laksana Laksamana samodra, mengomando bala tentara di lorong haluan,
dalam barisan kucoba menerka; "tidakkah tuan melupa?
kala lepas pekikan beradu gemuruh gelombang?"
jauh di sana, sang camar mendengar laungan,
lewat telepati juga batinnya yang lama terikat
namun, apa mau dikata..
ketika larut ke laut, tawar menjadi asin,
jiwapun terombang angin
akankah kau kejar cakrawala?
sementara ianya terus membentangi jauh..
sudah.., cukup..!!
biarkan kisah lama jadi sempadan,
memadu padankan bumi dan langit,
walau tak pernah saling merapat
wahai pelaut yang tak takut maut,
tengoklah silumba-lumba,
ia berlomba-lomba meraih cita,
dapatkah kita belajar darinya?
badai kini telah menghilang
mari, tegakkan tiang memancang..!
bentang layar lainnya..
meski harus menyulam benang kusut di malam-malam larut..
katakan pada angin, kabarkan pada air;
"aku bisa bahagia, engkau di sana bahagia, meski lintasan kita berbeda"
sungguh sangat berat, tapi tetap harus dicoba,
semoga bisa.. melakoninya, amien..
~JB~
Jogja, 14 Mei 2010
Sabtu, 15 Mei 2010
Laksana Laksamana
Rabu, 12 Mei 2010
aku ini si rumput teki; jawab teka-teki tiada henti..
aku ini si rumput teki; mekar sekejap di siang bolong
aku ini si rumput teki; ditepikan kharisma kembang bermekaran
aku ini si rumput teki; terpinggirkan di celah beton jalanan
aku ini si rumput teki; haus hujan dan pandangan
lepas di bulan dua belas, rindu terbayar hujan melimpah ruah
berawal berkah berakhir musibah,
berawal rindu berakhir prahara tiada terkira
ironis, tragis ! tak percaya,
ku tenggelam di tanah yang lumrah kering-kerontang
kurindukan segelas hujan, langit sajikan daratan sulap lautan..
terseret ombak, tersedak, kaki nyawaku cengkeram rongga bebatuan..
"MATILAH AKU..!!tuntaslah aku dari penderitaan...!!!"
hingga reda, ku hirup nafas ku bertanya?
"Tuhan.. kenapa tak Kau musnahkan aku sekalian?"
tanyaku tak terjawab...
jelang pergantian masa, pahlawan kebersihan, mengoyak tubuh rentaku..
kuteriak berontak!; "B*NGS*ttTT... !!!"
lagi-lagi kusesali, "Tuhan, kenapa aku tercipta terpinggirkan?"
ditimbun salah, padahal tak melakukan kesalahan apa-apa..
ku mengiba.. "aku hanya ingin jawaban Tuhan?"
haus jawaban..
hingga wahana usang hempaskanku di pelataran
tersengat bau bangkai, ku pingsan, siuman,
hingga kusadar di balik belukar
sunyi, angin sepoi-sepoi bangunkanku dari mimpi berjawab;
sejatinya... hidupku bebas liar di belukar..
terima kasih Tuhan, telah jauhkanku dari hingar-bingar trotoar..
kini, kutemukan ilalang berkawan, bercengkerama serangga...
Jogja, 11 Mei 2010
(sebuah jawaban kepada kawan)
Minggu, 09 Mei 2010
Dandelion
liar mencakar di pilar belukar
rapuh tumbuh di savana terbentang
lalu bayu menyapu tanpa ragu
hempas satu lepas seratus
melayang seluas saujana raya
terjun terjatuh di tanah tandus
hausku mengakar kuat,
angan menjulang menantang awan
berharap lebih dari lebatnya dahan
kian semarak dari sang moyang
tersengat bara langit
dihujam badai..
tunggu hujan tumbuh kembangkan
mekar memancar menginspirasi diri
terus berjuang tiada henti...
teriring sesanti..
semoga Ia merestui...
amien..
Jogja, 9 Mei 2010
Sabtu, 27 Maret 2010
pagi buta tadi
jam 2 pagi kau datang lagi
apa yang kau cari?
biarkan remuk jadi serbuk
hilang tak perlu dikenang
usah panggil sembunyi aku lagi
duamu jadi satu, apa itu kurang?
konyol..
namaku adalah dinding
saksi bisu bernyawa
terlalu kuat terlalu dekat
ingin kurobohkan, takut tertempa
aku keliru meletuskan mesiu
bertahun lepas, 21 desing peluru tak mampu buka mulutmu
angkuhmu terlalu baja, baja dalam kelam malam
aku lelah, aku kalah, aku salah
mundur teratur dengan segala kemunafikan
memenjara diri dalam peleburan
aku tak mau lagi..
tak mau salah memilih
aku tak lagi memaksa..
sebab tulus bukan dipaksa
Jogja, 27 Maret 2010
Minggu, 13 September 2009
Antara Cinta, Pelampiasan, Kompetisi & Ngeblog

Kadang Allah menunjukkan “jalan yang benar” bagi umatnya dengan cara yang berliku, aneh, gak masuk di akal, dalam pikiranku mungkin terlihat konyol waktu itu, namun ternyata di balik semua itu tersimpan pengalaman proses perjalanan hidup yang bagiku sangat luar biasa… Dan postingan ini sebetulnya sangat personal sekali, yang sudah lama ingin kutuangkan dalam diary kompetisiku ini.. namun Joni baru merasa enjoy dan berani membaginya sekarang, di saat aku merasa jauh lebih baik sebelum aku mengenal blogging…
Banyak orang ngeblog dilatar belakangi berbagai hal dan kepentingan, ada yang ingin terkenal dengan memperluas jejaring, sarana ekspresi diri dan bernarsis ria, membagikan info/ilmu pada orang lain dan untuk personal branding, bahkan banyak juga yang menjadikan nge-blog sebagai aktivitas utama sebagai sarana untuk mencari penghasilan melalui bisnis online. Namun bagi Joni Balbo pribadi alasan utama ngeblog adalah PELAMPIASAN !!! yaah.. pelampiasan… !!!
