucu yang didapat dari internet, kadang joke2 konyol dan garingpun menjadi menu warming up dalam proses pembelajaran. Dengan cara seperti ini, saya sangat mengerti bahwa siswa pasti akan merasa senang mendengarkannya (saya bisa bicara seperti ini berdasar pengalaman di kelas ketika melihat ekspresi wajah mereka saat mendengarkan kegagalan saya dalam berkompetisi, apalagi sebuah kemenangan).

Setelah itu semua dirasa cukup, saya kemudian mengharuskan anak-anak untuk berdiskusi di setiap kelompoknya dengan durasi 5-10 menit, hingga akhirnya saya menghampiri masing-masing kelompok dan melakukan share dan brainstorming untuk memperkuat konsep tentang karya yang mereka rencanakan. Memberikan kebebasan mereka memilih tema sesuai dengan selera kelompoknya, serta memberikan kebebasan berpikir sesuai jiwa remaja dengan tidak terlalu “mendekte” adalah bagian upaya menumbuhkan kreativitas “tanpa batas”. Mengajak siswa berpikir krtitis terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitar adalah salah satu tujuan dari pembelajaran ini. Dengan cara mengadopsi bimbingan ala skripsi seperti apa yang pernah saya alami di perguruan tinggi, dan mengajarkan bagaimana cara menyusun konsep laporan secara sederhana, hingga proses berkarya sampai mengujikannya di depan penguji merupakan bentuk pertanggung-jawaban dari sebuah proses pembelajaran yang menantang.

Jika sebagian dari Anda pernah menjalani ujian skripsi, kurang lebihnya begitulah cara saya menguji murid-muridku, karena kapasitas mereka sebagai pelajar kelas 9 (kelas 3 SMP), tentu ujian dilakukan tidak “seekstrim” di perguruan tinggi, alias dilakukan secara berkelompok. Di depan guru penguji, masing-masing siswa dari setiap kelompok diminta mempresentasikan proses kreatif hingga demonstrasi dengan ending tanya jawab dan debat pendapat menjadi bagian yang seru di episode ini. Dalam ujian akhir, untuk membuat ujian “benar-benar ujian”, Joni menggundang Mr. Ali Antoni, teman guru dari luar sekaligus berprofesi sebagai seniman dan budayawan yang memang pakar di bidangnya.

Luar biasa anak-anak berpendapat dan memainkan bahasa simbol sesuai dengan perspektifnya, banyak ditemukan siswa-siswi piawai beradu argument dan berpotensi menjadi “seorang ahli di kemudian hari”, sesuai dengan minat dan keahliannya pada mata pelajaran tertentu dan hal ini kadang yang membuatku tecengang, hingga akhirnya sayapun dengan jujur justru banyak “berguru” dari mereka :)
Untuk ukuran pelajar SMP, karya-karya mereka menurutku sudah luar biasa, baik dari segi konsep maupun visualnya.
Seperti apa saja karya mereka? Berikut karya-karya seni instalasi terpilih dari siswa-siswi Spelanta (SMP N 9 Yogyakarta)


Karya Satya CS dari kelas 9D; diilhami dari “runtuhnya” perekonomian Amerika yang mempengaruhi dampak perekonomian global. Karya dengan mengadopsi permainan domino yang berbahan kardus bekas yang dibentuk dan dirangkai menjadi balok-balok berjumlah belasan, mulai dari balok yang berukuiran 25 cm x 25 cm x 10 cm, hingga balok yang berukuran 150 cm X 150 cm x 20 cm. Untuk mendukung konsep perekonomian, maka “disebarkan” uang seribuan hingga ratusan ribu rupiah di antara balok-balok simbol berbagai lambang negara di dunia. Sebagai bagian akhir presentasi
agar lebih dramatis, diakhiri dengan demonstrasi karya tersebut dirobohkan dari balok berukuran besar (simbol bendera Amerika) sehingga “menimpa” balok-balok yang lebih kecil di depannya.


Tema pemanasan global paling sering muncul pada karya seni instalasi ala Spelanta kali ini, dengan berbagai visualisasi yang beragam, misalnya karya Andy Setia cs dari 9F yang lebih menyerupai seni patung, dengan membuat globe dari bola plastik dan patung tangan yang sedang menyalakan korek api dan “membakar” bumi. Juga karya dengan konsep lapisan ozon yang berlubang dengan menggunakan dua bola plastik dengan ukuran yang berbeda tampak pada karya Yanwar cs kelas 9B. Ada juga globe tiruan dengan konstruksi rangka kawat yang di dalamnya berisikan balon kemudian pada bagian akhir presentasi dilakukan ritual meledakkan "balon bumi" tersebut dengan pompa angin.
Tema kebakaran hutan juga muncul dari kelas 9C, dengan ending presenstasi karya benar-benar dibakar, yang menggambarkan kasus kebakaran hutan di beberapa daerah di Indonesia.


