Tampilkan postingan dengan label Intermezzo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Intermezzo. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Oktober 2009

Penundaan yang Sempurna


Wew.. luar biasa, pengumuman sayembara desain logo di www.esdm.go.id sejak setahun lalu yang menjanjikan hadiah 40 juta kepada seorang pemenang dan masing 10 juta kepada 4 orang nominasi (*mohon diralat jika memang saya keliru), ternyata sejak keputusan penundaan itu dipublikasikan sampai hari ini, ternyata tidak jelas ujung pangkalnya.
Dan hari ini penundaan tersebut merayakan ulang tahunnya yang pertama…

Tertulis dengan jelas:

“Diumumkan kepada seluruh Peserta Sayembara Logo Departemen Energi
dan Sumber Daya Mineral, bahwa sehubungan dengan belum selesainya proses seleksi penilaian Logo, maka pengumuman pemenang sayembara logo yang semula akan diumumkan pada tanggal 27 Oktober 2008 ditunda sampai waktu yang akan ditentukan kemudian.

Demikian pengumuman ini untuk diketahui.

Jakarta, 24 Oktober 2008

Ketua Tim Sayembara Logo
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral

ttd

==============================================================
Luar biasa bukan, menjuri karya logo sampai setahun lamanya…
Saya tak bermaksud menjelekkan panitia, namun sebagai peserta saya juga punya hak untuk menanyakan kelanjutan dari kompetisi tersebut?

kritik untuk panitia, jika memang sayembara itu dibatalkan karena semua logo yang masuk memang tidak layak, kenapa tidak di informasikan secara langsung di web resminya. Tentu untuk menjaga kredibilitas dari panitia sayembara itu sendiri, untuk kawan-kawan yang hobi mengikuti tantangan kompetisi desain seperti saya, mungkin ini hanyalah salah satu contoh realitas "buruk" yang bisa terus menjadi pembelajaran bagi kita bila mengikuti kompetisi desain di dalam negeri...

bagaimana menurut Anda?

kaji dan pahami lebih dalam...

Selasa, 20 Oktober 2009

Sedang Senang :)


Hwe.. he.. he.. narsis ya? Biarin lah… :)
Wah.. kalau status FB dipublikasikan di blog, bisa jadi facebook dan blogging tidak ada bedanya dong? He.. he.. he..
Bay the way, mungkin ada diantara Anda yang bertanya? “kaya gitu aja kok diposting”, namun sekali lagi Joni Balbo mau menjawab “yoben..” :)


Setelah minggu kemarin agak nglokro dalam berkarya, sepertinya suplemen yang hilang itu, kini telah kutemukan kembali di minggu ini.. alhamdulillah, langsung saja kutuliskan di facebook dan kulanjutkan di gallery ini…


Joni punya pengalaman menarik di minggu ini. Hari sabtu sore ketika aku menaiki sepeda motorku melintasi Condongcatur (Jogja bagian utara); ada seekor burung blekok terbang di langit, tak punya sopan santun
secara mendadak menjatuhkan telek-nya tepat di atas kepala dan mengenai mukaku.. “fyiuh…!!!” aromanya menusuk hidung ini.. sekaligus membuat bibir ini nyengir.. “hyiah... sialan ! wo.. manuk kurang ngajar ! bersungut-sungut sembari mengusap telek di wajah dan mengibaskannya yang mengenai lenganku, aku sempat berpikir; “kata wong Jowo kalau ketiban telek akan dapat rejeki kuwi.. ah masak iya seeh? Ah.. tahayul itu? Percaya dan nggak percaya jadinya, hemm.. apa aku mau dapat emas ($) di kontes logo ya? (Padahal minggu ini aku tidak sedang mengikuti kontes), hemm.. apa mau ketemu jodohku ya.. amien.. ya Allah.

Mungkin karena kebiasaan suka mengaitkan sesuatu seperti ketika membuat konsep karya, sepertinya tidak ada salahnya mengaitkan kejadian hari ini dengan hari kemarin.. tentu untuk diambil sisi positifnya, bukan begitu?
ya ternyata benar… atau mungkin hanya sebuah kebetulan, ya.. aku kembali menemukan sesuatu "yang pernah hilang", bukan jodoh ataupun rejeki, namun di hari minggu kemarin aku menyadari, bahwa aku tidaklah sendiri dan kini kutelah menyudahi “dendamku..." tengkyu, tengkyu, tengkyu..

Lewat postingan ini Joni Balbo mau mengucapkan terimakasih, matur tengkyu, hatur nuhun untuk komentator-komentator yang selalu memberi suport di gallery ini… Komentar Anda adalah suplemen dan terapi buatku.. :)

Dan memang tidak seharusnya blog ini memosting hal-hal cengeng, kalau kata seorang teman bernama Kakday; "metal = melancholis total” hehe.. yang justru jadi boomerang bagi Joni Balbo pribadi atau malah menebarkan aura negatif bagi Anda semua...
Hemm… sebaiknya kita memang selalu saling menggelorakan kharisma positif, untuk itu meminjam slogan dari Mba' Fina yang manies; “sendiri atau bersama siapapun tetap jemput mataharimu”, ho..ho.. aku setuju sekali mbak :)

mungkin Anda bingung memahami postinganku ini... dan memang Anda tak seharusnya mengerti.. sebagai batas hubungan sodara maya antara aku dengan Anda; Joni Balbo hanya ingin mengabarkan; “bahwa Joni sedang senang" ;) terima kasih...

kaji dan pahami lebih dalam...

