Sabtu, 27 Maret 2010

pagi buta tadi

jam 2 pagi kau datang lagi
apa yang kau cari?
biarkan remuk jadi serbuk
hilang tak perlu dikenang
usah panggil sembunyi aku lagi

duamu jadi satu, apa itu kurang?
konyol..

namaku adalah dinding
saksi bisu bernyawa
terlalu kuat terlalu dekat
ingin kurobohkan, takut tertempa

aku keliru meletuskan mesiu
bertahun lepas, 21 desing peluru tak mampu buka mulutmu
angkuhmu terlalu baja, baja dalam kelam malam

aku lelah, aku kalah, aku salah
mundur teratur dengan segala kemunafikan
memenjara diri dalam peleburan

aku tak mau lagi..
tak mau salah memilih
aku tak lagi memaksa..
sebab tulus bukan dipaksa


Jogja, 27 Maret 2010

9 komentar:

Ali Mas'adi mengatakan...

lama nggak posting... eh sekalinya posting malah berpuisi...

Ali Mas'adi mengatakan...

ini puisi maksudnya apaan nih bos.. nyerah ama siapa..?? cewek..?? lha trus kok 21 desing peluru maksudnya apaan tuh..?? kok nggak 22..23 atau 45..

Joni Balbo mengatakan...

@Ali;
hahaha..
ini posting pelepas kepenatan aja bos, salah satu cara terapiku wae..:)

mksdnya opo yo?
istri orang kali? haha.. peace..
kenapa 21? sebab 7 dikali 3 = 21
tambah bingung ntar:)

sebenernya 22+23 = 45m, kata2 dah keren tu...

pokoknya terserah yang mau berkomentar lah..

sekali lg thx untuk apresiasinya:)

Kang Ismet mengatakan...

Wah berat nih puisi...
Perasaan yang begitu dalam kali mas... hehehe

Joni Balbo mengatakan...

@kang Ismet:

seberat barbel kah?
setahuku barbel telah lupa berapa berat tubuhnya

apa sedalam kali bawah laut?
tentu, seribu misteri tersimpan disana


========
(*lebay)

hahaha...
gak tau lah kang, aku hanya ingin menuliskan, daripada dia datang dan hanya disimpen:) hehe..

ok, thx atas waktu & apresiasianya..
salam...

Anonim mengatakan...

Wah...persepsi orang berbeda-beda soal ini orang punya puisi...tapi kalau pendapatku mantab lah...

Di zaman sekarang yang serba gak jelas memang butuh pelampiasan kata-kata model sastra yang kayak begini...seimbang jasmani dan rohani...ben gak dadi gendeng...haha...adietsign

Joni Balbo mengatakan...

setuja bgt Dit dengan pendapatmu:)

gendeng itu penyeimbang orang saat waras, karena kegendengan yang tesembuhkan dapat meningkatkan kewarasan, ketahanan dan metabolisme darah dalam tubuh seseorang, *halah

gendeng ato waras yg penting terlampiaskan n tak merugikan pihak lain.. hehe..:)

Anonim mengatakan...

Ketika masa lalu ciptakan resah di jejak bayangan yg coba tuk di hapuskan. Bukankah yg hadir malah himpunan hampa di ruang senja. Padahal merah saga bukanlah sebuah kamuflase penghias lazuardi.Walau ku tahu bukan mudah menutup lembaran cerita yg tercipta atas nama cinta.Tapi sampai kapan laungan kepedihan itu akan di perdengarkan bila setiap kali dia kembali. Biarpun maaf bukan kata yg mudah terangkai hati.Namun biarkan saja dia kembali.Bukan tuk menulis lagi kisah yg tak sempurna.Tapi agar dia sadar, kau tetap tangguh walau tanpa benci yg berurat nadi. Tersenyumlah sahabat.Karena esok pasti lagi kan kau temukan pagi.


Tamara Audry

Joni Balbo mengatakan...

@tamara;

lompatan syairmu begitu sempurna, rangkaian kata yang terukir manis benar-benar bak petuah Srikandi dari negeri para pujangga, sejuk menyapu bersih istana pasirku yang kubangun tak pernah sempurna, deburan ombakmu seperti membuat bingkai sketsa pagi yang penuh pengharapan, bukan dia lagi, tapi dia yang harus kujemput dengan hati..

terima kasih kawan..:)