Pengalaman exotic erupsi gunung Merapi juga menjadi sajian yang menarik pada ujian kali ini, yaitu karya M. Hasbi Cs. dari 9B; dengan membentuk miniatur gunung Merapi dari rangka kawat yang didalamnya terdapat botol kemudian dilapisi bubur koran bekas. Dengan bagian akhir demonstrasi memasukkan cuka kedalam “gunung” yang berisi soda abu, sehingga menimbulkan “erupsi lahar”, simulasi meletusnya gunung Merapi terwakilkan pada karya ini.


Konsep kerusuhan antar suporter sepak bola tampak pada karya Ade Fadil CS. dari kelas 9E. Persepakbolaan Indonesia yang mengalami kemunduran, ditambah sering terjadinya kasus kerusuhan antar suporter saat kompetisi lokal berlangsung. Kerusuhan yang dalam pandangan anak-anak kelas 9E akan dapat menurunkan martabat persepakbolan Nasional di mata dunia divisualisasiakan dengan replika stadion sepak bola. Dengan pendukung konsep menggunakan kelereng yang berwarna warni yang “diletakkan” pada tempat duduk dengan kemiringan tertentu, kemudian dengan demonstrasi membuka batas pagar sehingga terjadi benturan-benturan antar kelereng yang merupakan simbolisasi saat terjadinya kerusuhan antar suporter sepakbola di Indonesia.


Konsep budaya lokal yang mulai pudar akibat pengaruh globalisasi, kesenjangan antara masyarakat miskin dan kaum borju, hingga pencurian budayapun hadir di sini. Salah satu karya tentang keprihatinan "hak paten" divisualisasikan dengan patung kancil yang “membawa batik” dan sedang melompat dan menyeberangi dua negara.


Tema pemilu seperti tampak pada karya Riris Cs. 9E merupakan bentuk “penyindiran” dari para calon legislatif, yang saat pemilu berlangsung begitu gencar tebar pesona. Dengan menggunakan media yang sederhana, yaitu bola plastik yag dicat kuning “ngejreng” dengan bibir merah yang "ndobleh", tiruan kepala yang lebih menyerupai maskot tersebut memakai peci dan dasi, melambangkan caleg yang sedang “mengobral” janji.

Tema keragaman budaya bangsa juga tervisualisasikan di sini, yaitu tampak pada karya kelas 9D, dengan media botol yang diisi air beraneka warna dan dengan ketinggian air yang berbeda, sehingga ketika botol tersebut dipukul menghasilkan nada-nada yang harmonis, yang melambangkan keberagaman budaya Indonesia. Perpaduan antara resonansi dalam ilmu fisika, seni musik, seni rupa dan budayapun berpadu di sini.

Kembali ketema pencemaran udara, namun dengan visualisasi yang unik, terdapat pada karya Hasbi cs kelas 9B, yaitu dengan memasukkan miniatur kota ke dalam aquarium, pada bagian dasar aquarium dihubungkan dengan dua buah selang, satu selang dihubungkan dengan botol berisi air susu dan satunya lagi dihubungkan dengan botol berisikan solar. Pada bagian demonstrasi tampak atraktif sekali. Air yang jernih melambangkan udara yang bersih, munculnya gelembung-gelembung solar dari dasar aquarium kemudian membentuk "lapisan ozon", dan pada bagian akhir, air susu dipompakan sehinggah air dalam aquarium menjadi keruh, sebagai gambaran pencemaran udara di suatu kota tampak benar-benar nyata.

Terpilihnya Obama sebagai presiden keturunan kulit hitam pertama di Amerika juga diangkat dalam karya seni instalasi di Spelanta. Visualisai Obama dari mannequin yang “didandani” ala malaikat, menurut Dealina Cs dari 9A merupakan simbol kesetaraan ras di Amerika.

Juga tema-tema lainnya, misal konsep "masa lalu" dengan visualisasi jam dinding yang di bongkar pasang sehingga jarum jamnya berjalan berlawanan. Juga tema simulasi gempa bumi di Jogja, kasus lumpur Lapindo, kasus kebocoran kunci jawaban UAS di beberapa sekolah di daerah, suap-menyuap dalam kampanye, korupsi hingga perang Israel & Palestina yang pernah berkecamuk tak luput dari tema seni instalasi di Spelanta. Karena keterbatasan gallery ini, beberapa dokumentasi dari karya tersebut tidak dipublikasikan di sini, kiranya karya di atas cukup mewakili dari tema postingan “mendidik dan mengajar” kali ini. Semoga..

Sebagai penutup; melalui Zibalbogallery; dicipta Pencipta, untuk mencipta, saya atas nama Guru mengucapkan salut dan bangga pada siswa Spelanta… BRAVO SPELANTA! :-D

Demikian pengalaman mengajarkan seni instalasi ala Spelanta yang dapat Joni bagikan, kritik sekaligus saran sangat diharapkan, dan semoga apa yang sedikit ini bermanfaat dan memberi inspirasi bagi pengajar seni dan pendidikan seni tingkat menengah di negeri ini…. Amien


Best Regards,
Joni Balbo

kaji dan pahami lebih dalam...