Sejak tahun 2007, ketika aku baru mengenal blogging pertama kalinya, pernah terbesit jika kelak aku telah berhasil melampiaskan dan memperoleh apa yang kuinginkan, aku akan mencoba menarik benang merah dari bunga rampai pengalamanku, hingga orang yang dulu “meremehkah aku, mencibirku, mengacuhkan aku” akan mempercayai terhadap apa yang telah kulakukan ini, demi sebuah pengakuan, demi sebuah proses dan demi pelampiasan cinta…
Cinta, kata para pujangga adalah anugerah dan begitu banyak orang mengartikannya, hingga banyak orang buta karenanya… termasuk aku, bagiku cinta tak pernah bisa kupahami, bahkan membuatku jadi “gila” dan amat menyiksaku waktu itu…
Siapa yang tak pernah jatuh cinta, kuyakin Anda pasti mengalaminya bukan? tp bagaimana jika cinta itu tak pernah terbalas? bagaimana jika cinta itu ternyata direbut oleh teman sendiri, teman yang waktu itu sangat aku percayai, sampai suatu pagi aku memergoki mereka bermesraan di depan mataku.. oh.. ;(( Hingga bagaimana jika cinta itu harus jatuh pada orang yang seharusnya tak mungkin aku miliki.. ;(( sakit, perih, campur aduk… selalu menyakitkan waktu itu…
Besarnya rasa cinta pada orang2 yang kusayangi justru menyiksa dalam jurang batinku waktu itu, “Persetan! Kenapa gadis itu berubah total, begitu aku mengatakan cinta, kenapa kau mengkhianatiku? kenapa aku harus melihatmu bahagia dengannya..? Kenapa aku harus jatuh cinta padanya, pada orang yang berhati beku, kau bisu.., kau angkuh "memutuskanku", kenapa dan kenapa?” Rentetan pertanyaan misteri yang selalu menghinggapi dan tak pernah terjawab di tengah kepolosan hidupku kala itu… Marah! kecewa !! nggak terima !, campur aduk jadi satu... “Cinta-cinta, deritanya tiada pernah berakhir…” kata Patkay dalam legenda China…
“Ikhlas dan terus berupaya berpikir postif” saran dari orang-orang bijak. “Ikhlas” kata yang sejuk, tapi bagiku untuk mengaplikasikan dalam kehidupan nyata butuh proses yang panjang. Menjadi orang yang berlapang dada bagiku tidaklah gampang, bahkan karena cinta, dua tahun yang lalu aku makin menjadi orang introvert, perenung, tak punya gairah dalam hidup.. waktu itu bila aku melihat wajahku di cermin selalu merasa lebih tua dari usiaku… (*kenyataannya sekarang memang juga sudah tua)
Pada sebuah masa, puncak akumulasi dari kekecewaan, kepenatan dan kebosanan hidup yang aku alami, aku pernah hengkang bermodal nekat untuk membunuh kepenatan hidup, dalam waktu seminggu aku melakukan perjalanan dari Jogja – Semarang – Surabaya – Situbondo, tujuan utamanya hanya satu, untuk melampiaskan kepenatan yang waktu itu serasa membebani hidupku.. jika aku mengingat petualangan itu.. “ah.. nekat betul aku ini…” menyusuri kota-kota yang selama ini belum pernah aku singgahi, semua kulakukan sendiri dan hanya dengan bantuan komando sms dari kawan2 terbaikku.
Sekarang kalau aku berpikir ulang, mungkin kalau tidak nekat dan karena “pelampiasan cinta”, aku tak mungkin sampai di kota Semarang – Surabaya - Situbondo dalam waktu yang beruntun, dan tujuan utamanya; pelampiasan, meskipun "kubalut" dengan bahasa silaturahmi mengunjungi kawan2 lama di kota-kota itu…
Suatu hari di ujung timur pulau Jawa, aku berkunjung ke rumah teman kuliah semasa di Jogja, aku memintanya mengantarkanku ke bentang alam terindah di Situbondo. Pasir Putih adalah sasaran waktu itu… Di pagi yang cerah mentari menyinari selat Madura, hamparan pasir putih tulang kecoklatan bak beludru di sempadan laut dan daratan, riak-riak air berkilauan memantulkan cahayanya, sementara kapal-kapal bercadik berwarna-warni bertandang di bibir pantai yang berlatar belakang nyiur kelapa melambai dan bukit hijau nan elok. Kulihat di antara kapal-kapal bercadik, ditambatkanlah lusinan kano yang memang disewakan untuk para pengunjung dan "penakluk" pantai. Kulihat juga di selat itu ada anak seusia SMA begitu asyiknya naik kano, hingga aku terbesit untuk menantangnya berlomba... (*Sebelumnya aku gak pernah tahu yang namanya “kano” itu seperti apa? apalagi menaikinya...), dan waktu itu karena sulutan pelampiasan aku memberanikan diri “berkano ria”, yg saat itu tak pernah terbayangkan dalam hidupku… mendayungi selat Madura.
Di tengah asyiknya berselancar temanku lebih memilih menunggu di daratan sambil berteriak-teriak; “Jon… Jon… Jonnn....!!! edan koe.. hey..!!! hooeey...!!! ojo adoh-adoooh… !!!” sementara aku tetap mengayuh dayungku dan tak sedikitpun mempedulikan suaranya... laju dayungku begitu kencang hingga sampai 2 km lebih dari jarak bibir pantai Pasir Putih tak kusadari... di tengah lautan itu aku mengumpat sepuasku.. "ARRGGGHHHH...........!!!"