Senin, 12 Oktober 2009

Membangkitkan semangat yang mulai pudar

Entah kenapa minggu-minggu ini ‘semangatku’ dalam berkompetisi sepertinya mulai pudar, padahal sebelumnya aku posting tema yang begitu “semangat membara”, mungkinkah aku sudah bosan?
oohH.. tidak !!!, semoga aku tidak lekas puas karena suatu hal, dan semoga ini hanyalah sebuah dinamika…


==============================================================================

Hari ini aku pulang mengajar lebih pagi karena ulangan mid semester di sekolahan baru saja dimulai. Berhubung pulang lebih awal dari biasanya, tadi siang aku punya ide sederhana untuk mencoba kembali membangkitkan semangatku yang hilang itu, hari ini tidak seperti biasanya, aku pulang tak melewati jalan yang setiap hari kulalui (Kotagede – Janti – Candi Gebang), tapi mencoba refreshing sejenak dari kota lama membelah Kotabaru sampai terhenti di batas kota yakni di Bundaran UGM, tentu aku melewati jalan itu bukan tanpa alasan. Di samping bundaran yang biasa digunakan untuk koar2 para demonstran itu berdiri tegak baliho yang menarik pandanganku, sepeda motorku kuhentikan sejenak, aku sempatkan sejenak untuk mengabadikan baliho tersebut dengan kamera digitalku yang mulai lowbat batterynya, meski matahari tepat di atas kepalaku adalah waktu yang tidak tepat untuk melakukan pemotretan ini.


tampak media outdoor berdiri kokoh di sekitar gapura gadjah mada


Aku bukan bermaksud mempromosikan acara konser itu di gallery ini... bukan pula pamer wajah kusutku yang lagi nampang, tapi ini semata hanya untuk penyemangat diri...
===========================================================================


Ada yang bilang "jika kau sedang kehilangan arah, cobalah tengok tanda-tanda di sekitarmu, agar kau kembali bisa meluruskan jalanmu, lihatlah tanda-tanda yg pernah mengingatkan pada kejayaanmu, coba tengok portopoliomu, coba lihat foto-foto yang terpajang di dinding kamarmu.. ya.. lagi-lagi ini adalah nasehat diri, introspeksi, menata kembali... lagi dan lagi.."
bahkan ketika aku mengetik tulisan ini, aku memilih backsound lagu “sukses” dari saykoji..

Hidupmu rencanakan mau dikemanakan
Agar tak jadi kusut dan berantakan
Dan kau tak pernah akan pusing karena tekanan
Dengarkan lagu ini hidup kan kau menangkan

Coba petakan apa rencana yang kau harapkan
Kerahkan segala sumberdaya dan arahkan
Kenali identifikasi rencanamu
Agar tak hilang arah menjadi bencanamu

....

hemm… liriknya begitu dalam, seprtinya aku memang harus merencanakan lagi tentang “segala sesuatu" seperti apa yang tersirat dalam lirik lagu itu.. semoga..

kaji dan pahami lebih dalam...

Kamis, 22 Januari 2009

Zi


William Shakespeare mengatakan; “Apalah arti sebuah nama?”
heem... sepahamkah Anda dengan ungkapan tersebut?
mungkin untuk nama hewan, tumbuhan atau nama benda tertentu, ungkapan di atas bisa diterima, tapi untuk nama seseorang, nama blog/web bahkan nama perusahaan, Joni Balbo pribadipun tidak setuju dengan ungkapan Shakespeare tersebut. Sedangkan dalam hadist Islam; “Nama adalah doa”, maka berikanlah nama yang terbaik untuk apapun yang Anda “banggakan”, karena sebuah nama atau panggilan secara psikologis akan ikut membentuk perilaku dan masa depan seseorang.

Pepatah Islam juga menuliskan “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China”
(lalu… apa hubungan “Nama dan China?”)
Ya… di postingan edisi Imlek kali ini, Joni Balbo akan berbagi pengalaman tentang pemilihan nama blog dalam frame Zibalbogallery.

Tak kenal maka tak sayang, maka kenali dirimu dan orang-orang terdekat di sekitarmu…
Mungkin bagi pengunjung Zibalbogallery yang sudah mengenalku, pernah terbesit rasa penasaran dengan nama “Zibalbo” yang kata seorang teman terdengar Spanis dan Italiano, namun sebenarnya nama Zibalbo merupakan rangkaian kata dari “Zi” dan “Balbo”. Penggabungan keduanya bukanlah tiba-tiba terjadi, tetapi memiliki arti dan melalui “proses” yang terencanakan.

Zi merupakan gelar kehormatan sejarah Huaxia (Tionghoa) bagi manusia yang unggul; Zi berarti bapak yang mulia terhormat, setara seorang suciwa yang jenius, sebagai tokoh panutan tiada tara. Dalam kesenian China, kata "Zi' digunakan sebagai sebutan ahli filsafat. Penggabungan kata Balbo (kawan lama pernah memanggilku dengan panggilan Joni Balboa, yang diturunkan dari nama legendaris Rocky Balboa, petinju imigran asal Italia yang menetap di Philadelphia, pada zamannya Balboa adalah petinju yang tak terkalahkan). Sedangkan nama Joni yang terdengar ke barat-baratan, ini memang nama depan asliku yang sebenarnya, namun dalam konteks Jawa, Joni berarti "kendel/berani, maju terus dan pantang menyerah". Pada perkembangannya lewat share dengan sobat logomaniax bernama Husni, akhirnya Balbo tidak hanya sekedar diturunkan dari nama Balboa sang pejuang tangguh, tetapi BALBO berkembang maknanya menjadi jargon "BALadewanya Bikin logO". Baladewa adalah satu tokoh dalam pewayangan yang sangat sakti mandraguna.