Jumat, 03 April 2009

Syukuran


Syukur Alhamdulillah… etape pertama skenario mimpi-mimpiku telah terlewati, sebagai refleksi agar tidak lupa diri dan tidak terlalu larut dalam kegembiraan, serta bisa kembali bangun untuk melangkah nun jauh di sana dengan harapan nan gilang gemilang, maka ditulislah tema “Syukuran” pada postingan kali ini…

Pada kesempatan ini Joni Balbo secara khusus mengucapkan kembali rasa terimakasih yang tak terhingga kepada dewan juri lomba logo 60 tahun UGM dan pihak UGM, terimakasih kepada Bapak Adisupo dari harian Kedaulatan Rakyat, harian Bernas, Jawa Pos Radar Jogja, khususnya kepada Mbak Lutfi Rakhmawati (mohon diralat namaku ya mbak, yang benar namanya JONI bukan JUNI, he.. he..) Media massa yang telah membantu melejitkan nama "Joni Martono" pada lintasan orbit planet desain logo, semoga galaxi mimpi-mimpiku lebih cepat kuraih berkat bantuan Anda semua.. sekali lagi terimakasih untuk semuanya...


Terimakasih untuk semua doa dan dukungan keluargaku, dari sahabat-sahabat terbaikku alumni Seni Rupa UNY angkatan '99, teman-teman chat di YM & FB, terimakasih kepada keluarga besar SMPN 9 Kotagede Yogyakarta, semoga “jadah tempe” yang dibagikan kemarin, meskipun sangat sederhana sekali, mudah-mudahan bisa menjadi pengikat tali silaturahmi diantara kita semua… Mohon maaf sekali untuk anak-anak Spelanta; "maafkan Mr. Joni tidak sanggup menraktirkan bakso untuk kalian semua dengan jumlah anak 620 siswa, semoga rasa bahagiaku yang kutulis di Zibalbogallery ini bisa ikut "mengenyangkan" kalian semua :))". Kepada Rekan-rekan dan anak-anak di Hamong Putra dan TK Budi Mulia Dua Seturan, thx buat semuanya. Pemuda-pemudi Karang Taruna Gebang Abhimana Satya, matur nuwun untuk kehadirannya di pengajian syukuran kemarin.

Pada kesempatan ini Joni juga menyadari, jika ada puji pasti juga ada caci, jika ada yang menang mungkin juga ada yang merasa tidak senang, dan perlu disadari ini adalah bagian dari sebuah kompetisi, untuk itu semoga kita yang terlibat didalamnya bisa terus berupaya selalu siap, serta selalu berlapang dada...

Joni Balbo juga tak henti-hentinya mengucapkan rasa terimakasihku kepada semua yang telah berjasa bagi perjalananku, yang pada kesempatan ini tak bisa Joni sebutkan satu persatu, semoga kritikan yang pernah dilontarkan kepadaku hingga membuatku lebih baik dari sebelumnya, serta ketulusan Anda semua dalam berapresiasi di Zibalbogallery mendapatkan balasan yang setimpal dari-Nya... Amien.

kaji dan pahami lebih dalam...

Selasa, 31 Maret 2009

Logo 60 Tahun UGM


Laksana seorang “Laksamana Petualang Cinta” yang telah mencoba meminang puluhan gadis Nusantara, mulai dari “gadis-gadis” Ibukota Jakarta, Bali, Padang, Surabaya, Medan, Semarang, Bandung, sesekali mencoba ke luar negeri di Brussels - Istanbul, namun tebar pesonaku selama setahun lebih, ternyata tidak cukup memikat para pemikat, alias hasil akhir yang melekat adalah “penolakan beruntun”.
Dan siapa yang menyangka, setelah jatuh bangun di perantauan, ternyata “jodohku” bertemu dengan tetangga sendiri yakni di Jogja, tepatnya pada moment awal perayaan 60 tahun UGM.

Ya.. "jodoh" yang Joni Balbo maksud di sini adalah jodoh dalam konteks Zibalbogallery :)) yakni kompetisi desain logo di kampus Gadjah Mada Yogyakarta. “Jodoh” yang telah melambungkan nama asliku Joni Martono dari “wong ndeso” dalam waktu seminggu ini secara beruntun bak seleb dadakan di antero jogja dan sekitarnya, dikarenakan fotoku dengan wajah pas-pasan :) muncul di media online UGM serta media massa lokal “Radar Jogja” (26/3) dan “Kedaulatan Rakyat” (27/3), surat kabar ternama di Kasultanan Yogyakarta dan sekitarnya. Seumur-umur baru kali ini Joni bisa nampang di media massa dengan kabar gembiranya. Sebuah sejarah yang tak bisa dilupakan begitu saja, yang akan Joni bagikan untuk anak cucuku kelak, tentunya jika masih diberi umur panjang oleh Yang Kuasa... semoga...

