Tag judul postingan ini mungkin kedengaran agak maksa :) He..he.. dan postingan kali ini sekedar berbagi pengalaman dalam berkompetisi dari Joni di bulan Juni dan Juli..
Kadang dalam hidup ini kita sering mengandai, merencanakan hal yang muluk-muluk, bermimpi tingkat tinggi dan untuk mewujudkan keinginan itu kita telah berusaha keras, tapi kalau Allah belum merestui, semua keinginan itu hanya akan menjadi khayalan belaka...
Meskipun hasil akhir dari sebuah khayalan adalah kekalahan, tapi sudah berusaha mewujudkan mimpi sesungguhnya merupakan sebuah "proses kemenangan sejati..."
Ini seperti Joni Balbo alami;
sudah lamaa.. sekali.. hati ini berambisi ingin "bertengger" di Jakarta lewat ajang kompetisi desain, namun sampai saat ini belum tercapai dan baru sampai di level juara harapan 2 di Kemenpera. (*tapi bagaimanapun tetap harus disyukuri… Alhamdulillah)
Bulan Juni – Juli, Joni mengikuti deretan kompetisi desain bergengsi di antaranya Sayembara Logo dan Maskot Iman dan Ines di DEPKOMINFO, Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dan lomba poster IPDA (Indonesia Printer Design Award 2009); yang ketiganya “berlabel” Jakarta serta satu kompetisi lomba logo TATV di Solo (*). Namun keempatnya berakhir dengan khabar ketidak beruntungan. Ho.. ho.. Ya.. Allah semoga kelak aku dapat menaklukkan ! Jakarta… Amien..
Logo di bawah ini adalah logo yang diikutkan dalam sayembara logo MRT Jakarta, namun logo ini tenggelam bersama 700 desain logo dari kompetitor lainnya... Dan jika dari Anda penasaran logo pemenangnya, bisa dilihat di web penyelanggara dan bisa membandingkan dengan logo yang kurang beruntung ini...
Berkompetisi sama halnya mengadu nasib, diiringi usaha dan doa mengharap rejeki juga prestise. Keinginan menang itu pasti, tapi kemenangan tak akan bisa ditebak, dan kadang apa yang tidak diperkirakan dalam berkompetisi, justru berakhir dengan kabar cemerlang. Pengalaman ini seperti Joni Balbo alami dalam lomba logo Perhimpunan Biologi Indonesia (PBI) di Bogor. Desain logo yang Joni buat dalam waktu singkat, justru dalam pandangan juri merupakan logo terbaik ke-dua di antara desain logo lainnya.. Alhamdulillah...
Semoga kemenangan lomba logo di UGM Jogja kemudian PBI Bogor, adalah grafik terbaik sebelum bertengger di Jakarta.. amien.
Adapun logo rancangan Joni yang berhasil meduduki jawara ke-dua ini mengambil konsep DNA dan Biologi.
Ketika liburan akhir tahun pelajaran di awal bulan Juli, Joni Balbo juga sempat mencoba mengadu nasib dengan mengikuti kompetisi dan bermaksud menyusul kawan-kawan desainer logo Indonesia yang sudah go international dan meroket dengan hebatnya.
Maksud hati ingin mengejar kereta yang jauh meluncur, tapi ternyata "mesin ini" memang harus diasah dan diasah lagi.. Setelah mengikuti 9 kali kontes di logotuornament.com, alhamdulillah kemenangan pertama dapat kuraih untuk logo BestAgentTV.com dengan Contest Holder dari negeri Canada. Kemenangan contest pertama di luar negeri ini mungkin bagi Anda tak berarti, tapi bagi Joni Balbo adalah pengalaman yang sangat berarti..
ya.. begitulah rejeki, sampai kapanpun tak akan pernah bisa ditebak, tapi dengan doa dan usaha sungguh-sungguh, maka keberuntungan pasti akan kita temui, bukan begitu?
jika bukan "rejeki" uang, pengalaman dan wawasan merupakan imbalan bagi kita yang mau terus berusaha.. semoga…
=========================================================================
(*logo & maskot Iman & Ines, Poster IPDA, & logo TATV sengaja tidak dipublish. harap maklum, thx)
Jumat, 31 Juli 2009
JONI di JUNI & JULI
Rabu, 08 Juli 2009
Datang lalu Menghilang
Dan dentuman waktu tak akan kembali…
Namun kehadiran, Nyata adanya...
Tutup pintu rapat-rapat dan hempaskanlah !!!
Memandangi cermin hanya akan menggila…
Keluar dan kejar..! ke tanah lapang…
Tatap angkasa, siapa Pencipta semesta?
Lihat tanah, semut hitampun tak pernah mengajarimu melemah
Terima kasih Tuhan..
Telah Kau tunjukkan jalan yang benar
===========================================
*sekedar pelampiasan dan nasehat diri..
Selasa, 30 Juni 2009
Sloganku & Sloganmu BERADU
Sejak genderang perang kampanye capres ditabuhkan, mata dan telinga kita tak asing lagi melihat dan mendengar slogan-slogan; “Pro Rakyat”, “Lanjutkan !!” dan “Lebih Cepat Lebih Baik” yang digaungkan oleh para calon petinggi negeri ini dan telah menghiasi ruang-ruang publik maupun di pelbagai media. Tak lain dan tak bukan, semua bertujuan untuk meraih suara terbanyak dari rakyat dan mengantarkan capres dan cawapres menuju puncak tangga dalam pemilu beberapa hari mendatang.