Bila mengingatnya, aku sekarang berpikir Gila', andai aku nggak bisa berenang dan tiba-tiba ombak besar datang, mungkin aku akan tenggelam dalam kedalaman dan dimakan hiu yang mungkin berlalu-lalang di bawahku waktu itu...
Menikmati sunset di selat Madura, bermain istana pasir dengan anak-anak kecil yang masih polos, telah mengurangi kepenatanku waktu itu.. serasa luntur bebanku.. Beberapa hari berikutnya setelah masa hengkangku itu, aku kembali ke Jogja. Rasa memang tak pernah berbohong, rasa sakit campur aduk itu masih terus mengikutiku di kota ini, antara aura negatif dan positif selalu berperang dalam batinku, “persetan kau..!!! tapi buat apa meratapi nasib dan menyesalinya?” mencoba untuk selalu mendekatkan diri padaNYa, ya.. itu saran dari orang2 bijak, bukankan Tuhan telah mengajarkan pada umatnya untuk tidak jadi perenung yang selalu menggerutu dan meratapi nasib? Benar, buat apa aku terus memaki-maki “batu” yang selalu membisu. Salah satu cara yang kupilih untuk merubah haluanku tentang cinta, bagaimana aku bisa melupakan, menaklukkan cinta, membalas dendamku dengan caraku, mengalihkannya, yakni dengan KOMPETISI.. yaah.. kompetisi sebagai bagian dari caraku untuk melampiaskan cinta yang telah menyiksaku…
Kompetisi telah mengalihkan akan masalahku, ia mengajariku untuk lebih banyak belajar menerima kekalahan, belajar menjadi baik dan lebih baik lagi serta untuk tidak pernah menyerah. Jujur harus diakui, berkompetisi di dalam negeri memang lebih banyak kekecewaan yang ditemui, kecewa bukan karena tidak menang, tapi karena panitia jarang yang bisa bersikap konsisten dengan apa yang telah ditentukan, cenderung sak geleme dewe, "curang", tidak adil, dsb. Namun jika aku waktu itu yang kupikirkan semata-mata "hanya untuk menang", mungkin sejak dulu aku berhenti dan tidak akan pernah ikut lagi dengan namanya kompetisi di dalam negeri. Apalagi dilihat dari segi waktu dan biaya, mengirim karya dengan cara konvensional kalau dikaji ulang, mungkin akan banyak ruginya, bisa dibayangkan untuk membuat karya dalam bentuk print out, bahan pendukung sampai dengan jasa pengiriman pos ekspress, bisa merogoh kantongku antara 30 – 50 ribu setiap kali pengiriman. Jika dikalikan dengan puluhan kompetisi yang kuikuti, mungkin sejak dulu aku sudah kapok !!! dan terhenti...
Menerima puluhan kali penolakan/kekalahan memicuku untuk "balas dendam", ambisi menang telah menjadi nafsu setan dalam tubuhku… membuatku semakin “bernafsu”, juga jadi simbolisasi untuk terus mengibarkan bendera kemenangan, sekaligus makin meleburkan dan melupakan masa lalu..
Dalam batinku kala itu; aku selalu yakin bahwa suatu saat aku akan menaklukkan dan membuktikannya di Zibalbogallery..
suatu hari ada yang berkomentar cukup pedas di galleryku ini,
X; "Buat apa mengikuti kompetisi logo di dalam negeri ?, capek!, mending ikut di luar sana, lebih fair lebih n … …"
XX; "Logo-logo Anda cacat semua.. ngaku-ngakunya baladewa, saatnya buka mata lihat dunia..."
XXX; "Aduh mas, masak logo kayak ekor ikan paus, logomu payah n maksa banget.. jelek, kl gak mau dibilang parah, kaku, n bla… bla…
Belum komentar lain yang tak perlu aku tuliskan di sini, yang mungkin kl dimasukan hati bisa membuatku sedari dulu terhenti dari arena ini…
Mencoba berpikir positif adalah cara untuk terus mengoreksi diri (*meski dalam hati tidaklah gampang menerimanya…)
dan mengikuti kompetisi desain di dalam negeri tak pernahku absen darinya..
Siang itu di kala aku pulang dari tempat kerja, aku langsung masuk kamar buru-buru menghidupkan komputer kesayanganku dan mulai online, rasa penasaran membuatku tak sabar ingin segera melihat pengumuman pemenang kompetisi yang ku ikuti ke-25 kalinya, yakni lomba logo 60 tahun UGM di situs www.ugm.ac.id, yang memang jadwal pengumuman pemenangnya di hari yang menyengat itu...
Betapa kagetnya ketika kulihat di web kampus bergengsi itu terdapat nama yang begitu akrab di telinga dan mataku, dengan jelas tertulis nama dengan headline bombastis pula di sana, pandangan mataku makin kudekatkan di depan layar monitor, mataku kukerutkan, kupelototkan, kukedipkan berulang-ulang dan kukucek-kucek untuk memastikan aku tidak sedang bermimpi, tangan kananku gemetaran memegangi mouse, jantungku berdetak kencang dan makin kencang... aku terus memastikan ini NYATA, yah ini bukan mimpi.. ini NYATA.. aku melompat sekuat tenaga.. dan berteriak histeris “AKU MENANG… AKU MENAAANG… AKU MENAAANG…!!! Hingga aku tertunduk tersujud syukur.. terpaku.. terharu.. ingin menangis tapi tak mampu... setahun aku menunggu dan ingin mewujudkan mimpiku itu.. yah saat itu aku bagai di puncak bukit mimpi menjadi nyata yang selama ini aku daki… (Allah mungkin sangat kasian padaku, hingga Dia mengabulkan doaku... alhamdulillah...)