Di atas, telah Joni Balbo publikasikan gambar konsep logo 60 tahun UGM dengan contoh aplikasinya pada media umbul-umbul. Logo yang membawaku pada posisi paling beruntung di antara ratusan peserta lomba logo lainnya dari seluruh Nusantara. Menurut penyelenggara lomba logo; Rektor UGM menilai, dari hasil 616 desain karya logo yang diikutkan dalam penilaian tim juri, hampir semuanya bagus. Namun pihak panitia lebih menitikberatkan pada makna logo yang berhubungan dengan tema Dies Natalis UGM. “Kita memilih yang sesuai dengan tema yang dicanangkan,” kata Rektor.

Adapun
secara singkat, konsep logo 60 tahun UGM yang mengantarkan pada keberuntunganku yang dimaksud adalah sebagai berikut;

[ Bentuk logo mengambil tema dari Dies Natalis UGM ke-60, yakni “60 Tahun UGM Membangun Sinergi Pelaku Pemberdayaan Masyarakat”, tema tersebut Joni Balbo terjemahkan sebagai interaksi aktif tiga pelaku pemberdayaan; yaitu Pihak Pemberdaya yang terdiri dari Institusi Pendidikan (UGM) dan Pemerintah, serta Pihak Diperdaya yaitu Masyarakat. Ketiga pelaku pemberdayaan masyarakat tersebut direpresentasikan kedalam simbol manusia dengan tiga warna yang saling bersinergi membentuk angka 60, yang merupakan perwujudan dari 60 tahun usia UGM bersama pemerintah dalam membangun dan mencerdaskan bangsa. ]

Sampai hari ini Joni-pun masih mencari-cari, menerka, menebak, mencoba memahami, kenapa begini, kenapa begitu; kenapa aku menuai kemenangan di kompetisi ke-25 kalinya, kenapa menang lomba logo di lembaga pendidikan selevel UGM, kenapa namaku sempat salah cetak di salah satu surat kabar, kenapa identitas pribadiku begitu di ekspos.. (kalo yang satu ini Joni maknai sebagai motivasi diri, syukur-syukur bisa memotifasi guru-guru lainnya:) amien.
Joni yakin ini semua adalah "rahasia-rahasia-Nya", yang mana Pencipta telah merencanakan dengan segala skenarionya dan
semoga kelak Joni tahu jawaban-jawabannya... Amien.

Sebuah pelajaran pengalaman hidup yang dapat kupetik; "rejeki, prestise, popularitas, pengakuan," segalanya telah diatur, tapi dia tidak akan datang jika kita tak pernah berusaha memperjuangkan dan mencarinya… bukan begitu?
Seperti apa yang telah kupatrikan dalam prolog blog;

Zibalbo: nama yang uniq, paduan timur dan barat, filosofi seni dan teknologi; mystery yg mengajarkan teka-teki dan arti perjalanan hidup, smangat pantang menyerah! dan yang pasti... menang kalah digariskan Tuhan, juga pilihan, maka harus benar-benar diperjuangkan!”

alhmdulillah... akhirnya kini aku bisa melaksanakan sebagian kecil dari apa yang pernah kutulis sendiri di blog ini setahun yang lalu...

Semoga keberuntunganku ini adalah keberuntungan beruntun, bagi Joni Balbo pribadi dan bagi Anda semua; tamu-tamu kehormatan Zibalbogallery. Amien…

=================================================
The Dreams Come True

kaji dan pahami lebih dalam...

Rabu, 25 Maret 2009

The Dreams Come True


"Semua berawal dari mimpi" kata tersebut sangat tepat dilontarkan karena tidak mungkin Joni siang tadi bersama dengan para finalis pemenang lomba logo 60 Tahun UGM bisa mendapatkan tempat terhormat dalam acara "penganugrahan & jamuan" dengan Bapak Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Sudjarwadi M.Eng, Ph.D., di UC UGM.

Alhamdulillah bisa mewujudkan sebagian mimpi-mimpiku bagiku sangatlah luar biasa sekali... Dan postingan ini ditulis bukanlah untuk “pamer”, tapi Joni Balbo maknai sebagai “tetenger” sejarah perjalanan single fighter karierku yang kurintis setahun lalu dari “NOL”, sebagai pijakan untuk melangkah ke masa depan yang lebih menantang dengan harapan-harapan yang lebih gemilang pula… Amien.