Joni Balbo / Zibalbo, jadilah paduan nama timur dan barat yang terkesan idealis dari segi maknanya, ya… sudah seharusnya nama adalah energi positif dan doa-doa yang terbaik di setiap rangkaiannya…

So, mari mencipta nama yang ideal untuk nama web, perusahaan atau jika Anda akan menjadi orang tua dari “bakal” anak-anak Anda, berikanlah nama yang terbaik untuknya, karena setiap panggilan yang dilontarkan adalah doa bagi yang Anda “banggakan”.

“Gong Xi Fat Chai” semoga keberuntungan berlimpah menyertai juga pada setiap nama yang Anda ciptakan, Amin.

kaji dan pahami lebih dalam...

Sabtu, 03 Januari 2009

Rehat


Libur sekolah, libur mengajar, libur berkompetisi dan liburan guna melepaskan rutinitas sejenak. Menjadi nomaden di dunia nyata untuk men-charger dan me-refresh energi dan imajinasi, baru saja Joni Balbo lakukan di antara tanggal 25 Desember 2008 – 1 Januari 2009, yakni berkelana dari Jogja – Jakarta – Tangerang – Cilegon – Jakarta – Kendal – Semarang – Ungaran – dan kembali ke Jogja… wuih… luar biasa…! banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang Joni Balbo dapatkan; belajar mencoba memahami dan mengerti makna hidup, serta mensyukuri anugerah dan nikmat-Nya…

Nah… pengalaman di akhir tahun 2008 dan awal tahun 2009 inilah yang ingin Joni Balbo bagikan di Zibalbogallery.
Btw, apa Anda penasaran n cukup interest dengan pengantar di atas? Jika tidak, Joni sarankan Anda berhenti membaca postingan di sini, agar Anda tidak merasa kecewa…
Namun jika Anda cukup interest, Joni Balbo akan mengajak Anda me-replay masa rehatku yang menurutku sangat-sangat berkesan... : )

Berawal dari undangan sepupu untuk menghadiri pernikahannya di Jakarta dan Cilegon, serta ingin “melepaskan layang-layang sejenak” dan melihat dunia lebih luas, dalam rangkaian mengisi liburan sekolah adalah alasan utama petualangan ini…

Tanggal 25 Desember 2008 berangkat ke Jakarta dengan kereta ekonomi (ini baru kali kedua Joni Balbo ke Jakarta), Anda tau sendiri bukan, dengan gerbong kereta kelas ekonomi? Joni yakin persepsi di benak Anda pasti cenderung “murahan”, tapi karena dari awal petualangan sudah menanamkan konsep “memaknai hidup”, maka kereta kelas ekonomi justru banyak memberikan pelajaran perjuangan hidup yang luar biasa; mulai dari naik kereta yang hampir tertinggal di Stasiun Lempuyangan, berdesak desakan dengan penumpang lainnya dan pedagang asongan yang tak pernah berhenti menyerah, memberi pelajaran berharga dalam hidup ini…
Petualangan cukup menegangkan ketika dalam perjalanan, kereta “miring” dan mogok di daerah tanjakan perbukitan 4 km arah barat Purwokerto. Hem… dalam pikiran konyol, apa bannya bocor yah? (emang roda kereta api dari karet?) He.. he… ternyata lokomotif gak kuat mengangkat lusinan gerbong yang penuh sesak dengan ratusan penumpangnya. Jam 11 malam, akhirnya kereta kembali mundur ke arah stasiun Purwokerto… Jujur saja, meski bukan pertama kalinya naik kereta, tapi baru kali ini Joni Balbo sadar kalau kereta api itu ternyata bisa berjalan mundur dengan dua lokomotif depan dan belakang… he.. he… katrok banget ya aku ini… : ))

Sampai di stasiun Senen tanggal 26 Desember 2008 jam 4 pagi. Hem… mencoba memahi dan memposisikan diri bagaimana orang-orang Jakarta stres dengan problema transportasinya, mencoba melihat dan mengerti glamournya Jakarta, mencoba memahami orang-orang pinggiran Jakarta, kontradiktif yang selalu beriringan saja di dunia ini…

Jum’at pagi transit di rumah sepupu di daerah Kreo Tangerang dan langsung meluncur ke arah Cijantung Jaksel, Jum’at siang bertemu rombongan dengan lusinan mobil berangkat ke Cilegon. Dalam perjalanan, mencoba mempelajari site plan kota-kota berkonsep di wilayah Tangerang, wuih… luar biasa tata kotanya… oh arsitek, kau membuatku iri… jadi ingat waktu kecil bercita-cita ingin menjadi seorang arsitek namun gak kesampaian :)
Di perjalanan menuju Cilegon, dalam mobil sebagian rombongan merasa stress karena sempat kucing-kucingan dan terpisah di kota Cilegon, malah sempat nyasar ke tempat orang yang juga baru punya hajat, tapi ternyata bukan tujuan itu yang dimaksud, Wakakak.. benar2 konyol.. namun karena konsep di benakku refreshing; jadi mau macet, mau tersesat bagiku ya.. enjoy aja…
Jum’at petang menginap di villa tempat para pejabat dan penguasa negeri ini sering berkumpul, yah.. sesekali mencoba menjadi orang gedongan meski hanya sesaat :)
Sabtu pagi menghadiri pernikahan sepupu di Cilegon, hem.. alangkah bahagianya mereka… cuma satu di benakku, kapan ya.. aku ini segera menyusul…? He..he..