Beberapa menit berlalu, kusandarkan punggungku di tembok kamarku, kuselonjorkan kakiku perlahan-lahan, aku mulai menghela nafas... kuambil handphone di atas meja itu, lalu jariku sibuk memainkan keypad-nya untuk memberi kabar bahagia pada orang-orang yang selama ini mensuportku, sms balasan simpatipun beruntun, juga ucapan selamat dari kawan2 di YM menyerbuku.., aku lihat juga blog kesayanganku mendadak traffic counter-nya naik drastis… dan aku hanya tersenyum..
Kemenangan waktu itu sungguhlah aku maknai teramat dalam; simbol pelampiasanku terhadap sebuah kekecewaan sepertinya terbayar, bukan terbayar dari segi nominal hadiahnya, tp terbayarnya atas ambisiku yang sejak pertama kali kuputuskan dan kuproklamasikan dalam visi dan misiku di blog ini..
Kekalahan bertubi-tubi telah mengajariku untuk jangan pernah jadi pecundang. Jika dari Anda mengikuti perkembangan blog ini sejak kubangun satu setengah tahun lalu, mungkin akan tahu bagaimana perjalanku untuk dapat berdiri di sebuah puncak kemenangan, hingga orang-orang yang pernah mencibirku, menganggapku orang yang goblog tapi sok tahu, akan mengatakan “hidup Joni.. !!! kau hebat ! kau telah berhasil mewujudkan mimpimu... dalam benakku aku hanya tersenyum, "aku berhasil melampiaskannya... yah aku telah berhasil...!!!"
Waktu kini telah berlalu, kedunguanku akan cinta masa laluku telah terlampiaskan… dan perlahan mulai terkubur di tengah makin gencarnya persaingan di dunia yang telah aku pilih; dunia kompetisi.. dan aku tak ingin, terhenti...
Blogging & kompetisi mengajariku untuk berupaya berdiri tegak di atas gelombang, menjadi lebih baik dan lebih baik serta lebih dewasa, menggembleng, mendidik dan menghargai akan sebuah proses, bahwa hidup tak boleh menyerah, meskipun luka di kaki teramat sangat. Seperti sebuah kata bijak; tak ada seorang ksatria perang yang tak pernah terluka, tak ada balita yang belajar berjalan, tak pernah terjatuh hingga keseimbangan mengajarinya menjadi orang yang tangguh…
Terima kasih ya.. Allah.. Kau telah menunjukkan makna hidup dengan cinta… Terima kasih untuk orang-orang yang telah membuatku seperti ini dan telah menunjukkan jalanku, serta terima kasih untuk orang-orang yang telah menolongku di saat aku merasa dalam badai keterpurukan, semoga kebaikanmu selalu mendapatkan balasan dariNya… amien.
Cinta, Pelampiasan, Kompetisi & Blogging telah mengajarkan arti cinta, bahwa tiada yang salah dengan cinta, dan ia memang tak selamanya harus memiliki, meski untuk memaknainya membutuhkan proses yang panjang, berliku dan terjal. Kekalahan dan kemenangan telah menginspirasi blogku ini untuk terus bergelora.. sebab hidup bukanlah diam.. melebarkan sayap dan terbang. Walaupun sayap ini tak akan pernah sempurna, aku selalu percaya bahwa kelak aku akan dapat terbang seperti elang bermata tajam... insyaallah
Tulisan ini hanyalah sampah pelampiasan yang kuabadikan dalam sejarahku, mungkin Anda melihatnya serasa lebay, narsis, sadis, romantis, melankolis... atau apapun… namun bagiku; Aku begitu LEGA, yaa.. aku leggaaa... menuliskannya...
Nanti, besok, pekan depan, bulan depan, tahun depan atau kapanpun jika aku masih diberi umur panjang, bila aku kembali membaca diary kompetisiku ini, aku yakin kan menertawakan diri.. sambil bergumam "walah Jon.. Jon.. ngopo e.. koe kui? sampai segitunya? Gila loe ya? WONG EDAANN !!! orang yang aneh! Dan aku kembali tersenyum kemudian tertawa lepas... ha..ha..ha.. ha... :))))
aku telah berhasil melewati masa-masa itu...
====================================================================
*untuk orang-orang yang pernah aku cintai, terima kasih.. semoga kau selalu berbahagia hidup dalam dunia dan keluargamu.. salam untuk anakmu dari Omnya ini…
*untuk orang2 yang pernah aku cintai; maafkan jika aku harus menuliskan ini... maafkan, demikian juga aku telah memaafkan kesalahan2mu… andai aku piawai memainkan gitar akan kunyanyikan tembang “Hanya Ingin Kau Tahu” dari Republik untukmu...
*untuk teman maya/nyata yang telah menolongku di tengah keterpurukanku.. aku kirimkan lagu spesial; “You Raise Me Up” dari Josh Groban sebagai tanda terima kasihku untukmu semua.. thx for all…
Rabu, 08 Juli 2009
Datang lalu Menghilang
Dan dentuman waktu tak akan kembali…
Namun kehadiran, Nyata adanya...
Tutup pintu rapat-rapat dan hempaskanlah !!!
Memandangi cermin hanya akan menggila…
Keluar dan kejar..! ke tanah lapang…
Tatap angkasa, siapa Pencipta semesta?
Lihat tanah, semut hitampun tak pernah mengajarimu melemah
Terima kasih Tuhan..
Telah Kau tunjukkan jalan yang benar
===========================================
*sekedar pelampiasan dan nasehat diri..