Pengalaman ini meyakinkan Joni Balbo pribadi bahwa; sudah menjadi ketetapan-Nya, kesuksesan tidak bisa diperoleh secara instan, semua perlu proses pembelajaran yang panjang, curam dan berliku, seperti layaknya air mengalir dari puncak gunung menuju samudra yang maha luas. Lewat postingan ini, Joni Balbo menganalogikan "mimpi - kegagalan & kesuksesan" dari pelbagai pengalaman sejarah tokoh barat, seperti seorang Einstein dengan teori-teorinya yang maha dahsyat berawal dari mimpi, seperti halnya Kolonel Harland Sanders membangun kerajaan bisnisnya berawal dari ratusan kegagalan.

Tokoh timur yang menjadi referensi “mimpi”, seperti tertulis dalam kutipan karya sastra yang pernah Joni Balbo posting, tentang “Sajak Paman Doblang” dari Rendra dan puisi karya Jallaludin Rumi layak menjadi motifasi diri. Demikian juga seperti Sun Zi Bing Fa, Jenderal dan Filsuf dari daratan China yang tersohor dengan ajaran strategi seni perangnya, yang mengajarkanku untuk terus mewujudkan kemenangan dengan pelbagai strateginya. Namun mimpi saja tidaklah cukup, usaha dan doa wajib dilakoni seperti agama mengajarkan kepada kita semua.

Sekali lagi, postingan ini ditulis bukan untuk menceramahi atau menggurui, tetapi lebih pada pengingat dan motifasi diri jika kelak Joni Balbo "loyo", semoga ketika kembali membaca tulisanku ini bisa bangkit dan lebih semangat lagi… Insyaallah.

Terimakasih kepada Anda pengunjung Zibalbogallery yang sudi membaca pengalamanku dan berapresiasi, semoga kita selalu menjadi bagian dari orang-orang yang pantang menyerah serta lebih bijaksana dalam menyikapi dan menjalani hidup. Amien...

==================================================
SYUKURAN

kaji dan pahami lebih dalam...

Jumat, 20 Maret 2009

Panjiku Berkibar di Gadjah Mada


Alhamdulillah.... sujud dan syukurku untuk-Nya, yang telah memberiku bakat dan kesempatan sehingga aku dapat terus belajar menjadi baik dan lebih baik lagi…

Joni Martono melanglang buana di dunia maya dengan jargon "Joni Balbo" dan bermimpi serta berambisi memenangkan kompetisi desain logo di dalam negeri akhirnya terwujud juga.... Setelah “gagal” untuk ke-24 kalinya dan kini kompetisi desain logo yang ke-25 kali, untuk logo 60 Tahun UGM, alhamdulillah namaku berkibar. Terimakasih kepada dewan juri yang terhormat, yang telah memilih karyaku menjadi karya terbaik di antara 616 karya lainnya.

Terimakasih untuk dukungan keluargaku dan orang-orang terdekat, terimakasih keluarga besar SMP Negeri 9 Kotagede Yogyakarta, anak-anak Spelanta yg saya sayangi & banggakan, smoga kalian semua ikut bangga atas kemenangan Mr. Joni Balbo :) Dan yang pasti smoga kalian semakin termotifasi, ingat; "prestasi diraih tak semudah seperti membalikkan telapak tangan", butuh semangat juang yang tinggi untuk menggapai segala mimpi, belajar lebih giat lagi diiringi dengan doa, pantang menyerah! Tunjukkan dan kabarkan pada dunia.... "AKU BISA !!!" Amien...

Terimakasih untuk semua kritik, saran,
sanjungan, bahkan cacian di Zibalbogallery, Anda semua yang telah menunjukkan "kelemahan-kelemahanku" dan membuatku menjadi lebih dewasa serta lebih baik dari sebelumnya.
Terimakasih untuk dukungan sobat-sobat pemburu lomba logo… sahabat-sahabat terbaik yang menjadi “guruku” dalam dunia kompetisi ini…

Mari terus berkarya, belajar untuk menjadi baik dan lebih baik lagi….
Dan semoga keberuntungan selalu menyertai orang-orang yang pantang menyerah… Amien


*dengan maksud tidak mau bersikap “lancang” dengan pihak UGM, untuk logo desainku blm akan dipublikasikan di Zibalbogallery sebelum UGM melaunchingnya.
Terimakasih & harap maklum.
============================================================================

update; 31 Maret 2009

Logo 60 Tahun Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

kaji dan pahami lebih dalam...

Sabtu, 14 Maret 2009

Parade Poster Karya Siswa SMP N 9 Yogyakarta

Di dunia maya, mengikuti berbagai kompetisi desain poster dan logo serta mengelola Zibalbogallery, bagi saya adalah aktifitas sampingan untuk terus mengasah kreativitas, tantangan, sekaligus hiburan yang menyenangkan. Namun di dunia nyata; provesiku sebenarnya adalah menjadi pengajar, untuk mata pelajaran Seni Rupa dan Desain di SMPN 9 Kotagede Yogyakarta, salah satu sekolah favorit di kota pelajar & kota budaya.