Ya.. bermain kata dalam slogan memang mengasyikkan; selain enak didengarkan, bermakna bila diwujudkan, bahkan diplesetkan-pun tetap mengasyikkan.
Bagi “pemiliknya”; slogan memang memberi spirit dan pengaruh yang luar biasa; dan masyarakat kitapun sepertinya sudah kenyang dengan slogan-slogan yang menjejali berbagai media, baik yang bermuatan politik maupun mengarah pada budaya konsumtif.
Joni bukanlah ahli politik, jadi tak akan membahas slogan dari sudut pandang politik, karena kapasitas Joni Balbo di Zibalbogallery sebagai blogger, maka akan memandang slogan dari sudut pandang blogger pula. Dan postingan kali ini hanyalah share dan berbagi pengalaman dari Joni untuk Anda, khususnya bagi Anda yang sama-sama senang bermain kata-kata maupun Anda yang akan merencanakan slogan dalam sebuah blog.
Menurut Anda, seberapa pentingkah slogan dalam sebuah blog?
Bagi Joni Balbo pribadi, slogan sebagai bagian dari identitas sebuah blog, ketika merencanakannyapun sama pentingnya dengan memilih headline, tagline, warna template, logo blog, serta pernak-pernik yang menyertainya. Sebagai sebuah pesan, slogan dalam blog berfungsi menanamkan visi dan misi yang hendak dicapai pemilik blog dan ingin ditunjukkan pada blogger lainnya. Sebagai contoh terdekat; pemilihan slogan Zibalbogallery; dicipta Pencipta, untuk mencipta, secara jujur Joni mengutip dari beberapa referensi yang dikompilasikan, disederhanakan dan diformulasikan sesuai dengan tujuanku dalam membangun Zibalbogallery. Berdasar pengalaman, memang ada beberapa teman mengganggap sloganku terdengar arogan, atau mungkin terlalu berani, tapi bagi Joni pribadi memaknai slogan tersebut bahwa; sejatinya manusia diciptakan Pencipta memang untuk selalu terus berkarya dan mencipta. Contoh lain berdasar pengalaman pribadiku adalah panggilan hoki “Balbo” dari teman yang awalnya hanya sebuah panggilan, namun dalam perjalanannya Joni menjadikannya sebagai bagian dari visi dan misiku untuk memberi warna gallery ini. Memang untuk mewujudkan “baladewa” sampai sekarangpun secara jujur Joni mengakui tidaklah gampang, apalagi bermain slogan di dunia maya di tengah ketatnya kompetisi, beberapa komentar miringpun kadang menghampiri, meskipun dikritik, tetap enjoy aja, toh ini juga bagian dari visi misiku untuk terus belajar menjadi baik dan lebih baik lagi... : )
Slogan dalam konteks blog dapat diartikan sebagai wujud proses perpindahan informasi, gagasan dengan menggunakan simbol kata-kata singkat yang merangkum dari visi dan misi kita kepada orang lain. Maka perencanaan slogan dalam blog, kita harus benar-benar memahami tujuan utama kita dalam membangun blog, kita juga harus dapat menganalisis dan merencanakannya “dengan baik”. Karena slogan sama pentingnya dengan semua elemen tanda dalam sebuah blog, maka kita harus menemukan api dan semangat yang menunjukkan visi dan misi kita kepada orang lain; keyakinan, keberanian dan kegembiraan; ringkasnya semangat kita dalam mengobarkan gelora visi dan misi kita diupayakan tercermin dalam sebuah blog.
Slogan seperti halnya dalam komunikasi persuasif, bagi orang lain memang harus meyakinkan. Sedangkan untuk mencapai hal tersebut kita harus membangun kredibilitas. Dalam buku “I See What You Mean”, D. Joel Whalen mengutip daftar rahasia komunikasi dari para pemikir Yunani kuno adalah sebagai berikut; Orang yang berkredibilitas tinggi memiliki tiga karakteristik; yaitu keahlian; dapat dipercaya dan beritikad baik. Orang-orang Yunani kuno memiliki persuasi terbaik, seperti halnya Aristoteles mengajarkan muridnya bahwa komunikator ideal adalah “seorang manusia dengan maksud baik, memiliki reputasi dan kepribadian baik”, sedangkan tiga pilar yang membangun komunikasi persuasif yaitu; logos (low-goes) – logika dan penalaran, pathos (path-ohs) - gagasan emosional, yang menarik bagi manusia, ethos (eeth-ohs) - reputasi dan kepribadian pembicara.
Hem… Joni yakin Anda punya persepsi sendiri untuk mengartikan kemudian membenarkan pemikiran tersebut, dan sepertinya perancangan slogan dalam blog idealnya diupayakan mengandung elemen-elemen yang mengomunikasikan ketiga faktor tersebut.
Tapi kembali ke personalnya, sehebat atau sebagus apapun slogan yang telah dipilih dalam sebuah blog, jika tidak diimbangi komitmen pemiliknya, tentu slogan hanya akan menjadi slogan semata… (*tidak gampang mewujudkannya memang)
So, mungkin Anda punya pandangan lain tentang pentingnya slogan dalam sebuah blog?