Senin, 20 April 2009
Mengejar Bintang

Adalah perasaanku tentang... sesuatu.
Rabu, 15 April 2009
Aku Ingin

So sweet…
Awali dengan cinta… karena akan menjadikan yang sederhana menjadi bermakna dan luar biasa…
Seperti karya sastra dari Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono yang bertajuk “Aku ingin”, yang telah mengiinspirasi cinta bagi siapa saja... dan kali ini Joni Balbo tulis ulang di Zibalbogallery, sebagai ungkapan rasa cintaku kepadaNya, kepadamu, dan kepada siapa saja…
Cinta adalah universal, karenanya tak kenal batas ruang dan waktu…
Dengan mengutip syair “Aku ingin”, maka aku ingin mencintai-Nya atas bakat dan kesempatan yang telah diberikan kepadaku; Aku ingin mencintai orang-orang terdekat di sekelilingku, di dunia nyata maupun maya; aku ingin mencintai pekerjaan dan lingkunganku, aku ingin kembali mencintai sahabat-sahabatku yang telah terberai... juga cinta sederhana kepada Anda semua; pengunjung Zibalbogallery, serta spesial cinta untuk nona manis yang selalu tersenyum manis saat bersua..
Dimensi cinta... cita tanpa cinta terasa hampa, cipta tanpa cinta serasa kurang berasa… Karena cinta adalah anugerah terindah dari Sang Pencipta...
Terima kasih cinta…
Minggu, 05 April 2009
m E t A m O r F o S a Red Arowana

Bismillaahirrahmaanirrahiim... dengan niat untuk terus belajar menjadi baik dan lebih baik lagi dalam mencipta, serta lebih professional dalam mengelola Zibalbogallery, maka pada dini hari yang penuh pengharapan ini, Joni Balbo melaunchingkan alamat URL yang baru dengan nama domain... www.zibalbo.com
Setahun lebih telah berlalu, sebagai manusia biasa yang selalu ingin terus berbenah agar mampu menggapai segala mimpi, maka setiap waktu yang berlalu menjadi tanda yang begitu bermakna…
Pakar semiotika; Charles Sanders Pierce, mengatakan bahwa; “alam ini dipenuhi dengan jutaan tanda-tanda, manusia hidup menciptakan tanda dan penanda” maka bagi Joni Balbo; judul postingan "Metamorfosa Red Arowana" kali ini adalah untuk menandai langkah etape berikutnya, sebelum masuk jauh ke dalam rimba maya, agar kelak tidak lupa diri ketika hendak pulang ke "kandang" nyata.
Untuk migrasinya www.zibalbo.co.cc ke www.zibalbo.com Joni tak lupa mengucapkan; "Thank you very much for domain co.cc" yang telah menemani Zibalbo selama kurun waktu setahun lebih dalam berpetualang di rimba maya ini.
Sehubungan dengan migrasinya www.zibalbo.co.cc (www.zibalboart.blogspot.com) ke www.zibalbo.com, maka Joni Balbo mengharap kepada Sodara-sodara semua yang telah mengelink alamat web lamaku, mohon meluangkan waktu sejenak untuk mengganti link dengan alamat URL Zibalbogallery yang baru.
Terimakasih atas kerjasamanya, semoga kebahagian dan keberuntungan selalu menyertai kita semua, serta ikatan silaturahmi diantara kita, dapat terjalin dengan baik selamanya… amien.
Jumat, 03 April 2009
Syukuran

Syukur Alhamdulillah… etape pertama skenario mimpi-mimpiku telah terlewati, sebagai refleksi agar tidak lupa diri dan tidak terlalu larut dalam kegembiraan, serta bisa kembali bangun untuk melangkah nun jauh di sana dengan harapan nan gilang gemilang, maka ditulislah tema “Syukuran” pada postingan kali ini…
Pada kesempatan ini Joni Balbo secara khusus mengucapkan kembali rasa terimakasih yang tak terhingga kepada dewan juri lomba logo 60 tahun UGM dan pihak UGM, terimakasih kepada Bapak Adisupo dari harian Kedaulatan Rakyat, harian Bernas, Jawa Pos Radar Jogja, khususnya kepada Mbak Lutfi Rakhmawati (mohon diralat namaku ya mbak, yang benar namanya JONI bukan JUNI, he.. he..) Media massa yang telah membantu melejitkan nama "Joni Martono" pada lintasan orbit planet desain logo, semoga galaxi mimpi-mimpiku lebih cepat kuraih berkat bantuan Anda semua.. sekali lagi terimakasih untuk semuanya...
Terimakasih untuk semua doa dan dukungan keluargaku, dari sahabat-sahabat terbaikku alumni Seni Rupa UNY angkatan '99, teman-teman chat di YM & FB, terimakasih kepada keluarga besar SMPN 9 Kotagede Yogyakarta, semoga “jadah tempe” yang dibagikan kemarin, meskipun sangat sederhana sekali, mudah-mudahan bisa menjadi pengikat tali silaturahmi diantara kita semua… Mohon maaf sekali untuk anak-anak Spelanta; "maafkan Mr. Joni tidak sanggup menraktirkan bakso untuk kalian semua dengan jumlah anak 620 siswa, semoga rasa bahagiaku yang kutulis di Zibalbogallery ini bisa ikut "mengenyangkan" kalian semua :))". Kepada Rekan-rekan dan anak-anak di Hamong Putra dan TK Budi Mulia Dua Seturan, thx buat semuanya. Pemuda-pemudi Karang Taruna Gebang Abhimana Satya, matur nuwun untuk kehadirannya di pengajian syukuran kemarin.