Beberapa minggu lalu, saya mengajarkan murid-murid tentang pembuatan poster dengan berbagai tema, teknik dan media; baik digital, manual serta collase. Sebagai bentuk apresiasi saya terhadap hasil kerja keras dari semangat belajar mereka, pada postingan istimewa kali ini, saya publikasikan karya-karya terbaik anak didik kelas 8 dari Kota Perak Jogja di Zibalbogallery dicipta Pencipta untuk mencipta…


Meskipun belum sepenuhnya “sempurna”, sebagai gurunya saya sangat bangga atas hasil kreativitas karya poster anak-anak Spelanta (SMPN 9 Yogyakarta).
Bagi Anda pengunjung Zibalbogallery, dengan hormat saya meminta apresiasi dari Anda semua, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi kemajuan bagi saya pribadi dan anak didik saya tentunya. Terimakasih atas atensi, interpretasi, koreksi dan apresiasinya…


Best Regards,
Joni Balbo

kaji dan pahami lebih dalam...

Minggu, 01 Maret 2009

Grha Prima Klien Pertama


Meskipun berjalan perlahan, semoga Allah selalu merestui untuk setiap derap langkahku yang "selalu ingin terus belajar menjadi baik dan lebih baik lagi...", begitulah salah satu visi dan misiku yang terpatri di Zibalbogallery.

“Belajar dan
berupaya profesional”, kata tersebut memang mudah diucapkan, namun butuh “perjuangan” yang tidak gampang untuk melaksanakannya… Setelah beberapa kali mengikuti kompetisi desain logo, chatting via YM dengan beberapa calon klien namun tak pernah berakhir dengan "kegembiraan". Alhamdullilah ternyata kepercayaan dan rejeki itu datang dari penjuru yang lain… dari dunia nyata. Dan postingan kali ini merupakan postingan istimewa bagi Joni Balbo, karena selama ini Joni mencipta logo baru sebatas untuk kompetisi lomba desain logo dan “kerja sosial” baik untuk kawan, maupun untuk organisasi kampung dan kampus yang pernah Joni ikuti.

Logo Grha Prima, adalah logo pesanan Mas Gustan Ganda, klien yang Joni kenal dari seorang teman. Beliau akan mengembangkan usahanya bidang Renovasi plus (Desain, Konstruksi, Pengawasan dan Perawatan bangunan) yang berlokasi di Ngawen, Trihanggo, Gamping, Sleman dan merupakan bentuk pelebaran sayap dari UD. Toko Besi Grha Putra miliknya yang dikelola istrinya (Novia Putri Nurita) yang berlokasi di Tridadi Sleman Yogyakarta. Selain Grha Prima dan Grha Putra, mas Ganda juga memliki usaha Grha Servis, bergerak dibidang AC, mesin cuci dan kulkas.

Untuk logo Grha Prima ini, Joni mengucapkan terima kasih kepada Mas Ganda atas kepercayaannya, semoga usahanya terus tumbuh berkembang dan benar-benar Prima seperti namanya… Amin.

kaji dan pahami lebih dalam...

Senin, 23 Februari 2009

Logo MURIA.web.id

Logo kali ini bukanlah untuk kompetisi desain seperti yang biasa Joni Balbo ikuti, tapi logo ini diciptakan untuk mendukung situs milik Sobat Joni bernama Kakday. Kakday bersama rekannya menciptakan situs muria web id dalam versi beta yang dihadirkan untuk menyemarakkan dunia IT di kota Kudus dan sekitarnya.

Untuk menciptakan logo ini, Joni Balbo mengusung konsep “budaya dan dunia IT dalam jejaring dan naungan komunitas pegunungan Muria”.

Semoga dengan hadirnya logo ini, dapat menjadi identitas situs Muria web id dan semakin mempererat ikatan tali silaturahmi lewat dunia maya, baik bagi “Putra-putri Muria” yang tinggal di perantauan maupun komunitas di lingkungan pegunungan Muria dan sekitarnya. Dan tentu saja bagi Joni Balbo, semoga bendera Zibalbocompany ikut berkibar di pegunungan Muria seiring sejalan dengan makin mengudaranya situs Muria web id.. Amin...

kaji dan pahami lebih dalam...