Mari bertukar pikiran dan semoga kita bisa saling belajar untuk menjadi baik dan lebih baik lagi…
Rabu, 10 Juni 2009
“KUNTUM”, Keberuntunganku Beruntun

Menebak rejeki memang seperti menebak buah manggis, susah-susah gampang dibuatnya.. Setelah "menggebu-gebu" dan optimis untuk dapat bersaing di beberapa kompetisi nasional di antaranya; sayembara logo & brand image pariwisata kota Pagar Alam (logo tidak dipublikasikan), BIA 2009 dengan jagoan “BESANS”, dan slogan Suramadu, namun berakhir dengan kabar "biasa saja" alias “kusudah kebal mendengarnya” :-).
Tak disangka, tak diduga rejeki itu rupanya datang dari penjuru yang lain, dari kompetisi yang lebih didasari "semangat berpartisipasi dan mencoba peluang"; yakni lomba logo majalah “Kuntum” Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
Alhamdulillah… Ya Allah…
Di atas info pemenang lomba logo kuntum diambil dari majalah Kuntum edisi Juni 2009. Tertulis dengan jelas Juara satu tidak ada. Menurut panitia; pemenang pertama tidak ada, dikarenakan desain yang masuk ke meja juri gak ada yang layak untuk menjadi juara pertama (*mungkin jurinya memang benar-benar sangat selektif).
Dan alhamdulillah kolaborasi nama barat dan timurku berada di urutan ke dua dan di posisi ke tiga, Bima Surya Pamila.
“Kuntum” benar-benar keberuntungan beruntun, setelah berjaya di Gadjah Mada dan kenal dengan pemenang kedua lomba logo 60 tahun UGM bernama Bima, kemudian berlanjut di chatingan YM dan sempat terucap kata bernada harapan, rodo nantang, guyon sekaligus basa-basi antara Joni dan Bima; “semoga kita bisa bertemu lagi di Kuntum Bim”, rupanya hal itu benar-benar menjadi kenyataan, dan alhamdulillah... sejarah kamipun terulang…
Bima Surya Pamila adalah designer grafis dari Petakumpet yang bergelar “Desainer Manual Langitan” wew… gelar yang Mantaps!
Ayo Bim, terus berkompetisi lagi…! dan semoga, kita selalu bertemu pada kompetisi-kompetisi berikutnya, harapannya semoga selalu pada posisi jawara :-) Amien…
Logo di atas adalah logo majalah Kuntum hasil ramuan Joni Balbo dalam versi warna, dengan konsep bulan sabit dan “kuntum”, benar-benar membawa keberuntungan yang beruntun.
Semoga keberuntunganku ini selalu keberuntungan yang terus beruntun, bagi Joni pribadi dan bagi Anda semua; tamu-tamu terhormat di Zibalbogallery…
amien…
Minggu, 07 Juni 2009
Seni Instalasi di Spelanta
Hidup adalah proses pembelajaran dan perjuangan yang tak kenal lelah dan menyerah…
Dengan agama hidup menjadi terarah, dengan ilmu hidup menjadi lebih maju dan mudah, serta dengan seni; hidup akan menjadi lebih indah.
Lalu bagaimanakah mengajarkan seni dengan cara yang terarah, mudah dan indah? Ya.., pada postingan istimewa kali ini, Joni Balbo akan berbagi sedikit pengalaman tentang bagaimana mencoba mengupayakan dan menerapkan itu semua dengan cara yang "menyenangkan".
Sekedar untuk dimengerti pengunjung Zibalbogallery; bahwa blog ini dibangun salah satunya dilatar belakangi “konsep Zi”; yaitu semangat belajar dan mencoba mengajarkan pada diri sendiri tentang “bagaimana belajar menjadi baik dan lebih baik lagi?”.
Bukan bermaksud untuk menggurui, namun karena di dunia nyata, Joni berprofesi sebagai pengajar (meski bukanlah guru terfavorit, tapi saya berupaya menyenangkan di tengah-tengah murid-muridku :) jadi mohon dimaklumi bila “suasana kelas” terbawa pada postingan kali ini… :)
Jika beberapa bulan lalu Joni Balbo memosting karya poster kelas 8 (Parade Poster Karya Siswa Spelanta), maka pada edisi “mendidik dan mengajar” kali ini, Joni akan berbagi pengalaman tentang bagaimana cara mengajarkan proses berkesenian (khususnya seni instalasi) untuk para ABG di sekolahan..?
Berikut laporannya…
Jika di antara Anda ada yang berprofesi sebagai pengajar, maka memberi contoh konkrit dan mendemonstrasikan di depan kelas, saat proses pembelajaran berlangsung, adalah cara yang “mengagumkan” dan menyenangkan dalam pandangan murid-murid.
Mendemonstrasikan karya seni instalasi pribadi, memberi contoh yang bersumber dari internet dan menampilkannya lewat media LCD, atau dengan memberikan contoh foto-foto seni instalasi terkini, hingga sampai bagian pokok pelajaran yaitu memberi penjelasan tentang pengertian dan manfaat mempelajari pelajaran yang dimaksud, akan memberikan cakrawala yang luas, bahwa belajar seni “yang baik” adalah yang mampu menyentuh semua lini kehidupan.
Metode selanjutnya yang saya terapkan di kelas adalah dengan membagi tiap kelas menjadi beberapa kelompok (1 kelompok terdiri dari 6 siswa), pertemuan demi pertemuan diupayakan efektif, karena jumlah jam pelajaran seni di sekolah hanya 1 jam / 40 menit untuk tiap minggunya (menyedihkan memang).