Pada kesempatan ini Joni juga menyadari, jika ada puji pasti juga ada caci, jika ada yang menang mungkin juga ada yang merasa tidak senang, dan perlu disadari ini adalah bagian dari sebuah kompetisi, untuk itu semoga kita yang terlibat didalamnya bisa terus berupaya selalu siap, serta selalu berlapang dada...
Joni Balbo juga tak henti-hentinya mengucapkan rasa terimakasihku kepada semua yang telah berjasa bagi perjalananku, yang pada kesempatan ini tak bisa Joni sebutkan satu persatu, semoga kritikan yang pernah dilontarkan kepadaku hingga membuatku lebih baik dari sebelumnya, serta ketulusan Anda semua dalam berapresiasi di Zibalbogallery mendapatkan balasan yang setimpal dari-Nya... Amien.
Rabu, 25 Maret 2009
The Dreams Come True

"Semua berawal dari mimpi" kata tersebut sangat tepat dilontarkan karena tidak mungkin Joni siang tadi bersama dengan para finalis pemenang lomba logo 60 Tahun UGM bisa mendapatkan tempat terhormat dalam acara "penganugrahan & jamuan" dengan Bapak Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Sudjarwadi M.Eng, Ph.D., di UC UGM.
Alhamdulillah bisa mewujudkan sebagian mimpi-mimpiku bagiku sangatlah luar biasa sekali... Dan postingan ini ditulis bukanlah untuk “pamer”, tapi Joni Balbo maknai sebagai “tetenger” sejarah perjalanan single fighter karierku yang kurintis setahun lalu dari “NOL”, sebagai pijakan untuk melangkah ke masa depan yang lebih menantang dengan harapan-harapan yang lebih gemilang pula… Amien.
Pengalaman ini meyakinkan Joni Balbo pribadi bahwa; sudah menjadi ketetapan-Nya, kesuksesan tidak bisa diperoleh secara instan, semua perlu proses pembelajaran yang panjang, curam dan berliku, seperti layaknya air mengalir dari puncak gunung menuju samudra yang maha luas. Lewat postingan ini, Joni Balbo menganalogikan "mimpi - kegagalan & kesuksesan" dari pelbagai pengalaman sejarah tokoh barat, seperti seorang Einstein dengan teori-teorinya yang maha dahsyat berawal dari mimpi, seperti halnya Kolonel Harland Sanders membangun kerajaan bisnisnya berawal dari ratusan kegagalan.
Tokoh timur yang menjadi referensi “mimpi”, seperti tertulis dalam kutipan karya sastra yang pernah Joni Balbo posting, tentang “Sajak Paman Doblang” dari Rendra dan puisi karya Jallaludin Rumi layak menjadi motifasi diri. Demikian juga seperti Sun Zi Bing Fa, Jenderal dan Filsuf dari daratan China yang tersohor dengan ajaran strategi seni perangnya, yang mengajarkanku untuk terus mewujudkan kemenangan dengan pelbagai strateginya. Namun mimpi saja tidaklah cukup, usaha dan doa wajib dilakoni seperti agama mengajarkan kepada kita semua.
Sekali lagi, postingan ini ditulis bukan untuk menceramahi atau menggurui, tetapi lebih pada pengingat dan motifasi diri jika kelak Joni Balbo "loyo", semoga ketika kembali membaca tulisanku ini bisa bangkit dan lebih semangat lagi… Insyaallah.
Terimakasih kepada Anda pengunjung Zibalbogallery yang sudi membaca pengalamanku dan berapresiasi, semoga kita selalu menjadi bagian dari orang-orang yang pantang menyerah serta lebih bijaksana dalam menyikapi dan menjalani hidup. Amien...
==================================================
SYUKURAN
Jumat, 20 Maret 2009
Panjiku Berkibar di Gadjah Mada

Alhamdulillah.... sujud dan syukurku untuk-Nya, yang telah memberiku bakat dan kesempatan sehingga aku dapat terus belajar menjadi baik dan lebih baik lagi…
Joni Martono melanglang buana di dunia maya dengan jargon "Joni Balbo" dan bermimpi serta berambisi memenangkan kompetisi desain logo di dalam negeri akhirnya terwujud juga.... Setelah “gagal” untuk ke-24 kalinya dan kini kompetisi desain logo yang ke-25 kali, untuk logo 60 Tahun UGM, alhamdulillah namaku berkibar. Terimakasih kepada dewan juri yang terhormat, yang telah memilih karyaku menjadi karya terbaik di antara 616 karya lainnya.
Terimakasih untuk dukungan keluargaku dan orang-orang terdekat, terimakasih keluarga besar SMP Negeri 9 Kotagede Yogyakarta, anak-anak Spelanta yg saya sayangi & banggakan, smoga kalian semua ikut bangga atas kemenangan Mr. Joni Balbo :) Dan yang pasti smoga kalian semakin termotifasi, ingat; "prestasi diraih tak semudah seperti membalikkan telapak tangan", butuh semangat juang yang tinggi untuk menggapai segala mimpi, belajar lebih giat lagi diiringi dengan doa, pantang menyerah! Tunjukkan dan kabarkan pada dunia.... "AKU BISA !!!" Amien...
Terimakasih untuk semua kritik, saran, sanjungan, bahkan cacian di Zibalbogallery, Anda semua yang telah menunjukkan "kelemahan-kelemahanku" dan membuatku menjadi lebih dewasa serta lebih baik dari sebelumnya.
Terimakasih untuk dukungan sobat-sobat pemburu lomba logo… sahabat-sahabat terbaik yang menjadi “guruku” dalam dunia kompetisi ini…
Mari terus berkarya, belajar untuk menjadi baik dan lebih baik lagi….