Minggu tanggal 28 Desember 2008 di Taman Margasatwa Ragunan, karena memang sudah direncanakan, Joni Balbo copdar dan bersilaturahmi dengan sobat Yaqien; sang moderator, fasilitator, kreator, apresiator, kompetitor lomba logo n blogger dari Jakarte.. pertemanan dalam dunia maya & dunia kompetisi desain logo yang dimulai setahun lalu, kini bertemu secara nyata... ya.. meski hanya sebentar, ngobrol bareng n saling share, berbagi pengalaman, sedikit membual sambil mencari dan mencocokkan muka yang mirip dengan penghuni Ragunan, he.. he.. jangan marah ya bos? : ) Tour de Ragunan, berbagi pengalaman dan perjalanan mengelilingi dunia binatang yang menyenangkan…

Minggu sore perjalanan dilanjutkan dari Jakarta ke Semarang. Perjalanan lebih kurang 10 jam, turun di timur alun-alun kota Kendal (barat Semarang), sekitar jam setengah tiga pagi hari Senin dijemput sobat Anas, halo bos! namamu aku tulis di sini.. : )) he..he.. thx bgt yo.. dah bela-belain hujan-hujanan jemput temanmu yang selalu merepotkan ini… : )) pokoke thx bgt atas kebaikanmu n keluargamu, semoga semuanya dicatat malaikat sebagai amal... Amin..

Senin sore ketemu dengan teman chat n share terbaik, sang editor n fotografer dari Kaliwungu… Agung etougoonc : ) dan sobat satunya ahlinya mechanic, Ali Masadi :)

Selasa 30 Desember 2008, bareng dengan Agung, keliling ke sudut kota Semarang, Tour de Lawang Sewu yang terkenal anker itu… Dengan ongkos masuk 5 ribu plus 20 ribu untuk pemandu, cukup puas dengan sajian sejarah jaman kolonial yang komplit; di zaman penduduk pribumi masih sangat terbelakang, betapa hebatnya bangsa Belanda dalam merancang landscape gedung dan kota dengan infrastrukturnya. Menyusuri setiap sudut Lawang Sewu sambil bernarsis ria untuk "oleh-oleh" postingan memang sudah direncanakan… : )
Sambil mendengar cerita dari pemandu; bisa membayangkan betapa kejamnya bangsa Jepang ketika menduduki negeri ini dan mengalihkan fungsi gedung ruang bawah tanah sebagai ruang penyiksaan. Menyusuri ruang bawah tanah yang gelap gulita dengan bantuan cahaya senter kembali memutar waktu tentang fungsi penjara, ruang penyiksaan dan pemenggalan kepala, oh… alangkah kejam dan menyeramkan.. belum lagi cerita-cerita misteri dari pemandu yang melengkapi perjalanan kami, di antaranya ruang atas yang konon sebagai ruang tidur dari seluruh makhluk halus penghuni Lawang Sewu… Jika tidak percaya, datang dan buktikan sendiri… :)

Perjalanan siang itu dilanjutkan ke Sam Poo Kong, guna mengenang kembali tersohornya Laksamana Cheng Ho ketika pendaratan di Semarang, luar biasa memang bangsa cina, petualang dunia dengan karya arsitektur, seni budaya, mitos dan kepercayaannya benar-benar mengagumkan…
Melengkapi tour bareng dan menghampiri Anas, melihat pelabuhan di Kendal, wow! laut.. kau membuatku merasa kecil. He.. he..

Malam tahun baru, bersama etougoonc bersilaturahmi dengan blogger Alimasadi di daerah Gunung Pati Semarang, bertiga merencanakan perjalanan esok hari untuk menyusuri Curug Lawe dan Curug Benowo, hutan yang masih perawan dengan air terjun yang sangat exotic...! kata kedua temanku, atas alasan itulah Joni Balbo datang ke Semarang ingin membuktikannya… : )
Jam 5 pagi berangkat dengan sepeda motor dan sampai di tempat parkiran kawasan curug sekitar jam 6 pagi, setelah ngopi dan ngemie bareng kemudian menyusuri jalan setapak, membelah hutan, menyusuri sungai, bernyanyi sambil mengambil setiap sudut unik dengan sedikit bernarsis ria… alangkah menyenangkan, menapaki perjalanan yang curam, licin dan terjal lebih kurang 5 km, hemm… dalam benak terbesit bagaimana kalau berpapasan dengan Anaconda ya? (mungkin karena malam sebelumnya nonton film Anaconda) Wuih.. pasti lengkap sudah petualangan ini..:) dan ternyata memang benar! dalam perjalanan berpapasan dengan Anacerdil (sebangsa ular berwarna hitam seukuran lidi) he… he.. Anacerdil hanya istilahku untuk mendramatisir cerita ini... tapi kalau ketemu dengan ular seukuran lidi memang benar adanya…