Biasanya sebelum pelajaran serius dimulai, saya kadang berbagi pengalaman pribadi, serta berbagi info dan cerita lucu yang didapat dari internet, kadang joke2 konyol dan garingpun menjadi menu warming up dalam proses pembelajaran. Dengan cara seperti ini, saya sangat mengerti bahwa siswa pasti akan merasa senang mendengarkannya (saya bisa bicara seperti ini berdasar pengalaman di kelas ketika melihat ekspresi wajah mereka saat mendengarkan kegagalan saya dalam berkompetisi, apalagi sebuah kemenangan).
Setelah itu semua dirasa cukup, saya kemudian mengharuskan anak-anak untuk berdiskusi di setiap kelompoknya dengan durasi 5-10 menit, hingga akhirnya saya menghampiri masing-masing kelompok dan melakukan share dan brainstorming untuk memperkuat konsep tentang karya yang mereka rencanakan. Memberikan kebebasan mereka memilih tema sesuai dengan selera kelompoknya, serta memberikan kebebasan berpikir sesuai jiwa remaja dengan tidak terlalu “mendekte” adalah bagian upaya menumbuhkan kreativitas “tanpa batas”. Mengajak siswa berpikir krtitis terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitar adalah salah satu tujuan dari pembelajaran ini. Dengan cara mengadopsi bimbingan ala skripsi seperti apa yang pernah saya alami di perguruan tinggi, dan mengajarkan bagaimana cara menyusun konsep laporan secara sederhana, hingga proses berkarya sampai mengujikannya di depan penguji merupakan bentuk pertanggung-jawaban dari sebuah proses pembelajaran yang menantang.
Jika sebagian dari Anda pernah menjalani ujian skripsi, kurang lebihnya begitulah cara saya menguji murid-muridku, karena kapasitas mereka sebagai pelajar kelas 9 (kelas 3 SMP), tentu ujian dilakukan tidak “seekstrim” di perguruan tinggi, alias dilakukan secara berkelompok. Di depan guru penguji, masing-masing siswa dari setiap kelompok diminta mempresentasikan proses kreatif hingga demonstrasi dengan ending tanya jawab dan debat pendapat menjadi bagian yang seru di episode ini. Dalam ujian akhir, untuk membuat ujian “benar-benar ujian”, Joni menggundang Mr. Ali Antoni, teman guru dari luar sekaligus berprofesi sebagai seniman dan budayawan yang memang pakar di bidangnya.
Luar biasa anak-anak berpendapat dan memainkan bahasa simbol sesuai dengan perspektifnya, banyak ditemukan siswa-siswi piawai beradu argument dan berpotensi menjadi “seorang ahli di kemudian hari”, sesuai dengan minat dan keahliannya pada mata pelajaran tertentu dan hal ini kadang yang membuatku tecengang, hingga akhirnya sayapun dengan jujur justru banyak “berguru” dari mereka :)
Untuk ukuran pelajar SMP, karya-karya mereka menurutku sudah luar biasa, baik dari segi konsep maupun visualnya.
Seperti apa saja karya mereka? Berikut karya-karya seni instalasi terpilih dari siswa-siswi Spelanta (SMP N 9 Yogyakarta)
Karya Satya CS dari kelas 9D; diilhami dari “runtuhnya” perekonomian Amerika yang mempengaruhi dampak perekonomian global. Karya dengan mengadopsi permainan domino yang berbahan kardus bekas yang dibentuk dan dirangkai menjadi balok-balok berjumlah belasan, mulai dari balok yang berukuiran 25 cm x 25 cm x 10 cm, hingga balok yang berukuran 150 cm X 150 cm x 20 cm. Untuk mendukung konsep perekonomian, maka “disebarkan” uang seribuan hingga ratusan ribu rupiah di antara balok-balok simbol berbagai lambang negara di dunia. Sebagai bagian akhir presentasi agar lebih dramatis, diakhiri dengan demonstrasi karya tersebut dirobohkan dari balok berukuran besar (simbol bendera Amerika) sehingga “menimpa” balok-balok yang lebih kecil di depannya.
Tema pemanasan global paling sering muncul pada karya seni instalasi ala Spelanta kali ini, dengan berbagai visualisasi yang beragam, misalnya karya Andy Setia cs dari 9F yang lebih menyerupai seni patung, dengan membuat globe dari bola plastik dan patung tangan yang sedang menyalakan korek api dan “membakar” bumi. Juga karya dengan konsep lapisan ozon yang berlubang dengan menggunakan dua bola plastik dengan ukuran yang berbeda tampak pada karya Yanwar cs kelas 9B. Ada juga globe tiruan dengan konstruksi rangka kawat yang di dalamnya berisikan balon kemudian pada bagian akhir presentasi dilakukan ritual meledakkan "balon bumi" tersebut dengan pompa angin.
Tema kebakaran hutan juga muncul dari kelas 9C, dengan ending presenstasi karya benar-benar dibakar, yang menggambarkan kasus kebakaran hutan di beberapa daerah di Indonesia.
Pengalaman exotic erupsi gunung Merapi juga menjadi sajian yang menarik pada ujian kali ini, yaitu karya M. Hasbi Cs. dari 9B; dengan membentuk miniatur gunung Merapi dari rangka kawat yang didalamnya terdapat botol kemudian dilapisi bubur koran bekas. Dengan bagian akhir demonstrasi memasukkan cuka kedalam “gunung” yang berisi soda abu, sehingga menimbulkan “erupsi lahar”, simulasi meletusnya gunung Merapi terwakilkan pada karya ini.