Selasa, 23 Desember 2008

Happy Birthday To Me


Gallery; muara akhir di mana bara imajinasiku mengalir… ruang dan kawan di waktu aku menepi... cermin ekspresi refleksi dunia maya dan nyata yang menyadarkanku... dicipta Pencipta untuk mencipta…

Atas dasar visi dan misi Zibalbogallery itulah, maka pada tanggal 23 Desember 2008 ini terciptalah rangkaian refleksi di atas…
Mencipta, ngeblog (baca; bersilaturahmi) dan berkompetisi telah membuatku jiwaku serasa 3 bahkan 5 tahun lebih lebih muda dari usiaku yang sebenarnya… namun dalam waktu yang berjalan di saat usia ini makin berkurang, dalam hati kumenyadari banyak babak perjalanan hidup, mimpi serta ambisi telah terlewati, terlompati, tertunda bahkan terlupakan.
Hari ini di penghujung tahun 2008, merefleksikan tanggal dan bulan kelahiranku puluhan tahun silam… “Rencana dan rencana”, semuanya tertunda bahkan menghilang.. yah rencanaku tinggal rencana…
Tapi kupercaya, Pencipta telah menciptakan umatnya dengan segala rencana-Nya. Sebagai ciptaan-Nya sudah selayaknya ku harus terus mencari, menjalani dan menemukan hakekat makna hidup “yang sebenarnya”. Semoga…

kaji dan pahami lebih dalam...

Minggu, 23 November 2008

The 1st Anniversary of Zibalbogallery


Puji syukur pada Allah SWT yang telah menciptakan alam semesta, sehingga dengan ciptaan-Nya memberi jutaan inspirasi yang tak pernah kering bagi umatnya agar selalu semangat mencipta… Terima kasihku untuk-Nya yang telah memberiku bakat dan kesempatan sehingga aku dapat mencipta dan terus mencipta…

Alhamdullilah, hari ini tanggal 23 November 2008 bagi Joni Balbo adalah hari yang zpezial dan merupakan moment sejarah penting bagi Zibalbogallery
Jika blog adalah cermin ekspresi pemiliknya, maka sudah seharusnya melalui kanvas Zibalbogallery, Joni Balbo akan melukiskan rasa syukurku pada-Nya dan menghaturkan rasa terima kasihku pada orang-orang yang ikut mewarnai berdirinya Zibalbogallery.

Jika ilmu adalah buruan, maka tulisan adalah pengikatnya, jika mimpi, ambisi dan imajinasi tingkat tinggi adalah suatu yang absurd dan abstrak maka...
ekspresikan dan tuangkan apa yang kau rasakan, karena sesungguhnya dia akan memberi kekuatan yang benar-benar dahsyat! Yah! sebuah kekuatan yang dahsyat, jika kita punya mimpi untuk mewujudkannya…

Pada postingan istimewa ini merupakan curhat dan introspeksi diri Joni Balbo mengenang tonggak berdirinya Zibalbogallery
setahun yang lalu…
Satu tahun, usia bayi manusia tak berdaya, tapi satu tahun bertahan untuk terus mencoba berjuang menaklukkan kompetisi-kompetisi desain, bagi Joni Balbo adalah suatu hal yang luar biasa. Dalam kurun waktu setahun ini Joni Balbo telah mengikuti kompetisi desain poster, slogan dan desain logo lebih kurang sebanyak 32 kali dengan jumlah karya terpublikasikan di
Zibalbogallery sebanyak 42 karya serta baru mendapatkan kemenangan 2 kali; Juara II kategori umum untuk lomba poster tingkat kota Jogja dan juara harapan II untuk tingkat nasional. Memang, jika dibandingkan kwantitas terlihat sangat menyedihkan, tapi sebuah proses perjalanan dan pengalaman estetis dan pendewasaan diri yang tak ternilai harganya... Tentu saja Joni Balbo bisa bertahan seperti ini tidak lain dan tidak bukan karena pengaruh energi positif dan dukungan dari orang-orang sekitar... terima kasih cinta…

Sekali dayung, dua, tiga, empat, lima pulau terlampaui… itulah salah satu prinsipku dalam hidup ini, maka pada kesempatan zpezial ini Joni Balbo sekaligus akan memperkenalkan diri untuk yang belum mengenalku dan memposisikan diriku pada 2 profesi yang sebenarnya; pofesi guru muda dan desainer grafis muda…

Profesi guru muda; bekerja sehari-hari sebagai guru mata pelajaran seni rupa dan desain di SMP Negeri 9 Yogyakarta, telah membentuk iklim kondusif untuk selalu berupaya aktif dan kreatif, apalagi melihat tunas-tunas bangsa yang setiap paginya menyapa dengan senyum harapan akan masa depan yang gemilang dan dengan semangat juang 45 untuk menimba ilmu dari guru-gurunya, hal ini secara tidak langsung menuntut Joni Balbo pribadi berupaya selalu giat semangat dan lebih kreatif lagi…

Profesi desainer grafis muda, sebenarnya jabatan ini terasa berlebihan dan mungkin akan lebih tepat menyandang sebagai profesi pemburu lomba desain, Yach! menaklukkan tantangan adalah hobi yang tak bisa terlewatkan begitu saja, apalagi dengan janji hadiah dari panitia sebesar 1 juta sampai dengan 100juta rupiah, angka yang sangat fantastis tentunya…