Setiap perjuangan pasti mendapatkan hasil, dalam petualangan ini ‘rasa puas’ itu kita dapatkan saat sampai di bawah air terjun setinggi lebih kurang 30 meter, wuih… wuih… Subhanallah !, Allahu Akbar ! maha besar Allah dengan segala ciptan-Nya...
Curug Lawe tempat aku berteriak! melepaskan segala kepenatanku… benar-benar berkesan, coz baru pertama kalinya aku mengunjungi apalagi di awal tahun baru.
Perjalanan menyusuri hutan belum lengkap kalau belum mengunjungi curug satunya, yakni Curug Benowo, oh… benar benar bernyowo, curug yang alami, fresh keren… n amazing…

Setelah puas akhirnya kami menyusuri jalan kembali, meski jalan balik terasa lebih berat, tapi terbayarkan sudah dengan keindahan dan petulangan yang baru saja dilewati, sangat berkesan!
Kamis siang menjelang sore, memutuskan pulang kandang ke Jogja dengan diantar sahabat dunia maya terbaik Agung dan Ali.. hem.. thx sob, untuk semuanya… semoga semunya dicatat sebagai amal, Amin.

Pelajaran yang dapat kuambil dari petualangan ini adalah; hidup untuk berjuang, maka berjuanglah untuk hidup, karena di sanalah kita akan menemukan hakekat makna hidup yang sebenarnya. Berteman dan tanamlah kebaikan, maka kelak dirimu atau mungkin anak cucumu akan menuai hasilnya, serta mensyukuri anugerah dan nikmat-Nya, guna mengingat betapa kecil manusia di depan sang Pencipta serta berusaha menjaga anugerah-Nya untuk kelangsungan hidup anak cucu kita, semoga…

So… apa Anda punya petualangan yang lebih seru? Undanglah Joni Balbo untuk mengikuti petualanganmu… : ) semoga kita bisa saling berbagi, terimakasih…

kaji dan pahami lebih dalam...

Minggu, 21 Desember 2008

BALBO = BALadewanya Bikin logO

Tahun baru tinggal menghitung hari, Joni Balbo yakin banyak agenda yang sudah Anda rencanakan untuk melangkah “ke masa depan yang lebih cerah”.

Tahun baru, semangat baru dan harapan baru… dan jika di antara Anda sudah memiliki agenda membuka/mengembangkan usaha baru, namun sampai saat ini belum memiliki bahkan kebingungan menciptakan corporate identity yang benar-benar dapat mewakili visi dan misi usaha Anda, percayakan pada Joni Balbo; BALadewanya Bikin logO, Joni Balbo akan membantu Anda menciptakan logo yang berkualitas, bermakna, berkarakter, unique, menarik, simple, catchy & benar-benar hoki, silahkan contact person 08179442541 / alamat e_mail; zi_balboa[at]yahoo[dot]com / jm_marthino[at]yahoo[dot]com.
Untuk lebih memantapkan kepercayaan Anda pada Joni Balbo, dipersilahkan melihat referensi logo yang pernah Joni Balbo ciptakan pada label desain logo Zibalbogallery, dicipta Pencipta untuk mencipta.

Joni Balbo percaya; setiap individu dicipta Pencipta untuk selalu sukses dan Anda adalah orang yang hebat!, optimis! dan memiliki energi daya tarik positif yang luar biasa pula…

Semoga bisnis dan usaha Anda di tahun 2009 semakin sukses, terus tumbuh dan berkembang…

kaji dan pahami lebih dalam...

Sabtu, 13 Desember 2008

Lo9o ? = Livina

Ada apa dengan logo dan Grand Livina?
Bagi para Logomaniax, Joni Balbo yakin Anda sudah paham dengan judul posting dan ilustrasi di atas, sedangkan postingan kali ini hanyalah intermezzo ala Zibalbo, karena menurutku dibalik proses pembuatan setiap karya selalu penuh cerita suka dan duka, sehingga mengabadikannya dalam sebuah postingan wajib dilakukan, untuk mengenang “suatu peristiwa” dan dari sanalah kita belajar banyak darinya…

Sayembara desain logo dengan hadiah sebuah mobil Grand Livina semakin mengukuhkan dan membuktikan bahwa ide dan kreatifitas dalam sebuah logo benar-benar mendapatkan penghargaan dan apresiasi tertinggi. Janji dan iming-iming yang bikin ngiler dari PT. POS Indonesia telah membuat para pelaku dunia desain grafis komunikasi visual Indonesia, baik amatir maupun profesional kali ini benar-benar terkesima, tertantang untuk larut dan ambil bagian di dalamnya…

Bagi Joni Balbo menuliskan tema postingan kali menjadi penting dikarenakan menurutku sayembara desain logo kali ini benar-benar spektakuler baik dari segi hadiah, persiapan penyelenggaranya, brief yang njlimet dengan pengiriman karya yang memenuhi kaidah standar, serta orang-orang yang terlibat dalam kepanitian di dalamnya.
Namun sayangnya untuk persiapan kompetisi ini Joni Balbo justru kurang maksimal dikarenakan rutinitas yang menyita waktu, celakanya lagi… ide untuk membuat logo muncul pada saat hari-hari terakhir, semuanya serba mendadak hingga akhirnya eksekusi logo kurang optimal, tapi demi sebuah perburuan; ramuan yang kurang optimalpun di jagokan juga… (namun desain ramuanku belum di publikasikan saat ini:)