Konsep kerusuhan antar suporter sepak bola tampak pada karya Ade Fadil CS. dari kelas 9E. Persepakbolaan Indonesia yang mengalami kemunduran, ditambah sering terjadinya kasus kerusuhan antar suporter saat kompetisi lokal berlangsung. Kerusuhan yang dalam pandangan anak-anak kelas 9E akan dapat menurunkan martabat persepakbolan Nasional di mata dunia divisualisasiakan dengan replika stadion sepak bola. Dengan pendukung konsep menggunakan kelereng yang berwarna warni yang “diletakkan” pada tempat duduk dengan kemiringan tertentu, kemudian dengan demonstrasi membuka batas pagar sehingga terjadi benturan-benturan antar kelereng yang merupakan simbolisasi saat terjadinya kerusuhan antar suporter sepakbola di Indonesia.
Konsep budaya lokal yang mulai pudar akibat pengaruh globalisasi, kesenjangan antara masyarakat miskin dan kaum borju, hingga pencurian budayapun hadir di sini. Salah satu karya tentang keprihatinan "hak paten" divisualisasikan dengan patung kancil yang “membawa batik” dan sedang melompat dan menyeberangi dua negara.
Tema pemilu seperti tampak pada karya Riris Cs. 9E merupakan bentuk “penyindiran” dari para calon legislatif, yang saat pemilu berlangsung begitu gencar tebar pesona. Dengan menggunakan media yang sederhana, yaitu bola plastik yag dicat kuning “ngejreng” dengan bibir merah yang "ndobleh", tiruan kepala yang lebih menyerupai maskot tersebut memakai peci dan dasi, melambangkan caleg yang sedang “mengobral” janji.
Tema keragaman budaya bangsa juga tervisualisasikan di sini, yaitu tampak pada karya kelas 9D, dengan media botol yang diisi air beraneka warna dan dengan ketinggian air yang berbeda, sehingga ketika botol tersebut dipukul menghasilkan nada-nada yang harmonis, yang melambangkan keberagaman budaya Indonesia. Perpaduan antara resonansi dalam ilmu fisika, seni musik, seni rupa dan budayapun berpadu di sini.
Kembali ketema pencemaran udara, namun dengan visualisasi yang unik, terdapat pada karya Hasbi cs kelas 9B, yaitu dengan memasukkan miniatur kota ke dalam aquarium, pada bagian dasar aquarium dihubungkan dengan dua buah selang, satu selang dihubungkan dengan botol berisi air susu dan satunya lagi dihubungkan dengan botol berisikan solar. Pada bagian demonstrasi tampak atraktif sekali. Air yang jernih melambangkan udara yang bersih, munculnya gelembung-gelembung solar dari dasar aquarium kemudian membentuk "lapisan ozon", dan pada bagian akhir, air susu dipompakan sehinggah air dalam aquarium menjadi keruh, sebagai gambaran pencemaran udara di suatu kota tampak benar-benar nyata.
Terpilihnya Obama sebagai presiden keturunan kulit hitam pertama di Amerika juga diangkat dalam karya seni instalasi di Spelanta. Visualisai Obama dari mannequin yang “didandani” ala malaikat, menurut Dealina Cs dari 9A merupakan simbol kesetaraan ras di Amerika.
Juga tema-tema lainnya, misal konsep "masa lalu" dengan visualisasi jam dinding yang di bongkar pasang sehingga jarum jamnya berjalan berlawanan. Juga tema simulasi gempa bumi di Jogja, kasus lumpur Lapindo, kasus kebocoran kunci jawaban UAS di beberapa sekolah di daerah, suap-menyuap dalam kampanye, korupsi hingga perang Israel & Palestina yang pernah berkecamuk tak luput dari tema seni instalasi di Spelanta. Karena keterbatasan gallery ini, beberapa dokumentasi dari karya tersebut tidak dipublikasikan di sini, kiranya karya di atas cukup mewakili dari tema postingan “mendidik dan mengajar” kali ini. Semoga..
Sebagai penutup; melalui Zibalbogallery; dicipta Pencipta, untuk mencipta, saya atas nama Guru mengucapkan salut dan bangga pada siswa Spelanta… BRAVO SPELANTA! :-D
Demikian pengalaman mengajarkan seni instalasi ala Spelanta yang dapat Joni bagikan, kritik sekaligus saran sangat diharapkan, dan semoga apa yang sedikit ini bermanfaat dan memberi inspirasi bagi pengajar seni dan pendidikan seni tingkat menengah di negeri ini…. Amien
Best Regards,
Joni Balbo
Minggu, 24 Mei 2009
Usulan Slogan Suramadu

“Inspirasi Kokohnya Persatuan, Sepanjang Waktu…” adalah slogan yang diusulkan Joni Balbo dalam lomba slogan Suramadu.
Slogan yang menurutku sudah terdengar HEROIC !, ternyata kurang STRONG ! dalam pandangan dewan juri dan tenggelam dalam gelombang bersama 22 ribu slogan usulan competitor lainnya…
Hemm… memang tidak gampang merangkai kata yang elegan...
Di web penyelenggara, slogan terbaik dan nama para pemenang telah di publikasikan hari ini…
“JALIN NUSA, SATUKAN BANGSA” wew… slogan yang sangat dalam yang mampu mengalahkan ribuan slogan lainnya… MANTAPS!