Dan semoga keberuntungan selalu menyertai orang-orang yang pantang menyerah… Amien
*dengan maksud tidak mau bersikap “lancang” dengan pihak UGM, untuk logo desainku blm akan dipublikasikan di Zibalbogallery sebelum UGM melaunchingnya.
Terimakasih & harap maklum.
============================================================================
update; 31 Maret 2009
Logo 60 Tahun Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Kamis, 19 Februari 2009
Menang Walau Tanpa Tepuk Tangan
“Sajak Paman Doblang” dari Rendra dan paduan judul postingan “Menang Walau Tanpa Tepuk Tangan” dari Joni Balbo yang terdengar melancholis kali ini, merupakan refleksi pencarian jati diri dan arti "perjuangan dan kemenangan" dalam frame Zibalbogallery.
Bersambung….
Selasa, 23 Desember 2008
Happy Birthday To Me
Atas dasar visi dan misi Zibalbogallery itulah, maka pada tanggal 23 Desember 2008 ini terciptalah rangkaian refleksi di atas…
Minggu, 23 November 2008
The 1st Anniversary of Zibalbogallery

Puji syukur pada Allah SWT yang telah menciptakan alam semesta, sehingga dengan ciptaan-Nya memberi jutaan inspirasi yang tak pernah kering bagi umatnya agar selalu semangat mencipta… Terima kasihku untuk-Nya yang telah memberiku bakat dan kesempatan sehingga aku dapat mencipta dan terus mencipta…
Alhamdullilah, hari ini tanggal 23 November 2008 bagi Joni Balbo adalah hari yang zpezial dan merupakan moment sejarah penting bagi Zibalbogallery…
Jika blog adalah cermin ekspresi pemiliknya, maka sudah seharusnya melalui kanvas Zibalbogallery, Joni Balbo akan melukiskan rasa syukurku pada-Nya dan menghaturkan rasa terima kasihku pada orang-orang yang ikut mewarnai berdirinya Zibalbogallery.
Jika ilmu adalah buruan, maka tulisan adalah pengikatnya, jika mimpi, ambisi dan imajinasi tingkat tinggi adalah suatu yang absurd dan abstrak maka... ekspresikan dan tuangkan apa yang kau rasakan, karena sesungguhnya dia akan memberi kekuatan yang benar-benar dahsyat! Yah! sebuah kekuatan yang dahsyat, jika kita punya mimpi untuk mewujudkannya…
Pada postingan istimewa ini merupakan curhat dan introspeksi diri Joni Balbo mengenang tonggak berdirinya Zibalbogallery setahun yang lalu…
Satu tahun, usia bayi manusia tak berdaya, tapi satu tahun bertahan untuk terus mencoba berjuang menaklukkan kompetisi-kompetisi desain, bagi Joni Balbo adalah suatu hal yang luar biasa. Dalam kurun waktu setahun ini Joni Balbo telah mengikuti kompetisi desain poster, slogan dan desain logo lebih kurang sebanyak 32 kali dengan jumlah karya terpublikasikan di Zibalbogallery sebanyak 42 karya serta baru mendapatkan kemenangan 2 kali; Juara II kategori umum untuk lomba poster tingkat kota Jogja dan juara harapan II untuk tingkat nasional. Memang, jika dibandingkan kwantitas terlihat sangat menyedihkan, tapi sebuah proses perjalanan dan pengalaman estetis dan pendewasaan diri yang tak ternilai harganya... Tentu saja Joni Balbo bisa bertahan seperti ini tidak lain dan tidak bukan karena pengaruh energi positif dan dukungan dari orang-orang sekitar... terima kasih cinta…
Sekali dayung, dua, tiga, empat, lima pulau terlampaui… itulah salah satu prinsipku dalam hidup ini, maka pada kesempatan zpezial ini Joni Balbo sekaligus akan memperkenalkan diri untuk yang belum mengenalku dan memposisikan diriku pada 2 profesi yang sebenarnya; pofesi guru muda dan desainer grafis muda…
Profesi guru muda; bekerja sehari-hari sebagai guru mata pelajaran seni rupa dan desain di SMP Negeri 9 Yogyakarta, telah membentuk iklim kondusif untuk selalu berupaya aktif dan kreatif, apalagi melihat tunas-tunas bangsa yang setiap paginya menyapa dengan senyum harapan akan masa depan yang gemilang dan dengan semangat juang 45 untuk menimba ilmu dari guru-gurunya, hal ini secara tidak langsung menuntut Joni Balbo pribadi berupaya selalu giat semangat dan lebih kreatif lagi…
Profesi desainer grafis muda, sebenarnya jabatan ini terasa berlebihan dan mungkin akan lebih tepat menyandang sebagai profesi pemburu lomba desain, Yach! menaklukkan tantangan adalah hobi yang tak bisa terlewatkan begitu saja, apalagi dengan janji hadiah dari panitia sebesar 1 juta sampai dengan 100juta rupiah, angka yang sangat fantastis tentunya…
Dua profesi yang sejalan seirama dengan berbagai keuntungan yang mengikutinya, mengikuti kompetisi merupakan wujud aktualisasi dan mengasah kemampuan diri, jika kalah dilomba, karya dapat digunakan sebagai portofolio di gallery dan juga sebagai media pembelajaran praktis bagi murid-muridku di sekolahan… Syukur-syukur bisa memenangkan sebuah kompetisi bergengsi, apresiasi dan pengakuan tertinggi yang tak ternilai harganya…
Pada kesempatan ini Joni Balbo sekaligus mengucapkan terima kasih untuk kedua orang tuaku, sodara-sodaraku, rekan-rekan guru sekaligus sebagai guruku, terutama Mr. Widiq, guru mapel B.Inggris matur tengkyu untuk translate-nya, murid2 yang ku sayangi n banggakan; anak2 Spelanta, murid di TK Budi Mulia Dua Seturan, TK Sindumartani, TK Hamong Putra dan murid les privat Vania & Rosa.. ayo semangat-semangat…!!!