Satu perburuan melewati banyak tantangan dan pengalaman, nah pengalaman inilah yang ingin Joni Balbo bagikan di Zibalbogallery, yaitu pada saat hari-hari terakhir ketika mengikuti kompetisi ini “SUNGGUH SUNGGUH TERJADI”

Satu hari terakhir sebelum kompetisi ini berakhir, ketika Joni Balbo mencari infraboard untuk syarat pengiriman karya di toko A di seputaran Malioboro, ternyata stok barang yang dimaksud sudah habis laris manis, dan usut punya usut menurut kabar dari seorang teman 2/3 hari yang lalu di toko tersebut yang mengantre untuk membeli infraboard seabrek, karna habis mau-gak mau harus muter-muter di toko2 besar di kota Jogja, dan jika ketemu dengan pelayannya selalu dengan jawaban yang sama… “banyak mas dari kemarin yang nyari itu… tapi di sini belum ada…” karena dah berusaha tp tetap gak ada akhirnya dengan media seadanya desainku tetap kuteruskan, (moga saja panitia memaklumi, ternyata cari infraboard warna hitam susahnya minta ampun…:(, dan ketika mencari media alternatif di toko B, kebetulan lagi ketemu dengan orang yang menanyakan barang untuk kompetisi yang sama (weleh…) karena merasa senasib; yah mending daripada masnya juga gak jd ngirim n cari infraboard bikin pusing tujuh keliling, akhirnya aku saranin seperti caraku membuat media alternatif untuk kompetisi ini...

Pas hari terakhir ketika lagi ngeprint di sebuah percetakan, ketemu lagi peserta yang bermaksud ngeprint desain untuk kompetisi yang sama, masih di tempat yang sama, ketika membayar di kasir bertemu pelayannya, lagi2 mbaknya berkomentar, “oh mas, ini untuk lomba logo itu ya? Mungkin masnya sudah kesekian ratus kalinya lho…” (weleh-weleh…).

Malamnya pas ngeposkan di kantor Pos Besar Jogja sekitar jam setengah 7malam, ketika lagi ngantre lagi-lagi ketemu anak gondrong ngobrol bareng sama aku… “masnya ngirim ke Bandung juga ya? Emang pos tutup jam berapa mas? ketika Joni Balbo bertanya dengan petugas pos, banyak yang ngirim ya mbak?” Eh mbaknya malah tersenyum: ), karena ternyata di belakangnya banyak tumpukan amplop berukuran besar. Hemm… ini baru di Jogja (mungkin bisa mewakili Indonesia kecil) bisa dibayangkan berapa peserta dari seantero pelosok negeri ini… wah-wah.. sepertinya PT. Pos Indonesia benar-benar bisa memecahkan REKOR sayembara desain logo dengan jumlah peserta terbanyak kali ini…

Dan baru kali ini… di injury time Joni Balbo bertemu dengan serentetan peserta yang mengadu nasib lewat sebuah ajang kompetisi yang sama pula. Dari pertemuan tersebut, Joni Balbo yakin semuanya pasti punya misi dan pengharapan yang sama pula, yaitu jadi pemenang dan membawa pulang Grand Livina, tapi… bukan bermaksud pesimis, tentu juga Kita harus sadar bahwa persaingan didalamnya semakin ketat pula… So… kesimpulannya sekarang; bukan persoalan menang atau kalah lagi, tapi beruntung dan bersyukur bagi kita yang bisa menjadi bagian dalam sebuah kompetisi bergengsi ini…

Terakhir, semoga saja instansi baik negeri maupun swasta lainnya juga segera mengganti corporate identity, tentu agar kita bisa ambil bagian lagi di dalamnya…:)) So… mari berkompetisi dan mewarnai hidup ini agar lebih berarti…

Baca juga postingan Joni Balbo tentang Logomaniax (klik disini).

kaji dan pahami lebih dalam...

Minggu, 02 November 2008

LogoMANIax


Postingan ini merupakan renungan pribadi yang didedikasikan untuk sesama pemburu dan penggila kompetisi desain logo khususnya para pemula. Untuk mendukung isi postingan, sengaja Joni Balbo simbolkan dengan mendesain dan meminjam peristiwa proses pembuahan dalam rahim. Metafora tersebut sepertinya tidaklah berlebihan dan cukup representative dengan maksud judul logoMANIax dari Joni Balbo.

Di dalam rahim, ketika ribuan sel sperma telah ditanamkan oleh tuannya, dia akan berenang-renang berlomba-lomba ingin menjadi yang terdepan untuk dapat membuahi sel telur. Jika kita kontekskan dalam sebuah kompetisi desain logo, peserta layaknya sebuah "mani" yang punya ambisi dan mimpi untuk menjadi best of the best diantara ribuan mani (kompetitor) lainnya. Sedangkan kata LogoMANIax disini hanyalah istilahku untuk menganalogikan kedua konsep tersebut dan akhiran x pada kata logomaniax untuk membedakan istilah logomania dalam kamusnya Mr. Google yang berarti dorongan suka berbicara. Namun, dalam kamus kreatif Zibalbogallery; LogoMANIax berarti benar-benar tergila-gila pada sebuah kompetisi yang bernama "kompetisi desain logo". Jika anda merasa bagian dari logoMANIax, silahkan menelaah isi postingan ini.