Lewat Zibalbogallery; dicipta Pencipta, untuk mencipta, Joni Balbo mengucapkan "selamat kepada para pemenang… Anda memang layak dapat Bintang :)"
Semoga Jembatan Nasional Suramadu, benar-benar dapat Menjalin Nusa dan Menyatukan Bangsa… Amien…
Dan terakhir…
"Dari Jogjaku untuk Suramadu…
Jika hari ini bukanlah keberuntunganku,
Semoga Kelak Aku Dapat Mengunjungimu… : )"
Minggu, 03 Mei 2009
BESANS (Bemper Sansevieria) di Ajang Djarum Black Innovation Awards

Setelah mendapat sms dari partnerku (Husni), dan kemudian Joni mengeceknya di harian Kompas, Minggu 3/5 halaman 8-9, pupus sudah harapanku untuk menjadi “bintang” Top 50 Innovators dalam ajang… Djarum Black Innovation Awards 2009.
Adalah Husni Mu’arif, copywriter jagoan dari Petakumpet dengan segudang prestasinya. Ya… Husni adalah sobat Joni di dunia desain & dunia maya yang kukenal dari Mas Ecodezign. Husni dengan prestasinya, di antaranya inovasi “Stantar” yang telah membawanya menjadi inovator pada BIA 2008. Husni juga pernah menyabet finalist Sayembara Desain Logo Departemen Sosial, juga prestasi-prestasi membanggakan lainnya…
Meskipun belum pernah bertemu “secara nyata”, pada BIA 2009 ini, Joni berkolaborasi dengan Husni dan mengusung konsep “BESANS” atau Bemper Sansevieria. “BESANS” diilhami dan merupakan pengembangan dari ide "Impian Mobil Masa Depan", yang ditandingkan di ajang Djarum Black Innovation Awards 2009, ternyata "belum beruntung".
Kata orang bijak; "Kegagalan adalah Kesuksesan yang tertunda", hemm... semoga saja "kegagalan" di BIA 2009 ini, adalah "jembatan kesuksesan" untuk kompetisi-kompetisi berikutnya... Amien.
Adapun konsep yang diusung Joni feat Husni pada BIA 2009 tersebut adalah sebagai berikut;
Di kota-kota besar, kontribusi gas buang kendaraan bermotor sebagai sumber polusi udara mencapai 60-70%. Meski uji emisi dilakukan sekala berkala, namun potensi terbesar polusi adalah kemacetan lalu lintas.
Untuk itulah BESANS dirancang dengan menggabungkan bemper dengan tanaman hias Sansevieria untuk mereduksi polusi udara. Dengan mendeformasi bemper bagian belakang yang dekat dengan knalpot, yaitu memberi lubang-lubang pada bagian atas bemper untuk pot sansevieria, maka asap CO2 yang keluar akan langsung tereduksi oleh sansevieria.
Sansevieria atau dikenal dengan sebutan “Lidah Mertua” merupakan tanaman hias yang memiliki pesona yang tinggi, juga merupakan cara efektif untuk mereduksi polutan secara alami, juga bisa meredam bau menyengat asap knalpot dan menyerap bahan beracun seperti benzene, formaldehyde dan trichloroethylene.
Selain itu sansevieria tidak memerlukan perawatan yang rumit, tahan terhadap cuaca panas dan tidak memerlukan banyak air dan cukup tahan banting.
Jika Sansevieria yang ada di bemper sudah cukup rimbun dan menghalangi lampu, maka tinggal diambil dan langsung diganti dengan Sansevieria yang baru atau diganti varian lain yang lebih pendek sehingga tidak mengganggu lampu belakang bus.
Begitulah konsep kolaborasi Joni feat Husni di ajang BIA 2009. Meski bukan “bintang”, dan hanya “kunang-kunang” yang kudapat, tapi Joni sangat bangga bisa ambil bagian dalam perhelatan akbar dengan orang-orang kreatif dari seluruh pelosok negeri ini.
Pada kesempatan ini Joni juga menyadari, dengan lebih dari 1400 karya yang masuk ke meja juri, tentu untuk menjadi dan mencari pemenang bukanlah pekerjaan gampang. Untuk itu lewat Zibalbogallery; dicipta Pencipta untuk mencipta, Joni Balbo mengucapkan; "SELAMAT kepada para panitia, dewan juri dan 50 semi finalist lainnya, semoga 20 besar nanti adalah karya-karya yang memang layak untuk menjadi pemenang".
Untuk sobatku Husni Mu’arif;
Matur Tengkyu bos, Joni Balbo beruntung, senang dan bangga bisa bekerja sama denganmu :)
Semoga di lain kesempatan yang lebih menantang, kita bisa bekerja sama lagi, tentu dengan harapan-harapan yang lebih cemerlang. Amien…
Sekali lagi… kamu TETAP ! dan memang HEBAD ! ^_*
Senin, 20 April 2009
Mengejar Bintang

Adalah perasaanku tentang... sesuatu.
Rabu, 15 April 2009
Aku Ingin

So sweet…
Awali dengan cinta… karena akan menjadikan yang sederhana menjadi bermakna dan luar biasa…
Seperti karya sastra dari Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono yang bertajuk “Aku ingin”, yang telah mengiinspirasi cinta bagi siapa saja... dan kali ini Joni Balbo tulis ulang di Zibalbogallery, sebagai ungkapan rasa cintaku kepadaNya, kepadamu, dan kepada siapa saja…
Cinta adalah universal, karenanya tak kenal batas ruang dan waktu…
Dengan mengutip syair “Aku ingin”, maka aku ingin mencintai-Nya atas bakat dan kesempatan yang telah diberikan kepadaku; Aku ingin mencintai orang-orang terdekat di sekelilingku, di dunia nyata maupun maya; aku ingin mencintai pekerjaan dan lingkunganku, aku ingin kembali mencintai sahabat-sahabatku yang telah terberai... juga cinta sederhana kepada Anda semua; pengunjung Zibalbogallery, serta spesial cinta untuk nona manis yang selalu tersenyum manis saat bersua..