Dua profesi yang sejalan seirama dengan berbagai keuntungan yang mengikutinya, mengikuti kompetisi merupakan wujud aktualisasi dan mengasah kemampuan diri, jika kalah dilomba, karya dapat digunakan sebagai portofolio di gallery dan juga sebagai media pembelajaran praktis bagi murid-muridku di sekolahan… Syukur-syukur bisa memenangkan sebuah kompetisi bergengsi, apresiasi dan pengakuan tertinggi yang tak ternilai harganya…

Pada kesempatan ini Joni Balbo sekaligus mengucapkan terima kasih untuk kedua orang tuaku, sodara-sodaraku, rekan-rekan guru sekaligus sebagai guruku, terutama Mr. Widiq, guru mapel B.Inggris matur tengkyu untuk translate-nya, murid2 yang ku sayangi n banggakan; anak2 Spelanta, murid di TK Budi Mulia Dua Seturan, TK Sindumartani, TK Hamong Putra dan murid les privat Vania & Rosa.. ayo semangat-semangat…!!!

Terima kasih untuk pengalaman hidupku dengan orang-orang sekitar, pada; bidadari2 yang “pernah singgah” yang ikut memberi khayalan tingkat tinggi, terima kasih untuk skripsi semiotika-ku yang akhirnya berganti judul, kini benar2 aku rasakan manfaatnya ketika mendesain sebuah logo. Trimakasih untuk instansi baik pemerintahan maupun swasta yang telah memberi kesempatan dan tantangan kompetisinya. thx mbak2 yg cantik di kantor pos besar Jogja, yang mungkin smp hafal kalau aku ngirim lomba:) Thx to Mas Edy kawan sekaligus dosen komunikasi yang ketika awal kompetisi selalu menjadi patnerku dan selalu memberi support “ayo kamu pasti bisa...". Mafood, masternya dunia maya yang membukakan cakrawala duniaku lebih luas; thx coy untuk panggilan Joni Balboa-nya, sorry kini aku penggal menjadi Joni Balbo n aku pake sebagai nama udaraku; Adietslank sekuritionline & Arytirex yg pertama kali membimbingku membuat blog dari yg dodol dan nol, jd ingat betul ketika di awal aku gaptek kini bisa lebih baik dan terbuka luas cakrawala dunia ini; Mas ecodezign, guru logo pertama kali yang menunjukkan jendela logo dunia yang lebih luas, thx mas untuk kritik dan referensinya, kini aku banyak belajar dari sana. Tukang Fotocopy dan pelanggannya (aku gak tau namanya) di utara kampus UII concat, thx mas percapakan singkatnya; hingga Joni menemukan tagline “dicipta Pencipta untuk mencipta” tagline yang benar2 pas dan memberi energi positif yang luar biasa hebatnya. Piaraannya Medeng; Arwana Silver yang elok, sayang sekali bos, sekarang ikan kesayanganmu mati karena kesetrum lampu... tetap tabah kawan aku ikut berduka untuk kepergiannya, arwanamu sudah menginspirasi logo RED AROWANA
Zibalbogallery. Etougoonce kritikus dan kawan maya terbaik yang pernah kukenal, thx bos untuk diskusinya, Alimasadi untuk domain free co.cc-nya. Yaqien, kawan seperjuangan yang tak pernah berhenti berjuang… keep fighting bos! Thx juga untuk info-info lombanya; Husni Mu’arif sang jawara logo depsos juga guru baruku, meski kawan yang super sibuk, tp thx masih menyempatkan untuk membagi ilmunya:), Badvektor; yang memberi inspirasi prolog blog; teman2 chat; Donal/Buto cakil, kiki. Goen Rock; Bunyi rantau. Mas_aro; rosi zahra, mas Ari beo, chowzn kok jarang update desain? sang jawara themunir, mas ganjar; blogger heloguno, tamhitam, wongndeso, merahjingga, mbak fina yang manis; seniwati muda yang kreatif abis; ayo kapan kita bisa kerjasama bareng:) dan semua teman2 blogger, pengunjung Zibalbogallery yang tak bisa aku sebutkan satu persatu…

Tiada kata terlambat untuk belajar, mewakili kaum guru bertepatan dengan tanggal 25 November sebagai hari PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Joni Balbo ingin mengajak dan mari tunjukkan pada masyarakat luas; bahwa guru juga bisa kreatif berkarya mewarnai dunia tanpa meninggalkan tugas utamanya mencerdaskan tunas bangsa...
Untuk designer grafis muda Indonesia, mari tunjukkan pada dunia, bahwa kita memang bisa... dan jangan pernah mau ketinggalan dengan lainnya…

Smoga hadirnya
Zibalbogallery di dunia maya ini ikut memeriahkan dunia desain grafis komunikasi visual Indonesia…
Terakhir.. terimakasih untuk orang-orang yang telah andil mendukung berdirinya
Zibalbogallery... semoga Allah SWT membalas segala amal kebaikan Anda semua... Amin.

kaji dan pahami lebih dalam...