Dari pengalaman mengikuti kompetisi desain logo, chatting & sharing tentang logo, serta blogwalking ke sesama logoMANIax memberi inspirasi untuk menulis tema postingan ini. Mungkin curahan dari seorang Joni Balbo dapat mewakili logoMANIax lainnya walaupun tidak sepenuhnya tentunya. Small is beautiful, "Simplicity is the Ultimate Sophistication". Dalam budaya kontemporer seorang pakar semiotika Charles Sanders Pierce mengatakan bahwa alam ini dipenuhi dengan tanda. Tanda adalah simbol yang menyediakan sekian banyak pengertian dan pemaknaan, beberapa tanda tersebut juga tercermin dalam sebuah logo. Sebuah simbol estetik penuh dengan doa, makna dan cita-cita…

Apa yang membuat Joni Balbo tergila-gila dengan sebuah seni grafis kecil mungil yang bermakna mendalam bernama logo? dalam konteks kompetisi desain logo, tidak hanya panitia penyelenggara yang menjanjikan hadiah dari 1 juta bahkan sampai 100 juta rupiah, sebuah angka yang sangat fantastis bagi saya tentunya, tetapi mengikuti kompetisi desain logo, adrenalien kreativitas seperti panas membara dan terpacu untuk berpikir kreatif, membuat hidup lebih hidup, bermakna dan berwarna. Syukur-syukur bisa tembus dan memenangkan kompetisi bergengsi, sebuah pengalaman hidup dan perjalanan karier yang tak ternilai harganya…

Satu tahun terakhir instansi baik negeri maupun swasta banyak yang berganti wajah dengan mengganti logonya, departemen/corporate satu mempengaruhi lainnya, sehingga seolah-olah trend ganti corporate identity melalui sayembara merupakan pilihan alternatif yang dilalui, hal ini menunjukkan pergeseran budaya baik logo pemerintahan maupun swasta yang berbau jadul mulai mengikuti perkembangan zaman dan mempunyai wawasan kedepan. Kondisi demikian tentu menjadi ladang dan kesempatan emas bagi kreator baik amatir maupun professional untuk unjuk gigi dan larut didalamnya.

Sebagai pemula di dunia kompetisi perlogoan Indonesia, Joni Balbo masih ingat persis dari percakapan tanggapan di YM dengan seorang guru logo bernama Ecodezign; “ambisi & mimpi untuk menaklukkan kompetisi logo tak ubahnya ingin menuju suatu tempat, kita tentu perlu “wahana” untuk menuju kesana, mengendarai sebuah mobil mewahpun tentu dibutuhkan bahan bakar yang berkualitas agar mampu meluncur dengan kencang serta kemampuan menyetir yang lihai pula tentunya”. Memang jika kita kontekskan dengan kompetisi logo, faktor X (keberuntungan), subyektifitas dari seorang juri sangatlah besar.

Jonipun masih ingat kekurang setujuan dari seorang Ecodezign terhadap kompetisi desain logo khususnya corporate identity, karena “untuk membuat corporate identity yang benar-benar ideal tentu seorang kreator harus tahu denyut nadi dapur dari perusahaan tersebut, jadi tidak hanya mendesain dengan dasar dari brief yang diberikan oleh panitia. Lain cerita dengan logo event yang sekali pakai ya sudah logo itu usianya berakhir. Corporate identity adalah logo long life...” setelah dikaji Joni Balbo-pun ikut makmum. Namun di lain sisi jika logo-logo dikerjakan oleh agency logo ternama tentu tidak akan memberi peluang bagi desainer grafis muda untuk turut ambil bagian didalamnya.

Sayembara desain logo, sebuah kesempatan bagi desainer grafis untuk mempertaruhkan nasibnya menjadi yang terdepan dan yang paling beruntung. LogoMANIax tak ubahnya dengan ribuan sel mani yang berlomba-lomba ingin menjadi yang terdepan dengan segala daya dan upaya agar dapat bersaing dengan logoMANIax lainnya untuk dapat memenangkan “tender” dan membuahi “sel telur”.

Sebagai logoMANIax apalagi pemula, kita bukan hanya bermimpi muluk-muluk untuk menjadi pemenang, tetapi hal yang wajib ditanamkan dalam jiwa adalah kita harus siap dan tahan banting untuk menerima kekalahan. Juga harus selalu sabar ketika menanti pengumuman pemenang yang dipastikan molor dari jadwal yang direncanakan panitia, dan sepertinya hal ini sudah menjadi budaya dari bangsa ini, belum lagi ketika menemukan beberapa panitia yang tidak professional, bahkan "panitia palsu" sehingga seolah-olah sebagai logoMANIax menjadi bahan permainan. Tentu sebelum mengikuti kompetisi logoMANIax harus benar-benar selektif memilih kompetisi mana yang layak diikuti dan wajib dihindari. Didalam kompetisi logoMANIax juga harus berpikir positif dan berusaha bijaksana; dengan kekalahan itu sebagai tolak ukur agar selalu mengasah tombak kreativitas agar desainnya semakin baik dan lebih baik lagi. Yang menjadi catatan disini tentunya bukan persoalan kemahiran mendesain logo dengan menggunakan aplikasi software desain tertentu tetapi yang jauh lebih penting adalah strategi, orisinalitas, keunikan serta makna, visi misi dan filosofi yang menyelimutinya.