Dimensi cinta... cita tanpa cinta terasa hampa, cipta tanpa cinta serasa kurang berasa… Karena cinta adalah anugerah terindah dari Sang Pencipta...
Terima kasih cinta…
Minggu, 05 April 2009
m E t A m O r F o S a Red Arowana

Bismillaahirrahmaanirrahiim... dengan niat untuk terus belajar menjadi baik dan lebih baik lagi dalam mencipta, serta lebih professional dalam mengelola Zibalbogallery, maka pada dini hari yang penuh pengharapan ini, Joni Balbo melaunchingkan alamat URL yang baru dengan nama domain... www.zibalbo.com
Setahun lebih telah berlalu, sebagai manusia biasa yang selalu ingin terus berbenah agar mampu menggapai segala mimpi, maka setiap waktu yang berlalu menjadi tanda yang begitu bermakna…
Pakar semiotika; Charles Sanders Pierce, mengatakan bahwa; “alam ini dipenuhi dengan jutaan tanda-tanda, manusia hidup menciptakan tanda dan penanda” maka bagi Joni Balbo; judul postingan "Metamorfosa Red Arowana" kali ini adalah untuk menandai langkah etape berikutnya, sebelum masuk jauh ke dalam rimba maya, agar kelak tidak lupa diri ketika hendak pulang ke "kandang" nyata.
Untuk migrasinya www.zibalbo.co.cc ke www.zibalbo.com Joni tak lupa mengucapkan; "Thank you very much for domain co.cc" yang telah menemani Zibalbo selama kurun waktu setahun lebih dalam berpetualang di rimba maya ini.
Sehubungan dengan migrasinya www.zibalbo.co.cc (www.zibalboart.blogspot.com) ke www.zibalbo.com, maka Joni Balbo mengharap kepada Sodara-sodara semua yang telah mengelink alamat web lamaku, mohon meluangkan waktu sejenak untuk mengganti link dengan alamat URL Zibalbogallery yang baru.
Terimakasih atas kerjasamanya, semoga kebahagian dan keberuntungan selalu menyertai kita semua, serta ikatan silaturahmi diantara kita, dapat terjalin dengan baik selamanya… amien.
Jumat, 03 April 2009
Syukuran

Syukur Alhamdulillah… etape pertama skenario mimpi-mimpiku telah terlewati, sebagai refleksi agar tidak lupa diri dan tidak terlalu larut dalam kegembiraan, serta bisa kembali bangun untuk melangkah nun jauh di sana dengan harapan nan gilang gemilang, maka ditulislah tema “Syukuran” pada postingan kali ini…
Pada kesempatan ini Joni Balbo secara khusus mengucapkan kembali rasa terimakasih yang tak terhingga kepada dewan juri lomba logo 60 tahun UGM dan pihak UGM, terimakasih kepada Bapak Adisupo dari harian Kedaulatan Rakyat, harian Bernas, Jawa Pos Radar Jogja, khususnya kepada Mbak Lutfi Rakhmawati (mohon diralat namaku ya mbak, yang benar namanya JONI bukan JUNI, he.. he..) Media massa yang telah membantu melejitkan nama "Joni Martono" pada lintasan orbit planet desain logo, semoga galaxi mimpi-mimpiku lebih cepat kuraih berkat bantuan Anda semua.. sekali lagi terimakasih untuk semuanya...
Terimakasih untuk semua doa dan dukungan keluargaku, dari sahabat-sahabat terbaikku alumni Seni Rupa UNY angkatan '99, teman-teman chat di YM & FB, terimakasih kepada keluarga besar SMPN 9 Kotagede Yogyakarta, semoga “jadah tempe” yang dibagikan kemarin, meskipun sangat sederhana sekali, mudah-mudahan bisa menjadi pengikat tali silaturahmi diantara kita semua… Mohon maaf sekali untuk anak-anak Spelanta; "maafkan Mr. Joni tidak sanggup menraktirkan bakso untuk kalian semua dengan jumlah anak 620 siswa, semoga rasa bahagiaku yang kutulis di Zibalbogallery ini bisa ikut "mengenyangkan" kalian semua :))". Kepada Rekan-rekan dan anak-anak di Hamong Putra dan TK Budi Mulia Dua Seturan, thx buat semuanya. Pemuda-pemudi Karang Taruna Gebang Abhimana Satya, matur nuwun untuk kehadirannya di pengajian syukuran kemarin.
Pada kesempatan ini Joni juga menyadari, jika ada puji pasti juga ada caci, jika ada yang menang mungkin juga ada yang merasa tidak senang, dan perlu disadari ini adalah bagian dari sebuah kompetisi, untuk itu semoga kita yang terlibat didalamnya bisa terus berupaya selalu siap, serta selalu berlapang dada...