Terima kasih untuk pengalaman hidupku dengan orang-orang sekitar, pada; bidadari2 yang “pernah singgah” yang ikut memberi khayalan tingkat tinggi, terima kasih untuk skripsi semiotika-ku yang akhirnya berganti judul, kini benar2 aku rasakan manfaatnya ketika mendesain sebuah logo. Trimakasih untuk instansi baik pemerintahan maupun swasta yang telah memberi kesempatan dan tantangan kompetisinya. thx mbak2 yg cantik di kantor pos besar Jogja, yang mungkin smp hafal kalau aku ngirim lomba:) Thx to Mas Edy kawan sekaligus dosen komunikasi yang ketika awal kompetisi selalu menjadi patnerku dan selalu memberi support “ayo kamu pasti bisa...". Mafood, masternya dunia maya yang membukakan cakrawala duniaku lebih luas; thx coy untuk panggilan Joni Balboa-nya, sorry kini aku penggal menjadi Joni Balbo n aku pake sebagai nama udaraku; Adietslank sekuritionline & Arytirex yg pertama kali membimbingku membuat blog dari yg dodol dan nol, jd ingat betul ketika di awal aku gaptek kini bisa lebih baik dan terbuka luas cakrawala dunia ini; Mas ecodezign, guru logo pertama kali yang menunjukkan jendela logo dunia yang lebih luas, thx mas untuk kritik dan referensinya, kini aku banyak belajar dari sana. Tukang Fotocopy dan pelanggannya (aku gak tau namanya) di utara kampus UII concat, thx mas percapakan singkatnya; hingga Joni menemukan tagline “dicipta Pencipta untuk mencipta” tagline yang benar2 pas dan memberi energi positif yang luar biasa hebatnya. Piaraannya Medeng; Arwana Silver yang elok, sayang sekali bos, sekarang ikan kesayanganmu mati karena kesetrum lampu... tetap tabah kawan aku ikut berduka untuk kepergiannya, arwanamu sudah menginspirasi logo RED AROWANA Zibalbogallery. Etougoonce kritikus dan kawan maya terbaik yang pernah kukenal, thx bos untuk diskusinya, Alimasadi untuk domain free co.cc-nya. Yaqien, kawan seperjuangan yang tak pernah berhenti berjuang… keep fighting bos! Thx juga untuk info-info lombanya; Husni Mu’arif sang jawara logo depsos juga guru baruku, meski kawan yang super sibuk, tp thx masih menyempatkan untuk membagi ilmunya:), Badvektor; yang memberi inspirasi prolog blog; teman2 chat; Donal/Buto cakil, kiki. Goen Rock; Bunyi rantau. Mas_aro; rosi zahra, mas Ari beo, chowzn kok jarang update desain? sang jawara themunir, mas ganjar; blogger heloguno, tamhitam, wongndeso, merahjingga, mbak fina yang manis; seniwati muda yang kreatif abis; ayo kapan kita bisa kerjasama bareng:) dan semua teman2 blogger, pengunjung Zibalbogallery yang tak bisa aku sebutkan satu persatu…
Tiada kata terlambat untuk belajar, mewakili kaum guru bertepatan dengan tanggal 25 November sebagai hari PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Joni Balbo ingin mengajak dan mari tunjukkan pada masyarakat luas; bahwa guru juga bisa kreatif berkarya mewarnai dunia tanpa meninggalkan tugas utamanya mencerdaskan tunas bangsa...
Untuk designer grafis muda Indonesia, mari tunjukkan pada dunia, bahwa kita memang bisa... dan jangan pernah mau ketinggalan dengan lainnya…
Smoga hadirnya Zibalbogallery di dunia maya ini ikut memeriahkan dunia desain grafis komunikasi visual Indonesia…
Terakhir.. terimakasih untuk orang-orang yang telah andil mendukung berdirinya Zibalbogallery... semoga Allah SWT membalas segala amal kebaikan Anda semua... Amin.
Senin, 29 September 2008
Menembus Batas Ruang & Waktu

Tak terasa... setahun berlalu Zibalbogallery saling berbagi...
Tak terasa... puasa sebulan penuh telah kita lalui, sebagai pamungkas di bulan ramadhan...
Lewat Zibalbogallery, Joni Balbo mempersembahkan rangkaian puisi di atas untuk semua teman n sahabat yang tak dapat kujumpai n tak dapat "kutembus" dengan sms, diantaranya;...
1. Untuk anak2 & juga teman yang saya sayangi n banggakan alumni Spelanta Yogyakarta lulusan 2008 yang telah terberai ke seluruh penjuru kota Jogja; "mohon maaf jika kemarin2 ada kekeliruan/kesalahan didalam menrasfer ilmu”.
2. Untuk teman2 Alumni Seni Rupa Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 99 & alumni/anggota Marching Band CDB UNY yang telah tersebar ke pelosok negeri ini...
3. Untuk semua teman2 yang pernah ngobrol & mengenalku; Teman2 chat di YM; teman2 kompetitor desain grafis Indonesia n smua bloger yang pernah singgah di Zibalbogallery...
Jika memang ada kata-kata yang salah di setiap postinganku maupun tanggapanku, meski kita tak pernah bersua secara "nyata", semoga dengan ungkapan dari lubuk hati yang paling dalam, dapat menembus batas ruang & waktu… Amin
Selamat Idul Fitri 1429, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir & Batin. Taqobbalallahu Minna Wa Minkum Taqobal Ya Karim…