Dari sisi penjurian, pengalaman estetik dan faktor subyektifitas juri berpengaruh besar, dalam beberapa kasus yang Joni Balbo ikuti, hanya sedikit penjurian yang sifatnya terbuka, memang kekuasaan tertinggi ada pada penyelenggara dan tangan juri tentunya. Namun menjadi masalah ketika desain pemenang pilihan para juri bagi sebagian besar logoMANIax sangatlah mengecewakan, disini kredibilitas juri menjadi taruhan tentunya. Hal tersebut mungkin ceritanya akan lain; seandainya panitia mempublikasikan usulan desain logo yang masuk ke meja panitia di web penyelenggara, ini menjadi hal penting bagi penjurian yang fair sekaligus pembelajaran bagi logoMANIax itu sendiri. Meski logoMANIax tidak memiliki hak pilih, tetapi paling tidak menjadi tahu sejauh mana perkembangan kemajuan dan keragaman desain-desain anak negeri terkini. Memang nantinya eksklusifitas dalam awarding untuk sebuah kompetisi disini seolah-olah menjadi berkurang serta lagi-lagi kredibilitas penjurian menjadi barang yang mahal.

Dari pengalaman kompetisi yang Joni Balbo lalui untuk membuat desain logo yang berkualitas, studi kasus terhadap target marketing/target audiens untuk corporate yang dilogokan wajib dilakukan, hal ini untuk menciptakan logo yang benar2 dapat mewakili branding yang dilogokan. Selain studi kasus tentu logoMANIax juga harus tahu perkembangan logo terkini, dan jangan sampai logo yang dirancang ternyata sudah ada yang menggunakannya, tentu keunikan dari sebuah logo menjadi hilang. Memang untuk mengetahui hal tersebut, logoMANIax perlu referensi yang cukup, sedangkan referensi buku tentang logo-logo dalam negeri sangatlah minim bahkan mungkin tidak ada, jika ada yang dipajang di rak toko-toko buku bergengsi berupa buku-buku import yang harganya selangit. Sebagai alternatif yang menjadi rujukan logoMANIax adalah situs logo luar negeri yang terkenal seperti rajasandu, logopond, logolounge dan sebagainya. Miskinnya buku logo menunjukkan harga logo saat ini sangatlah mahal, mungkin Anda masih ingat berapa harga logo PT. P yang konon mencapai USD 350.000 atau sekitar 3,5 milyar (ada gosip didiskon jadi USD 250.000 saja) yang dibuat oleh Landor, branding company luar negeri. Wuih angka yang sangat fantastis untuk ukuran kita. Namun menjadi ironis ketika Joni Balbo mengikuti sebuah seminar di Universitas Swasta di Jogja dimana seorang pembicara terkenal menunjukkan gambar logo yang mirip dengan logo PT.P sudah ada sejak tahun 70an dan digunakan untuk sebuah logo angkutan di Jakarta (meski tidak sama persis bentuknya) wah sepertinya Joni Balbo perlu mengecek kenyataannya di lapangan…

Melihat miskinnya buku perlogoan dalam negeri, dengan hadirnya blog dari para desainer / logoMANIax yang akhir-akhir ini terlihat mulai bermunculan, menjadikan iklim yang kondusif dan masing-masing bisa mengambil pembelajaran yang berharga, bagi yang punya blog; tentu desain di blog pribadinya menjadi ajang penjurian yang benar-benar fair dan bisa mengambil hikmah dari setiap kritikan yang dilontarkan pengunjung dan logoMANIax lainnya. Bagi pengunjung itu sendiri juga dapat belajar "menjadi juri", tentu saja sesuai dengan sudut pandang pengalaman estetis pribadinya. Selain itu hadirnya blog desain logo tentu menjadi media rujukan pembelajaran alternatif terutama logoMANIax yang tidak pernah mengenyam pendidikan perlogoan secara formal. Sekedar flashback jika kita mencoba menengok dan berpikir rasio dengan melihat kuantitas logoMANIax yang mengikuti sayembara desain Logo BEI (Bursa Efek Indonesia) atau ISL (Indonesia Super League 2008) hampir mencapai seribu, jika 1 persen dari logoMANIax tersebut mau menyempatkan
membuat blog dan mempublikasikan desainnya, tentu kekayaan dari desainer Indonesia akan semakin terdeteksi sekaligus sebagai tolak ukur perkembangan dunia perlogoan Indonesia. Kehadiran blog logo tersebut tentunya menjadi tolak ukur bagi logoMANIax pemula khususnya sebelum ikut berenang berlomba-lomba untuk menjadi yang terdepan. Tapi Joni Balbo disini berpikir; mungkin kesibukan dan keengganan menjadi alasan utama, hal ini juga bisa dimaklumi mengingat di era layar sebuah ide dan masalah hak cipta adalah barang yang mahal, sekaligus melanglang buana di dunia maya 2 sisi menjadi taruhan tentunya, namun dibalik itu popularitas dan persahabatan dari sesama logoMANIax secara tidak langsung menjadi penggantinya…

Terakhir… satu hal yang pasti, bahwa jodoh, rejeki, menang kalah segala sesuatunya sudah ada yang mengatur, tapi "dia" tidak akan pernah datang jika kita tak pernah mencarinya… Selamat berjuang kawan LogoMANIax, semoga rejeki dari Allah SWT selalu terlimpah pada kita semua… Amin

Mungkin ada pemahaman yang keliru untuk uneg-uneg ini, atau Anda ingin melengkapi sesuai dengan pengalaman Anda? masukan dari Anda menjadi pembelajaran berharga bagi Joni Balbo pribadi, LogoMANIax lainnya, pengunjung
ZIbalbogallery dan pantia penyelenggara, semoga...

kaji dan pahami lebih dalam...