Joni Balbo juga tak henti-hentinya mengucapkan rasa terimakasihku kepada semua yang telah berjasa bagi perjalananku, yang pada kesempatan ini tak bisa Joni sebutkan satu persatu, semoga kritikan yang pernah dilontarkan kepadaku hingga membuatku lebih baik dari sebelumnya, serta ketulusan Anda semua dalam berapresiasi di Zibalbogallery mendapatkan balasan yang setimpal dari-Nya... Amien.
Selasa, 31 Maret 2009
Logo 60 Tahun UGM

Laksana seorang “Laksamana Petualang Cinta” yang telah mencoba meminang puluhan gadis Nusantara, mulai dari “gadis-gadis” Ibukota Jakarta, Bali, Padang, Surabaya, Medan, Semarang, Bandung, sesekali mencoba ke luar negeri di Brussels - Istanbul, namun tebar pesonaku selama setahun lebih, ternyata tidak cukup memikat para pemikat, alias hasil akhir yang melekat adalah “penolakan beruntun”.
Dan siapa yang menyangka, setelah jatuh bangun di perantauan, ternyata “jodohku” bertemu dengan tetangga sendiri yakni di Jogja, tepatnya pada moment awal perayaan 60 tahun UGM.
Ya.. "jodoh" yang Joni Balbo maksud di sini adalah jodoh dalam konteks Zibalbogallery :)) yakni kompetisi desain logo di kampus Gadjah Mada Yogyakarta. “Jodoh” yang telah melambungkan nama asliku Joni Martono dari “wong ndeso” dalam waktu seminggu ini secara beruntun bak seleb dadakan di antero jogja dan sekitarnya, dikarenakan fotoku dengan wajah pas-pasan :) muncul di media online UGM serta media massa lokal “Radar Jogja” (26/3) dan “Kedaulatan Rakyat” (27/3), surat kabar ternama di Kasultanan Yogyakarta dan sekitarnya. Seumur-umur baru kali ini Joni bisa nampang di media massa dengan kabar gembiranya. Sebuah sejarah yang tak bisa dilupakan begitu saja, yang akan Joni bagikan untuk anak cucuku kelak, tentunya jika masih diberi umur panjang oleh Yang Kuasa... semoga...
Di atas, telah Joni Balbo publikasikan gambar konsep logo 60 tahun UGM dengan contoh aplikasinya pada media umbul-umbul. Logo yang membawaku pada posisi paling beruntung di antara ratusan peserta lomba logo lainnya dari seluruh Nusantara. Menurut penyelenggara lomba logo; Rektor UGM menilai, dari hasil 616 desain karya logo yang diikutkan dalam penilaian tim juri, hampir semuanya bagus. Namun pihak panitia lebih menitikberatkan pada makna logo yang berhubungan dengan tema Dies Natalis UGM. “Kita memilih yang sesuai dengan tema yang dicanangkan,” kata Rektor.
Adapun secara singkat, konsep logo 60 tahun UGM yang mengantarkan pada keberuntunganku yang dimaksud adalah sebagai berikut;
[ Bentuk logo mengambil tema dari Dies Natalis UGM ke-60, yakni “60 Tahun UGM Membangun Sinergi Pelaku Pemberdayaan Masyarakat”, tema tersebut Joni Balbo terjemahkan sebagai interaksi aktif tiga pelaku pemberdayaan; yaitu Pihak Pemberdaya yang terdiri dari Institusi Pendidikan (UGM) dan Pemerintah, serta Pihak Diperdaya yaitu Masyarakat. Ketiga pelaku pemberdayaan masyarakat tersebut direpresentasikan kedalam simbol manusia dengan tiga warna yang saling bersinergi membentuk angka 60, yang merupakan perwujudan dari 60 tahun usia UGM bersama pemerintah dalam membangun dan mencerdaskan bangsa. ]
Sampai hari ini Joni-pun masih mencari-cari, menerka, menebak, mencoba memahami, kenapa begini, kenapa begitu; kenapa aku menuai kemenangan di kompetisi ke-25 kalinya, kenapa menang lomba logo di lembaga pendidikan selevel UGM, kenapa namaku sempat salah cetak di salah satu surat kabar, kenapa identitas pribadiku begitu di ekspos.. (kalo yang satu ini Joni maknai sebagai motivasi diri, syukur-syukur bisa memotifasi guru-guru lainnya:) amien.
Joni yakin ini semua adalah "rahasia-rahasia-Nya", yang mana Pencipta telah merencanakan dengan segala skenarionya dan semoga kelak Joni tahu jawaban-jawabannya... Amien.
Sebuah pelajaran pengalaman hidup yang dapat kupetik; "rejeki, prestise, popularitas, pengakuan," segalanya telah diatur, tapi dia tidak akan datang jika kita tak pernah berusaha memperjuangkan dan mencarinya… bukan begitu?
Seperti apa yang telah kupatrikan dalam prolog blog;
Zibalbo: nama yang uniq, paduan timur dan barat, filosofi seni dan teknologi; mystery yg mengajarkan teka-teki dan arti perjalanan hidup, smangat pantang menyerah! dan yang pasti... menang kalah digariskan Tuhan, juga pilihan, maka harus benar-benar diperjuangkan!”
alhmdulillah... akhirnya kini aku bisa melaksanakan sebagian kecil dari apa yang pernah kutulis sendiri di blog ini setahun yang lalu...
Semoga keberuntunganku ini adalah keberuntungan beruntun, bagi Joni Balbo pribadi dan bagi Anda semua; tamu-tamu kehormatan Zibalbogallery. Amien…
=================================================
The Dreams Come True


